Apakah Sumur Resapan Efektif Atasi Banjir Jakarta? Ini Kata Pakar IPB

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 11 Des 2021 12:00 WIB
Titik pertama sumur resapan di Jl Rajawali, Cipinang Indah yang rusak.
Foto: Marteen Ronaldo/detikcom
Jakarta -

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan mengenai efektivitas sumur resapan yang sedang dibuat di Jakarta. Menurut dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University Fakultas Pertanian, Suria Darma Tarigan, sumur resapan dapat efektif apabila memenuhi beberapa syarat.

Ia menjelaskan sumur resapan harus dibangun pada daerah dengan muka air tanah lebih dari 2,5 meter sehingga dapat berfungsi untuk mengurangi aliran permukaan.

"Semakin dalam muka air tanah, maka sumur resapan semakin efektif," ujar Tarigan dalam rilis dari IPB, Sabtu (11/12/2021).

Selain itu, Tarigan menjelaskan penyebab banjir di Jakarta. Penyebabnya yaitu permukaan tanah yang semakin menurun karena subsidensi tanah sehingga terdapat daerah yang lebih rendah dari sekitarnya.

Faktor lainnya yaitu karena banjir rob, saluran drainase yang kurang berfungsi serta adanya kiriman air dari hulu ke daerah aliran sungai (DAS).

"Kontribusi sumur resapan yang dibangun di Jakarta dalam mengurangi banjir cukup kecil khususnya pada intensitas curah hujan dengan periode ulang lebih besar dua tahun atau sekitar 90-100 centimeter per hari. Jadi sumur resapan bukan menjadi solusi banjir di Jakarta," jelas Tarigan.

Adapun sumur resapan juga dapat membantu dalam meresapkan sebagian air limpasan ke dalam air tanah. Hal tersebut dapat terjadi apabila muka air tanah lebih dari 2,5 meter dan permeabilitas tanah lebih dari 2,0 centimeter per jam.

Lebih lanjut, dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University itu menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merealisasikan pembangunan sumur resapan air. Sumur resapan harus dibangun pada daerah dengan muka air tanah dalam lebih dari 2,5 meter.

"Jangan dibangun pada daerah dengan muka air tanah dangkal. Persyaratan lain adalah permeabilitas tanah (kecepatan peresapan air) berkisar 2 centimeter per jam," ujar Tarigan.

Tarigan juga menjelaskan jika ada lokasi yang memiliki muka air tanahnya dangkal. Lokasi itu tidak cocok untuk dibuat sumur resapan.

Menurut data dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, terdapat beberapa lokasi dengan kedalaman muka air tanah sekitar satu sampai dua meter.

"Mahasiswa saya pernah meneliti efektivitas sumur resapan yang dibangun BPDAS di hulu DAS Ciliwung di Cisarua, yang berfungsi baik menurunkan aliran permukaan," demikian Tarigan.



Simak Video "Hujan Deras Guyur Jakarta, Sumur Resapan Malah Terendam Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia