Kenali Risiko Berenang di Sungai agar Tetap Aman, Ini Penjelasan Pakar Unpad

Devi Setya - detikEdu
Selasa, 31 Mei 2022 16:00 WIB
Ilustrasi berenang di sungai
Ilustrasi berenang di sungai Foto: Getty Images/AleksandarNakic
Jakarta -

Berenang bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan. Sarana untuk berenang pun banyak, bisa dilakukan di kolam renang, danau ataupun di sungai.

Meskipun sudah menguasai basic renang yang mumpuni, sebaiknya tetap pahami dan kenali risiko berenang, terutama jika dilakukan di alam terbuka. Ada banyak bahaya mengancam yang mesti diwaspadai saat berenang di sungai.

Dilansir dari Unpad.ac.id (31/5) berenang di alam terbuka memerlukan pengetahuan yang lebih dibandingkan berenang di kolam. Hal ini diungkapkan dosen dan pengajar renang di Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Syawaludin Alisyahbana Harahap, M.Sc.

Pria yang akrab disapa Syawal ini mengatakan, berenang di perairaan terbuka (opened waters) seperti laut, danau/waduk, hingga sungai memiliki risiko lebih besar dibandingkan berenang di perairan terbatas (confined waters) seperti di kolam.

"Kita mungkin tidak mengetahui banyak informasi tentang situasi dan kondisinya, dan bisa terjadi perubahan kondisi yang tiba-tiba," kata Syawal.

Syawal menjelaskan, ada dua faktor risiko yang wajib diketahui saat berenang di sungai. Risiko pertama berasal dari faktor alam, seperti adanya arus, kedalaman sungai yang tidak diketahui, kualitas air yang mungkin saja mengandung cemaran, hingga adanya biota seperti tumbuhan dan hewan yang berbahaya.

Sementara risiko kedua berasal dari kondisi manusianya, seperti tingkat keterampilan renang, daya tahan tubuh/fisik, hingga faktor kewaspadaan. Salah satu risiko yang kerap terjadi saat berenang di sungai adalah adanya arus yang tiba-tiba deras.

Arus sungai yang tiba-tiba deras ini biasanya disebabkan oleh hujan yang terjadi di area hulu sungai. Debit air yang melimpah ini bergerak dengan cepat dan menyebabkan air sungai menjadi meluap dan bergerak menuju hilir.

Syawal yang juga mengantongi sertifikat instruktur selam level internasional dari Association of Diving School International (ADSI) ini mengatakan, ketika dihadapkan pada air sungai yang tiba-tiba deras, perenang harus segera naik ke darat dan menjauhi tepi sungai. Ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan.

"Jika arus sempat menyeret tubuh kita, maka jangan panik berlebihan. Segera bergerak/berenang untuk mencapai tepi dan jangan melawan arus. Setelah mencapai tepi, segera naik ke darat," paparnya.

Tak hanya itu, sebisa mungkin segera menjauh dari tepi sungai dan mintalah bantuan dari warga sekitar. Caranya dengan berteriak atau melambaikan tangan untuk menarik perhatian.

Sebagai langkah antisipasi, usahakan juga untuk tidak berenang di sungai sendirian. "Karena itu, harus ada pendamping yang selalu mengawasi dan mampu menolong saat dibutuhkan, mematuhi aturan yang diterapkan di lokasi, serta menggunakan alat bantu renang seperti pelampung jika dibutuhkan," kata Syawal.

Berenang sendiri merupakan aktivitas yang sering dilakukan untuk berbagai tujuan. Bukan hanya olahraga, orang-orang juga kerap berenang sebagai kegiatan rekreasi, hiburan ataupun terapi penyembuhan.7

Syawal menjelaskan, berenang merupakan aktivitas yang dilakukan di air dengan menggerakkan anggota tubuh, terutama tangan dan kaki, agar tidak tenggelam. Meski umum dilakukan, masih banyak orang yang tidak mempersiapkan diri dengan baik saat akan berenang, seperti tidak melakukan peregangan/pemanasan sebelum masuk ke dalam air, memaksakan teknik yang tidak dikuasai, hingga kurangnya kewaspadaan.



Simak Video "Mahasiswi Unpad Bentangkan Poster 'Saya Korban Kekerasan Seksual' ke Nadiem"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia