Sifat Wajib bagi Para Rasul, Akhlak Manusia Pilihan Allah SWT

ADVERTISEMENT

Sifat Wajib bagi Para Rasul, Akhlak Manusia Pilihan Allah SWT

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 20 Mei 2022 15:30 WIB
An Arab standing at the sand dunes of Dubai and aiming towards the horizon.
Ilustrasi. Sifat wajib bagi para rasul diperlukan tiap rasul untuk menjalankan tugas kenabiannya. (Getty Images/GCShutter)
Jakarta -

Para rasul utusan Allah SWT ditugaskan untuk para rasul memberi petunjuk, membawa kabar gembira, dan peringatan kepada umat manusia. Untuk itu, para rasul pilihan yang diutus Allah SWT memiliki sifat wajib bagi para rasul dalam menjalankan tugas yang istimewa tersebut.

Apa saja sifat wajib bagi para rasul?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Siddiq

Siddiq artinya benar. Artinya, setiap perkataan yang diucapkan oleh rasul sifatnya benar, baik benar dalam menyampaikan wahyu yang bersumber dari Allah SWT maupun benar dalam perkataan-perkataan yang berhubungan dengan persoalan keduniaan.

Siddiq sebagai salah satu sifat wajib bagi para rasul ini juga dibenarkan dalam Al-Qur'an. Salah satunya dalam surah Maryam ayat 41,

ADVERTISEMENT

ΩˆΩŽΨ§Ψ°Ω’ΩƒΩΨ±Ω’ فِي الْكِΨͺَابِ Ψ₯ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩΩŠΩ…ΩŽ ۚ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ΅ΩΨ―Ω‘ΩΩŠΩ‚Ω‹Ψ§ Ω†ΩŽΨ¨ΩΩŠΩ‘Ω‹Ψ§

Artinya: "Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Kitab (Al-Qur'an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan, seorang Nabi,"

Kata Siddiq dalam konteks sifat khusus yang dimiliki para rasul juga disinggung dalam surah Maryam ayat 50,

ΩˆΩŽΩˆΩŽΩ‡ΩŽΨ¨Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ω„ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω’ مِنْ Ψ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨͺΩΩ†ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΨ¬ΩŽΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ω„ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω’ Ω„ΩΨ³ΩŽΨ§Ω†ΩŽ ءِدْقٍ ΨΉΩŽΩ„ΩΩŠΩ‘Ω‹Ψ§

Artinya: "Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia."

Untuk itulah, mustahil bagi para rasul untuk bersifat khizib yang bermakna dusta. Hal ini dijelaskan dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbitan Kementerian Agama (Kemenag).

2. Amanah

Sifat wajib bagi para rasul selanjutnya adalah amanah yang artinya dapat dipercaya. Para rasul selalu menjaga diri dari segala perbuatan dosa untuk menjaga kepercayaan umat pada dirinya.

Bukti bahwa para rasul bersifat amanah ditunjukkan dalam surah An Nisa ayat 58. Ayat ini menjelaskan amanah sebagai salah satu akhlak utama Rasulullah SAW,

۞ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ ΩŠΩŽΨ£Ω’Ω…ΩΨ±ΩΩƒΩΩ…Ω’ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΨͺΩΨ€ΩŽΨ―Ω‘ΩΩˆΨ§ Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩ…ΩŽΨ§Ω†ΩŽΨ§Ψͺِ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰Ω° Ψ£ΩŽΩ‡Ω’Ω„ΩΩ‡ΩŽΨ§ وَΨ₯ِذَا Ψ­ΩŽΩƒΩŽΩ…Ω’Ψͺُمْ Ψ¨ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΨͺΩŽΨ­Ω’ΩƒΩΩ…ΩΩˆΨ§ Ψ¨ΩΨ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ―Ω’Ω„Ω ۚ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ Ω†ΩΨΉΩΩ…Ω‘ΩŽΨ§ ΩŠΩŽΨΉΩΨΈΩΩƒΩΩ…Ω’ بِهِ Ϋ— Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ³ΩŽΩ…ΩΩŠΨΉΩ‹Ψ§ Ψ¨ΩŽΨ΅ΩΩŠΨ±Ω‹Ψ§

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Dengan demikian, mustahil bagi rasul bersifat khianat. Khianat adalah menyisihkan sesuatu yang hak dengan merusak perjanjian sebagaimana dikutip dari Kitab Taisirul Khalaq dari Hasan Mas'udi yang diterjemahkan Zauton.

3. Tablig

Tablig sebagai sifat wajib bagi para rasul memiliki makna menyampaikan wahyu. Untuk menjalankan tugas kenabiannya, seorang rasul senantiasa menyampaikan wahyu yang harus disampaikan kepada umat manusia.

Wahyu yang disampaikan para rasul tersebut dapat berupa pengetahuan, pedoman, maupun syariat, serta risalah kenabian yang lain. Sekalipun hal yang disampaikannya bersifat pahit maupun tidak mudah, para rasul selalu menyampaikannya tanpa satu huruf pun yang disembunyikan sesuai dengan surah Al Maidah ayat 67,

۞ يَا Ψ£ΩŽΩŠΩ‘ΩΩ‡ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ψ±Ω‘ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ¨ΩŽΩ„Ω‘ΩΨΊΩ’ Ω…ΩŽΨ§ Ψ£ΩΩ†Ω’Ψ²ΩΩ„ΩŽ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩŽ مِنْ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩΩƒΩŽ Ϋ– وَΨ₯ِنْ Ω„ΩŽΩ…Ω’ ΨͺΩŽΩΩ’ΨΉΩŽΩ„Ω’ ΩΩŽΩ…ΩŽΨ§ Ψ¨ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΨΊΩ’Ψͺَ Ψ±ΩΨ³ΩŽΨ§Ω„ΩŽΨͺΩŽΩ‡Ω ۚ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡Ω ΩŠΩŽΨΉΩ’Ψ΅ΩΩ…ΩΩƒΩŽ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ§Ψ³Ω Ϋ— Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽ Ω„ΩŽΨ§ ΩŠΩŽΩ‡Ω’Ψ―ΩΩŠ Ψ§Ω„Ω’Ω‚ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΩƒΩŽΨ§ΩΩΨ±ΩΩŠΩ†ΩŽ

Artinya: Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

Dikutip dari buku Belajar Aqidah Akhlak: Sebuah Ulasan Ringkas Tentang Asas Tauhid Dan Akhlak Islamiyah karya Muhammad Asroruddin Al Jumhur, oleh sebab itu sifat mustahil bagi rasul adalah kitman atau menyembunyikan. Tidak ada ajaran yang disembunyikan dengan alasan pribadi atau kepentingan lain.

4. Fatanah

Sifat wajib bagi para rasul yang terakhir adalah fatanah yang berarti cerdas, pandai, dan bijaksana. Sebagai utusan Allah SWT untuk manusia, para rasul mampu memahami persoalan umat sekaligus memberikan jalan keluarnya.

Allah SWT memberikan kemampuan kepada para rasul dalam menyampaikan ajaran di antara kaumnya. Termasuk ketika berargumentasi menghadapi kaum yang menentang ajarannya seperti disinggung dalam surah Al An'am ayat 83,

وَΨͺΩΩ„Ω’ΩƒΩŽ Ψ­ΩΨ¬Ω‘ΩŽΨͺΩΩ†ΩŽΨ§ Ψ’ΨͺΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽΨ§Ω‡ΩŽΨ§ Ψ₯ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩŽΨ§Ω‡ΩΩŠΩ…ΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰Ω° Ω‚ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩΩ‡Ω ۚ Ω†ΩŽΨ±Ω’ΩΩŽΨΉΩ دَرَجَاΨͺٍ Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ω†ΩŽΨ΄ΩŽΨ§Ψ‘Ω Ϋ— Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩŽΩƒΩŽ Ψ­ΩŽΩƒΩΩŠΩ…ΩŒ ΨΉΩŽΩ„ΩΩŠΩ…ΩŒ

Artinya: "Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui."

Dengan kecerdasan sebagai sifat wajib bagi para rasul, mustahil bila mereka memiliki sifat baladah. Secara bahasa, baladah sendiri mengandung arti bodoh.



(rah/row)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads