Matahari Tepat di Atas Kakbah Sore Ini, Jangan Lupa Cek Arah Kiblat

Rahma Harbani - detikEdu
Sabtu, 28 Mei 2022 12:00 WIB
Beginilah potret Kakbah dan Masjidil Haram sambut jamaah haji yang kembali dibuka saat pandemi COVID-19. Ini potretnya.
Ilustrasi. Ini tata cara mengecek ulang arah kiblat akibat matahari berada tepat di atas Kakbah hari ini, Sabtu (28/5/022). (AP/Pool)
Jakarta -

Fenomena matahari tepat berada di atas Kakbah atau rashdul qiblah akan berlangsung pada hari ini, Sabtu (28/5/2022) pukul 16.18 WIB. Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat muslim untuk melakukan verifikasi arah kiblat saat fenomena tersebut berlangsung.

"Rashdul qiblah bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Peristiwa alam ini terjadi pada 27 dan 28 Mei 2022 pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA (atau 18.17 WIT)," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib melalui keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Selasa (24/5/2022).

Adib pun menjelaskan alat bantu yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat. Salah satunya dapat menggunakan benda atau tongkat dengan lot atau bandul melalui tata cara berikut.

Tata Cara Luruskan Arah Kiblat dengan Alat Bantu

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari

2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul

3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG

4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul

5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut

6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul

7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menambahkan, perlu dipastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus dalam proses penentuan arah kiblat.

"Selain itu, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. Bisa juga menggunakan jam digital di ponsel masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang menambahkan, pengecekan ulang arah kiblat kembali pun dapat menggunakan alat bantu yang lebih akurat seperti kompas. "Kompas dipengaruhi oleh medan magnet alami maupun buatan sehingga dapat memengaruhi keakuratan pengukuran," katanya, dikutip dari laman Edukasi Sains Antariksa.

Pengecekan ulang arah kiblat ini, kata Andi, disebabkan karena bayangan benda yang terbentuk akan mengarah ke Kakbah ketika matahari tepat berada di atas Kakbah. Ditambah lagi fakta bahwa Kakbah merupakan bangunan suci pusat arah kiblat bagi muslim di seluruh dunia.

Berdasarkan penuturan Andi, fenomena matahari tepat berada di atas Kakbah secara astronomis disebut juga dengan Kulminasi Agung atau Great Culmination. Hal itu terjadi ketika deklinasi matahari bernilai sama atau kecil selisihnya dengan lintang geografis Kakbah.

"Ketika deklinasi matahari bernilai sama atau selisihnya kecil dengan lintang geografis pengamat, matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat (atau zenit) saat tengah hari," terang Andi.

Tahun ini, fenomena Kulminasi Agung atau verifikasi arah kiblat akan terjadi dua kali. Fenomena yang kedua berlangsung pada 15 Juli 2022 mendatang, tepatnya pada pukul 16:26:42 WIB, 17:26:42 WITA, atau 18:26:.42 WIT.



Simak Video "Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Umat Muslim Bisa Cek Arah Kiblat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia