ADVERTISEMENT

Mengapa Suhu Terasa Dingin di Musim Kemarau? Ahli Iklim UGM Beri Alasannya

Nikita Rosa Damayanti - detikEdu
Selasa, 31 Mei 2022 14:57 WIB
Seorang anak bermain di areal lahan tambak ikan yang mengering di desa Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (10/9/2020). Petambak terpaksa membiarkan tambaknya mengering karena kualitas air saat musim kemarau yang buruk disebabkan meningkatnya kadar garam sehingga bisa menyebabkan kematian ikan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.
Musim kemarau. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta -

Memasuki musim kemarau, beberapa daerah di Yogyakarta malah terasa dingin. Apa sebabnya, ya?

Ternyata, hal ini cukup wajar terjadi. Fenomena udara dingin tersebut dinilai sebagai kondisi menandai memasuki musim kemarau di beberapa wilayah di Indonesia.

Pakar iklim Universitas Gadjah Mada, Dr. Emilya Nurjani, M. Si., mengatakan fenomena hawa dingin merupakan fenomena suhu udara yang lebih dingin setelah tengah malam hingga pagi hari ketika memasuki musim kemarau.

"Fenomena ini memang sepertinya menandai masuknya musim kemarau di suatu wilayah," jelasnya dikutip dari laman resmi UGM, Senin (30/5/2022).

Fenomena yang biasa disebut bediding dalam istilah Jawa ini merupakan fenomena iklim yang biasa terjadi pada saat musim kemarau. Terutama untuk wilayah-wilayah yang mempunyai pola hujan monsunal yaitu wilayah yang puncak hujannya pada bulan Desember-Februari dan mengalami musim kemarau sekitar bulan Agustus-September.

"Wilayah hujan monsunal meliputi Lampung, Sumatera, Selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara," katanya.

Ia menjelaskan, fenomena ini terjadi pada saat kondisi langit cerah tanpa awan atau tanpa sedikit awan. Akibatnya, bumi lebih banyak menerima radiasi matahari sehingga suhu di siang hari menjadi lebih panas.

Karena tidak ada awan yang menghalangi, kondisi ini juga menyebabkan pelepasan radiasi bumi pada malam hari menjadi lebih besar dan banyak. Pelepasan radiasi ini menyebabkan suhu berkurang. Sehingga pada malam hingga pagi suhu menjadi lebih dingin.

"Fenomena ini akan terjadi pada saat musim kemarau dan mencapai puncaknya pada saat puncak musim kemarau," jelasnya.

Di dataran tinggi Dieng, kondisi ini dapat menyebabkan suhu udara mencapai minus sehingga ada fenomena embun es atau tropical frost yang menimbulkan kerusakan pada tanaman kentang yang berumur muda.Hal ini berujung pada kerugian petani.

Sedangkan di wilayah-wilayah lain berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Ini akibat dari perubahan suhu yang sangat mencolok pada siang panas dan malam hari dingin.

"Pernah tercatat di Sleman mencapai 14 derajat dan di daerah Dieng minus satu. Kondisi semacam ini tentunya harus disiapkan, diantaranya menjaga kondisi tubuh, berolahraga yang sesuai, dan mengkonsumsi cairan yang cukup," pungkasnya.

Nah, itulah penjelasan mengapa suhu jadi dingin di musim kemarau. Bagaimana suhu di daerahmu, detikers?



Simak Video "Panas di India Sampai 40 Derajat Celsius, Warga Dihantui Kekeringan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia