Raih Juara 1 MTQ di Rusia, Dewi Yukha Nida Dapat Rp 25 Juta dari Kemenag

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 23 Mei 2022 18:30 WIB
Dewi Yukha Nida Juara 1 MTQ di Rusia yang Dapat Rp 25 Juta dari Kemenag
Dewi Yukha Nida (kanan) meraih juara 1 MTQ Internasional di Rusia, Kemenag mengapresiasi dengan memberi bonus sebesar Rp 25 juta. (Dok. Kemenag)
Jakarta -

Dewi Yukha Nida mengharumkan nama bangsa dengan predikat Juara 1 Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 30 Juz di Kazan, Tatarstan, Rusia. Untuk mengapresiasi prestasi skala Internasional tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) memberi bonus sebesar Rp 25 juta.

"Pemberian bonus ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada ananda Dewi, karena telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Kamaruddin juga berharap, hal ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menghafal Al-Qur'an. Pemberian bonus tersebut diberikan kepada Dewi Yukha Nida secara simbolis di ruang kerja Kamaruddin yang berlokasi di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, No. 6 Jakarta Pusat.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Syamsul Bahri menambahkan, bonus tersebut akan langsung diserahkan untuk Dewi Yukha Nida pada hari ini, Senin (23/5/2022). "Bonus ini akan kami berikan secara tunai pada hari ini juga kepada ananda Dewi, semoga menjadi manfaat dan keberkahan untuk kita semua," terangnya.

Dewi Yukha Nida sendiri membagikan kisahnya selama mengikuti seleksi pada ajang The 4th Holy Quran Recitation Competition Kazan OIC Youth Capital 2022. Perjalanan yang ditempuhnya memakan waktu hingga 24 jam untuk mengikuti seleksi MTQ tersebut.

Hafizah asal Trenggalek ini berangkat dari Indonesia pada Minggu, 15 Mei 2022 dan baru tiba di Rusia keesokan harinya pada Senin, 16 Mei 2022. Tidak sampai di situ, perempuan yang kerap disapa Dewi juga harus mengikuti seremoni pembukaan musabaqah pada Selasa, 17 Mei 2022.

"Setelah itu ikut seremoni pembukaan dan esoknya langsung tampil. Tapi Alhamdulillah ternyata saya kuat dan bisa menampilkan yang terbaik," cerita Dewi.

Bukan tanpa alasan, Dewi menyebut, kompetisi MTQ Internasional di Rusia diikutinya sebagai bentuk muraja'ah atau melancarkan bacaan dan hafalan Al-Qur'an bagi dirinya. "Kedua, untuk syiar Al-Qur'an, di mana kita bisa membumikan Al-Qur'an," tutur Dewi dikutip dari NU Online.

Di samping itu, menurut Dewi, ikut serta dalam MHQ Internasional berarti memahami standardisasi bacaan Al-Qur'an. Mengingat, dewan juri yang terlibat juga berasal dari berbagai negara seperti Turki, Mesir, Arab Saudi, hingga Rusia sendiri.

"Artinya, insya Allah standarisasi yang dibawa di MTQ adalah yang bagus. Misalnya, Imam Masjidil Haram tidak beda jauh sama yang kita pelajari," kata dia.

Dewi berharap, keberhasilan yang diraihnya dalam kompetisi musabaqah tersebut dapat meningkatkan minat dalam menghafalkan Al-Qur'an. Utamanya bagi muslim yang berada di wilayah Eropa.

"Kebetulan di Rusia masih sedikit yang menghafal Al-Qur'an, karena guru-guru penghafal Al-Qur'an juga belum banyak," tandasnya.



Simak Video "KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia