Beda Banjir Rob dan Banjir Bandang, Bagaimana Bisa Terjadi?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 24 Mei 2022 14:15 WIB
Banjir rob rendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. Banjir disebabkan oleh tingginya pasang air laut serta tanggul yang jebol di kawasan itu
Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN/Beda Banjir Rob dan Banjir Bandang, Bagaimana Bisa Terjadi?
Jakarta -

Banjir rob menerjang sejumlah wilayah di kawasan pantai utara Jawa Tengah, seperti di pesisir Kota Semarang, Pekalogan, dan beberapa kabupaten lain. Banjir rob ini terjadi akibat fenomena alam puncak pasang tertinggi.

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang terjadi ketika luapan air menenggelamkan tanah atau daratan lain yang biasanya kering. Baik banjir rob atau bandang bisa disebabkan oleh kondisi alam atau ulah manusia.

Apa beda banjir rob dan banjir bandang?

1. Pengertian Banjir Rob dan Banjir Bandang

a. Banjir Rob

Mengutip laman kebencanaan Geografi UGM, banjir rob adalah pola fluktuasi muka air laut yang dipengaruhi gaya tarik benda-benda angkasa. Terutama oleh bulan dan matahari terhadap massa air laut di bumi.

Banjir rob atau banjir pasang surut air laut ini sering terjadi di wilayah yang tidak jauh dari pesisir pantai. Tak heran jika area pinggir pantai menjadi wilayah yang rawan banjir rob.

b. Banjir Bandang

Banjir bandang adalah banjir yang paling berbahaya. Banjir jenis ini akan mengangkut air, lumpur, bebatuan, dan benda-benda lain di sekitar alirannya dengan alirannya yang deras.

Banjir bandang juga kerap menimbulkan kerusakan cukup parah. Banjir jenis ini biasa terjadi akibat hutan gundul. Daerah yang rawan terkena banjir bandang adalah daerah pegunungan.

2. Penyebab Terjadinya Banjir Rob dan Banjir Bandang

a. Penyebab Banjir Rob

Penyebab pasti banjir rob tak lain karena kenaikan muka air laut oleh pasang surut air laut. Namun, banjir rob juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, di antaranya:

- Dorongan air

- Angin atau swell yaitu gelombang yang bergerak dengan jarak sangat jauh meninggalkan daerah pembangkitnya

- Badai di laut

- Pencairan es kutub yang dipicu oleh pemanasan global.

- Aktivitas manusia misal pemompaan air tanah yang berlebihan, pengerukan alur pelayaran, dan reklamasi pantai

Eksploitasi lahan pesisir oleh manusia dapat menyebabkan penurunan muka air tanah sehingga memicu amblesnya permukaan tanah dan intrusi air laut.

b. Penyebab Banjir Bandang

Dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pakar Kebencanaan UGM Prof Suratman menjelaskan beberapa penyebab banjir bandang, yaitu:

- Gangguan ekosistem akibat alih fungsi lahan oleh manusia

- Pengaruh tekanan penduduk dalam penggunaan lahan tidak lagi sesuai dengan daya dukung lingkungan dan kemampuan lahan

- Daerah resapan yang berkurang

- Sisi sistem tanah yang rentan (lereng-lereng dan perbukitan)

- Perubahan iklim

- Hujan ekstrem

3. Cara Pencegahan Banjir Rob dan Banjir Bandang

Penanggulanagn banjir bisa dilakukan dengan beberapa cara. Dikutip dari Buku Edukasi Bencana Banjir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berikut alternatifnya:

a. Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai dengan fungsi lahan.

b. Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran sungai serta di daerah banjir.

c. Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.

d. Melakukan program penghijauan di daerah hulu sungai secara rutin.

e. Membudayakan membuang sampah pada tempatnya.

f. Membudayakan kerja bakti membersihkan saluran air.

g. Membangun atau menetapkan lokasi dan jalur evakuasi bila terjadi banjir.

Jadi, itulah perbedaan yang bisa dipahami antara banjir rob dan banjir bandang. Semoga kita selalu menjaga lingkungan dan alam ya, detikers!

Simak Video 'Sejumlah Wilayah di Pantura Jateng Diterjang Banjir Rob Ekstrem!':

[Gambas:Video 20detik]



(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia