Doa Buka Puasa Qadha Ramadan, Jam Berapa Dibacanya?

Rahma Harbani - detikEdu
Selasa, 24 Mei 2022 17:00 WIB
Middle Eastern Suhoor or Iftar meal
Ilustrasi. Seperti apa bacaan doa buka puasa qadha Ramadan? (Getty Images/iStockphoto/Rawpixel)
Jakarta -

Doa buka puasa qadha Ramadan memiliki sejumlah keutamaan di dalamnya. Salah satunya menurut keterangan hadits Rasulullah SAW, membaca doa saat hendak buka puasa termasuk dalam bacaan doa di waktu yang istijabah.

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya: "Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi," (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).

Di samping itu, membaca doa buka juga merupakan adab sunnah dalam berpuasa bersamaan dengan menyegerakan berbuka. Hal ini dijelaskan oleh Alik Al Adhim dalam buku Tuntunan Puasa menurut Al Quran dan Sunah.

Untuk itulah, diperlukan pemahaman dan penerapan bacaan doa buka puasa qadha Ramadan yang tepat agar memenuhi adab sunnah maupun meraih keutamaan doa di waktu istijabah tersebut. Berikut bacaan doanya.

Doa Buka Puasa Qadha Ramadan dan Artinya

1. Versi Pertama

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Bacaan latin: Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: "Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah," (HR Abu Daud).

2. Versi Kedua

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Bacaan latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

Artinya: "Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmatMu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih," (HR Bukhari dan Muslim).

Jam Berapa Buka Puasa Qadha Ramadan?

Tidak ada penetapan jam yang pasti karena adanya perbedaan waktu di seluruh belahan dunia. Namun, Rasulullah SAW telah memberi pedoman tentang waktu yang tepat untuk berbuka puasa yang dapat disesuaikan pada masing-masing wilayah.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa waktu berbuka adalah maghrib atau saat awal tenggelamnya matahari. Berikut bunyi haditsnya,

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Artinya: "Jika malam telah datang dari sini dan siang telah tertutup dari sini, serta matahari terbenam, itulah waktu berbuka bagi yang berpuasa," (HR Bukhari).

Adapun waktu yang tepat dibacanya doa buka puasa qadha masih terdapat perbedaan pendapat menurut Maryam Kinanti N dalam buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, dan Thibbun Nabawi. Ada yang menyatakan, doa berbuka puasa dibaca setelah seseorang berbuka atau pertama kali membatalkan puasa dengan air, kurma, atau semacamnya.

Sementara itu, sebagian ulama mengatakan bahwa doa buka puasa diucapkan sebelum berbuka puasa dan sebagian yang lain tidak menetapkan waktu membacanya. Hal ini berlaku bagi puasa qadha Ramadan maupun puasa lainnya.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia