Rukun Haji dan Umrah agar Ibadah Dapat Bernilai Sah

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 19 Mei 2022 18:00 WIB
Ilustrasi ibadah haji dan umrah
Ilustrasi. Seperti apa rukun haji dan umrah sebagai syarat sah ibadah? (Dok. detikcom)
Jakarta -

Rukun haji dan umrah adalah rangkaian amalan yang wajib dilakukan oleh jemaah haji dan umrah. Sebab, pelaksanaan rukun tersebut menentukan keabsahan dari ibadah haji dan umrah yang tengah dikerjakan.

Hukum menunaikan ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu, seperti dijelaskan dalam surat Ali 'Imran ayat 97,

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."

Sementara itu, hukum ibadah umrah dalam Islam masih terdapat khilaf atau perbedaan pendapat di kalangan ulama mazhab. Ada sejumlah kalangan ulama mazhab yang menyebutnya sunnah muakkad untuk dikerjakan sekali seumur hidup, namun ada pula yang justru berpendapat hukumnya wajib.

Rukun Haji dan Umrah

1. Ihram

Mengutip Buku Tuntunan Manasik Haji terbitan Kemenag, ihram secara bahasa memiliki arti mengharamkan. Secara istilah dalam konteks haji dan, ihram diartikan sebagai niat masuk sebelum mengerjakan ibadah haji dan umrah dengan mengharamkan atau menghindari diri dari hal-hal yang dilarang selama ihram.

Bagi seorang muslim yang telah mengucapkan niat ihram haji atau umrah artinya sudah mulai melaksanakan haji dan umrah. Dalam ihram sendiri, ada pakaian ihram khusus yang dikenakan berikut dengan aturannya masing-masing baik bagi jemaah laki-laki maupun perempuan.

Bacaan niat haji dan umrah adalah sebagai berikut:

a. Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

Bacaan latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika Allahumma hajjan

Artinya: "Aku berniat haji dengan berihram karena Allah Ta'ala, aku sambut panggilanMu ya Allah untuk berhaji."

b. Umrah

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة

Bacaan latin: Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika Allahumma 'umratan.

Artinya: "Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta'ala, aku penuhi panggilanMu ya Allah untuk berumrah."

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan amalan rukun yang hanya terdapat pada ibadah haji. Hal ini disebutkan dalam salah satu riwayat hadits dari Abdurrahman bin Ya'mar RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

الحجُّ عرفةُ , فمن اَدْرَكَ لَيْلَةَ عرفةَ قبلَ طُلُوْعِ الفَجْرِ من ليلةِ جُمَعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّـهُ

Artinya: "Haji itu hadir di Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam hari jam'in (10 Dzulhijjah sebelum terbit fajar) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji." (HR At-Tirmidzi).

Secara istilah, wukuf artinya berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram walau sejenak. Tepatnya saat matahari tergelincir pada 9 Zulhijah (hari Arafah) sampai terbit fajar hari nahar atau hari menyembelih hewan kurban pada 10 Zulhijah.

Wukuf dilakukan setelah khutbah wukuf dan sholat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar dalam keadaan tenang dan khusyuk. Selama wukuf, jemaah dapat memperbanyak dzikir, istigfar, sholawat dan doa sesuai sunnah Rasulullah SAW.

3. Tawaf

Tawaf yang menjadi rukun haji dan umrah termasuk dalam kelompok thawaf rukun. Tawaf rukun haji disebut dengan thawaf ifadah atau thawaf ziyarah, sementara untuk pelaksanaan umrah disebut dengan tawaf rukun umrah.

Ibadah tawaf dalam konteks haji dan umrah berarti mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri sesuai dengan syarat sah pelaksanaannya. Putaran keliling dimulai dan diakhiri dari Hajar Aswad.

4. Sa'i

Menurut Imam Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, sa'i adalah rukun haji dan umrah yang harus dikerjakan oleh para jemaahnya. Sa'i sendiri bermakna berjalan dari Safa ke Marwah dengan bolak-balik sebanyak tujuh kali.

Perjalanan tersebut harus dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah dengan syarat dan cara-cara tertentu. Salah satu syarat sebelum mengerjakan sa'i adalah mendahulukannya dengan thawaf.

5. Cukur rambut

Mencukur rambut pada rangkaian haji dan umrah merupakan bagian dari rukun menurut dengan mazhab Syafi'i. Artinya, kegiatan mencukur rambut menjadi penentu keabsahan dari ibadah haji dan umrah.

Bercukur dalam rangkaian haji dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah jemaah melempar Jamrah Kubra yang kemudian disebut dengan tahallul awal. Namun, bercukur juga bisa dilakukan sebelum atau setelah melempar Jamrah Aqabah.

Sementara dalam ibadah umrah, mencukur rambut dilakukan setelah jemaah umrah melaksanakan tawaf dan sa'i. Dalam memotong rambut untuk haji dan umrah memiliki tata caranya yang perlu diperhatikan baik bagi jemaah laki-laki maupun perempuan.

6. Tertib

Hal ini berarti melaksanakan rukun haji https://www.detik.com/tag/rukun-haji dan umrah secara berurutan mulai dari ihram, thawaf, sa'i, lalu bercukur.



Simak Video "Penantian Jemaah Akhirnya Bisa Berangkat Umroh di Tahun Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia