Revolusi Amerika: Latar Belakang, Penyebab, Tokoh hingga Dampaknya

Afifah Rahmah - detikEdu
Jumat, 13 Mei 2022 12:30 WIB
A supporter of Republican presidential candidate Donald Trump holds an American flag as Trump speaks at a campaign rally in Milford, New Hampshire, February 2, 2016. REUTERS/Mike Segar
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (Foto: REUTERS/Mike Segar)
Jakarta -

Revolusi Amerika dilatarbelakangi terjadinya penindasan ekonomi dan politik oleh Inggris di wilayah Amerika Utara yang terjadi pada tahun 1765 - 1783. Sejarah revolusi Amerika ini menjadi momentum dimana terbentuknya negara baru yaitu Amerika Serikat yang terlepas dari jajahan Inggris.

Kala itu, kerajaan Inggris dinilai campur tangan terkait urusan negara bahkan memaksa penduduk Amerika agar membeli dan menjual barang-barang hanya kepada Inggris. Hal tersebut bertentangan dengan ideologi ekonomi yang dianut rakyat koloni Amerika.

Tak hanya itu, terdapat beberapa faktor penyebab lain yang menjadi latar belakang terjadinya revolusi Amerika. Dampak yang ditimbulkan dari revolusi ini pun cukup besar secara global. Bahkan di wilayah Eropa, revolusi Amerika menjadi inspirasi terjadinya revolusi Perancis.


A. Latar Belakang Terjadi Revolusi Amerika

Dalam buku Sejarah Revolusi-Revolusi Besar Dunia yang disusun oleh Yuliani (2020), disebutkan bahwa penduduk asli Amerika adalah suku bangsa Maya di Amerika Tengah, Aztecs di México, Inka di Perú, Chibcha di Kolombia, Sioux-Apache-Cheyenne di Amerika Utara.

Sekitar tahun 981 M, bangsa Noor dari Norwegia atau dikenal dengan sebutan Viking menjadi orang kulit putih pertama yang datang dan mendiami benua Amerika.

Awal mula kronologi revolusi Amerika adalah ketika di tahun 1492, Christopher Columbus yang sering kita kenal sebagai penemu benua Amerika, sampai di Kepulauan Bahama, Kuba, dan Santo Domingo.

Columbus mengira ia sampai di India sehingga penduduk pulau tersebut disebut sebagai Indian. Setelah kedatangannya, banyak orang Spanyol hingga Portugis berdatangan ke Amerika. Bahkan Mexico berhasil mengambil Amerika Tengah dan Spanyol menjajah Amerika Selatan.

Hanya Amerika Utara yang belum diduduki koloni negara manapun. Oleh karenanya, di abad ke-17, terjadi perebutan Amerika Utara oleh Perancis, Inggris, dan Belanda. Kedatangan koloni Eropa memicu berbagai polemik dan menjadi penyebab terjadinya revolusi Amerika.


B. Penyebab Revolusi Amerika

Koloni Inggris berhasil menduduki sepanjang pantai Timur Amerika Utara, bersama negara Eropa lainnya koloni-koloni mulai berebut untuk menguasai wilayah Amerika. Berikut penyebab terjadinya revolusi Amerika.

  • Perang Tujuh Tahun

Perebutan kekuasaan antara koloni Inggris dan Perancis berujung pada perang. Hal ini didasari pada pelanggaran yang dilakukan Inggris untuk memperluas kekuasaannya ke wilayah jajahan Perancis. Terjadilah perang selama tujuh tahun yaitu pada 1756 - 1763 yang berakhir dengan kemenangan Inggris.

  • Pemberlakuan Pajak yang Membebani Rakyat

Kerajaan Inggris memberlakukan pajak kepada penduduk Amerika. Pemberlakuan ini terjadi karena Inggris butuh mengisi kas negara yang kosong setelah menyelesaikan perang selama 7 tahun melawan Perancis.

Pajak yang berlaku misalnya pajak teh dan pajak gula. Rakyat Amerika terbebani, ditambah tidak ada perwakilan di parlemen Inggris. Hal ini memicu perlawanan mereka yang mulai pada tahun 1765.

  • Munculnya Pemahaman Kebebasan

Tekanan koloni Amerika dari segi ekonomi, sosial, politik, bahkan agama yang diterapkan Inggris menciptakan koloni baru yang didirikan oleh penduduk pelarian.

Mereka bertujuan untuk memerdekakan dan membentuk dunia baru yang terbebas dari Inggris. Peristiwa ini berawal dari pengaruh paham liberalisme yang dibawa John Locke.

  • The Boston Tea Party

Puncak revolusi Amerika terjadi karena dipicu peristiwa The Boston Tea Party pada 16 Desember 1773. Akibat kekecewaan orang-orang Amerika, mereka serempak membuang muatan teh ke laut hingga membuat pemerintah Inggris marah dan terjadilah pertempuran sebagai awal revolusi Amerika.


C. Akhir dari Revolusi Amerika

Thomas Jefferson sebagai pemimpin rakyat koloni di Amerika mengadakan kongres yang dihadiri negara-negara bagian pada tahun 1776. Ia mengumumkan deklarasi kemerdekaan atau pernyataan merdeka sekaligus protes kepada pemerintah Inggris.

Tak tinggal diam, pemerintah Inggris menyikapinya dengan keras sehingga terjadi perang kemerdekaan Amerika Serikat pada tahun 1776 - 1783. Rakyat koloni Amerika dipimpin George Washington berhasil mengalahkan pasukan Inggris pada pertempuran di Lexington.

Pasukan Amerika juga dibantu oleh Perancis dan Belanda yang mengirimkan sejumlah pasukan dan senjata. Akhirnya di tahun 1781 Inggris menyerang dan tahun 1783 Amerika dan Inggris menyepakati perjanjian Versailles tentang pengakuan kemerdekaan Amerika Serikat.


D. Dampak Revolusi Amerika pada Dunia

Revolusi Amerika berpengaruh besar di dunia terutama terkait penerapan hak asasi manusia dan demokrasi. Pasalnya, peristiwa ini merupakan peperangan untuk mempertahankan kebebasan, kemerdekaan, dan penghormatan terkait hak asasi manusia.

Tokoh yang memperjuangkan hak asasi manusia adalah Abraham Lincoln sebagai Presiden Amerika Serikat yang menentang perbudakan.

Selain itu, di Indonesia sendiri Revolusi Amerika berpengaruh pada pergerakan nasional dan munculnya paham terkait hak segala bangsa untuk merdeka dan berdaulat.



Simak Video "Kolonel Garda Revolusi Iran Ditemukan Tewas Ditembak"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia