Lirik Lagu BTS dan EXO Bisa Bantu Mahasiswa Belajar Ekonomi, Ini Penjelasan Studi

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 26 Mei 2022 13:00 WIB
BTS
Foto: (dok. BigHit Music)/Lirik Lagu BTS dan EXO Bisa Bantu Mahasiswa Belajar Ekonomi, Ini Penjelasan Studi
Jakarta -

Korean Pop atau K-Pop merupakan fenomena yang tidak bisa dipisahkan dengan anak-anak remaja usia sekolah hingga dewasa awal anak kuliah. Di Indonesia, K-Pop bahkan kerap menjadi tren yang selalu ramai dibicarakan di media sosial.

Sebut saja grup-grup K-Pop seperti BTS, NCT, EXO-CBX hingga Blackpink yang memiliki penggemar fanatik di belahan dunia termasuk Indonesia. Meski begitu, nyatanya fenomena ini menyimpan pembelajaran berharga yang bisa didapatkan mahasiswa terutama bidang ekonomi.

Fenomena ini ternyata juga bisa menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan, yang bisa digunakan banyak pengajar di Indonesia.


Apa Hubungan K-Pop dengan Belajar Ekonomi?

Sebuah studi yang dipimpin oleh Dr Wayne Geerling dari Monash Business School, dosen senior di Departemen Ekonomi, telah mengembangkan panduan pengajaran yang memanfaatkan pertumbuhan musik populer Korea ke dalam kurikulum.

Dalam hal ini, studi mempelajari artis seperti BTS, Blackpink, dan Exo-CBX yang semuanya memiliki pengikut global yang besar.

Dalam makalah berjudul "Diversifying the Use of Pop Culture in the Classroom: Using K-pop to Teach Principles of Economics", Dr Geerling dan rekan penulis Dr Jadrian Wooten (Penn State University) dan Dr Angelito Calma (University of Melbourne) menggunakan budaya populer, khususnya musik populer, untuk mengajar ekonomi.

"Tujuan kami adalah membantu pendidik ekonomi mendiversifikasi sumber budaya pop mereka dan mencerminkan tren yang terjadi di luar kelas. Mengingat meningkatnya akses yang dimiliki siswa kami ke superstar internasional, popularitas global K-pop kemungkinan akan terus tumbuh," kata Dr Geerling dikutip dari laman Monash University, Rabu (25/5/2022).

Dr Greeling mulai menunjukkan pembelajaran ekonomi dengan mengedit video musik untuk menyertakan subtitle bahasa Inggris.

Hal tersebut memungkinkan penutur asli bahasa Inggris untuk memahami konten video sambil menunjukkan bahwa studi ekonomi tidak terbatas pada bahasa Inggris.

Belajar Konsep Ekonomi dengan Lirik Lagu

Pembelajaran dengan video grup K-Pop tersebut dirancang sebagai penilaian formatif untuk pelajaran tertentu dan berkisar antara 10-20 menit.

Dr Greeling juga menjelaskan, dalam pembelajaran juga disertakan panduan yang dibuat agar mahasiswa mudah memahami informasi tentang artis dan lagu.


1. Belajar ekonomi dari lagu BTS

Contoh satu pelajaran adalah saat mahasiswa dijelaskan konsep ekonomi eksternalitas dengan menampilkan klip hit BTS 2014 berjudul NO.

Lagu ini menyiratkan tentang kerugian emosional untuk mencapai nilai 'sempurna' di suatu negara dengan persentase mahasiswa tertinggi di dunia.

Misal pada lirik "A good house, a good car/Will these things bring happiness?" atau "Rumah yang bagus, mobil yang bagus/Akankah hal-hal ini membawa kebahagiaan?".

Lirik tersebut mengajarkan mahasiswa ekonomi untuk mengeksplorasi 'eksternalitas negatif' dari mengejar kesempurnaan, yang telah berimplikasi pada tingginya angka bunuh diri, kelelahan mental, dan penyakit yang membebani pasar tenaga kerja Korea Selatan.

"Pelajaran ini membahas konsep keunggulan komparatif, analisis biaya-manfaat, eksternalitas negatif, perlombaan senjata posisional, eksternalitas positif, dan permainan zero-sum," papar Dr Geerling.

Dengan memahami konsep ini, mahasiswa akan menyadari bahwa untuk bahagia dan bermanfaat bagi masyarakat tidak harus selalu mengejar kesempurnaan dengan uang yang banyak dan kemapanan.


2. Belajar ekonomi dari lagu EXO-CBX

Contoh lain yakni mempelajari tentang kelangkaan, kebutuhan dan keinginan menggunakan lagu grup EXO-CBX tahun 2017 berjudul Ka-Ching!.

Pada penggalan lirik, Ka-Ching! adalah tentang uang. "Tidak cukup, tidak cukup/Berteriak keinginan Anda," - "Mari kita nikmati diri kita sendiri sebanyak yang kita bisa."

Dr Geerling mengatakan itu adalah contoh sempurna untuk menggambarkan konsep kelangkaan, keinginan, kebutuhan, trade-off, analisis marjinal, uang dan utilitas.

"Mahasiswa harus memahami bahwa masalah kelangkaan muncul karena kita memiliki sumber daya yang terbatas dan keinginan yang tidak terbatas, yang sering kita kaitkan dengan kebutuhan. Uang memainkan peran penting dalam memfasilitasi pertukaran," jelasnya.

"Kita tidak dapat memiliki segalanya, jadi kita harus memilih opsi yang memberi kita tingkat utilitas marginal per dolar tertinggi," imbuhnya lebih lanjut.


72 Persen Siswa Setuju dengan Pendekatan Belajar yang Relevan

Menanggapi cara belajar ini, studi juga memberikan data bahwa sebanyak 72 persen siswa yang disurvei pada akhir semester setuju bahwa pembelajaran (dengan fenomena K-Pop) membuat prinsip-prinsip inti ekonomi lebih relevan.

"Mampu menghubungkan konten yang dipelajari selama kursus dengan musik yang saya nikmati memungkinkan saya untuk memahaminya dari lebih dari satu perspektif," kata seorang siswa dalam survei tersebut.

Di akhir, Dr Geerling menuturkan bahwa penelitian telah mengungkap bahwa penggunaan bahan ajar yang lebih beragam menunjukkan kepada mahasiswa dampak luas dari bidang yang dipelajari.



Simak Video "NCTzen! NCT Dream Bakal Gelar Konser Offline di Gocheok Sky Dome"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia