Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal, Bagaimana Jika Lupa?

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 11 Mei 2022 10:00 WIB
Middle Eastern Suhoor or Iftar meal
Ilustrasi. Bagaimana bacaan niat puasa qadha Ramadan di bulan Syawal? (Getty Images/iStockphoto/Rawpixel)
Jakarta -

Waktu mengqadha Ramadan harus dilakukan di luar waktu Ramadan atau setelah habisnya bulan tersebut, seperti bulan Syawal. Sebelum mengamalkan, puasa ini juga perlu diawali dengan membaca niat puasa qadha Ramadan.

Mengutip Fikih Empat Madzhab Jilid 2 yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, niat sudah dianggap cukup dalam Mazhab Syafi'i apabila seseorang cukup meniatkan diri dalam hati. Namun, pelafalan niat secara lisan merupakan anjuran dari kesunnahan.

"Selain ditanamkan di dalam hari, niat juga harus dilafalkan dengan lisan karena pelafalan dengan lisan dapat membantu dan mempertegas niat tersebut," bunyi keterangan buku tersebut.

Apa bacaan niat puasa qadha Ramadan?

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Niat puasa qadha jam berapa?

Menurut kesepakatan seluruh fuqaha dalam Fikih Empat Madzhab Jilid 2, membaca niat puasa qadha Ramadan dilakukan pada malam hari hingga terbit fajar. Keterangan tersebut dilandasi dari sabda Rasulullah SAW yang mengatakan,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: "Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR Ad-Daru Quthni dan Al- Baihaqi).

Utamanya, bagi puasa qadha Ramadan yang bersifat wajib, para ulama berijma' bahwa bacaan niat yang dibaca setelah terbit fajar menjadi amalan yang tidak sah. Sebaliknya, niat puasa yang bersifat sunnah masih dianggap sah bila dibaca setelah terbit fajar.

"Sebab, puasa adalah ibadah yang disandarkan kepada suatu waktu, maka ia wajib ditentukan dalam niatnya, sama seperti salat lima waktu juga sama seperti qadha," tulis buku terbitan Gema Insani tersebut.

Bagaimana jika lupa niat puasa qadha di malam hari?

Masih menyinggung pembahasan sebelumnya, puasa qadha Ramadan tanpa didahului niat dari malam hari hingga terbit fajar dianggap tidak sah. Meski demikian, sebagian imam mazhab menyatakan, seorang muslim hendaknya tetap melanjutkan puasa pada siang harinya.

Puasa qadha Ramadan tetap dilanjutkan dengan catatan dikenakan kewajiban bagi mereka untuk mengganti puasa yang ditinggalkan niatnya tersebut. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan pada bulan Ramadan.

"Sedangkan jika tidak berniat puasa malam hari itu karena kesengajaan maka puasanya dianggap tidak sah, karena segala puasa fardhu disyaratkan niat pada malam harinya," kata Imam Malik, Syafi'i, dan Ahmad dalam buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah oleh H. AmIrulloh Syarbini dan Hj. Iis Nur'aeni Afgandi.

Hal ini membuktikan betapa pentingnya membaca niat puasa qadha Ramadan bila hendak dilaksanakan pada bulan Syawal ini. Jadi, jangan lupa baca niatnya dengan benar ya, detikers.



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia