Cuaca Panas Akhir-akhir Ini: Penyebab, Perkiraan BMKG, dan Tips Menghadapinya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 13 Mei 2022 07:30 WIB
Cuaca panas sampai kapan? Kondisi panas terik akhir-akhir ini sedang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Penyebab pastinya pun masih belum diketahui.
Foto: Ari Saputra/Cuaca Panas Akhir-akhir Ini: Penyebab, Perkiraan BMKG, dan Tips Menghadapinya
Jakarta -

Cuaca terasa lebih terik akhir-akhir ini di sebagian besar wilayah Indonesia. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih gerah dibanding sebelumnya.

Berdasarkan data hasil pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum di sejumlah wilayah Indonesia terukur berkisar antara 33-36.1 derajat Celcius selama periode tanggal 1 hingga 7 Mei 2022.

Untuk suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 derajat Celcius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara. Temperatur yang lebih tinggi bahkan pernah terjadi di tahun 2018 dan 2019.

"Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8 derajat Celcius di Palembang pada tahun 2019. Sedangkan di bulan Mei sekitar 38.8 derajat Celcius di Temindung Samarinda pada tahun 2018," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangan tertulis.

Penyebab Cuaca Panas di Indonesia

1. Pengaruh Pancaroba

Pihak BMKG menyampaikan bahwa cuaca panas disebabkan kondisi di Indonesia yang tengah memasuki musim pancaroba.

2. Posisi Matahari

Dalam hal ini, posisi semu matahari yang saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator mengindikasikan sebagian wilayah Indonesia hendak memasuki musim kemarau.

3. Pertumbuhan Awan Berkurang

Cuaca panas juga bisa diakibatkan oleh tingkat pertumbuhan awan serta fenomena hujan yang amat berkurang. Inilah yang mengakibatkan dominasi cuaca cerah pada pagi menjelang siang.

Dominasi cuaca cerah dan tingkat perawanan rendah akan mengoptimalkan penerimaan sinar matahari. Maka dari itu, pada siang hari suhu terasa cukup terik.

Perkiraan BMKG Soal Cuaca Panas

Pihak BMKG melalui Instagram resminya menegaskan bahwa fenomena panas terik ini bukanlah gelombang panas.

Menurut World Meteorological Organization (WMO), gelombang panas atau biasa disebut dengan heatwave adalah kondisi udara panas berkepanjangan selama lima hari atau lebih dengan berturut-turut.

Kondisi panas itu juga mencapai suhu maksimal harian lebih dari suhu maksimal rata-rata sampai 5 derajat celsius atau lebih. Biasanya gelombang panas terjadi di kawasan menengah-tinggi, contohnya Eropa dan Amerika.

Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia adalah fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.

BMKG juga memperkirakan dan terus memantau kondisi suhu panas atau terik di wilayah Indonesia hingga pertengahan Mei.

Tips Menghadapi Cuaca Panas

Untuk menghadapi cuaca panas selama bulan Mei ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kondisi stamina tubuh.

Caranya adalah dengan selalu memenuhi kecukupan cairan. Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari saat cuaca panas.



Simak Video "Cuaca Panas Terik Tangerang-Banten Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia