Mengapa Belum Ada Kloning Manusia? Profesor dari Stanford Beri Penjelasan

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 10 Mei 2022 21:00 WIB
Ilustrasi gambar sama
Foto: Getty Images/iStockphoto/neklai
Jakarta -

Pada tahun 1996, seekor domba bernama Dolly lahir sebagai kloning mamalia pertama di dunia. Penemuan ini membuat banyak orang yakin suatu saat akan lebih banyak hasil kloning yang lain, terutama manusia. Sebelumnya, apa itu kloning?

Menurut National Human Genome Research Institute (NHGRI), kloning merupakan suatu proses untuk menghasilkan salinan genetik yang identik dari suatu entitas biologi. Selain itu, kloning juga dapat dimodifikasi sehingga menghasilkan individu lain yang lebih 'sempurna'.

Setelah Dolly, banyak hewan lain yang lahir dari hasil kloning, seperti kucing, rusa, hingga serigala. Jika akan dibuat kloning manusia, kira-kira apa teknik yang akan digunakan?

Untuk membuat kloning manusia, Live Science mengatakan percobaan kemungkinan besar akan menggunakan teknik kloning reproduksi. Teknik ini akan menggunakan sel somatik dewasa atau sel kulit. DNA dari sel kulit tersebut akan diletakkan pada sel telur pendonor yang sudah diangkat DNA-nya. Telur kemudian akan mulai berkembang dalam tabung reaksi sebelum ditanamkan ke dalam rahim wanita dewasa.

Namun, para ilmuwan masih belum menemukan alasan yang tepat untuk membuat kloning manusia.

"Saya pikir tidak ada alasan bagus untuk membuat klon (manusia)," ujar Hank Greely dikutip dari Live Science.

"Kloning manusia adalah tindakan yang sangat dramatis dan merupakan salah satu topik yang mendorong adanya bioetika Amerika," tambahnya.

Profesor hukum dan genetika dari Universitas Stanford itu mengatakan kekhawatiran etis seputar kloning manusia banyak dan beragam. Potensi masalah dari kloning mencakup risiko psikologis, sosial dan fisiologis (kebutuhan dasar seperti keamanan). Selain itu, kloning juga dapat menyebabkan kemungkinan kematian yang sangat tinggi.

Menurut Britannica, kloning juga dapat digunakan oleh pendukung eugenika. Eugenika adalah kelompok orang yang mendukung pembuangan orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Seperti yang dilakukan diktator Jerman Adolf Hitler.

Lebih lanjut, kloning dapat dianggap melanggar prinsip-prinsip martabat manusia, kebebasan dan kesetaraan. Bagaimana menurutmu, detikers?



Simak Video "Cara Agar Bisa Lebih Bahagia Menurut Sains"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia