detikKultum Ustaz Das'ad Latif: Jati Diri Muslim Seperti Lebah

Fahri Zulfikar - detikEdu
Minggu, 01 Mei 2022 17:30 WIB
Jakarta -

Salah satu hewan yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur'an adalah lebah. Apa alasannya? Ustaz Das'ad Latif menjelaskan kaita lebah sebagai perumpamaan jati diri seorang muslim.

Rasulullah SAW Bersabda:

"Perumpamaan seorang Mukmin bagaikan lebah, ia tidak makan kecuali yang baik dan tidak memberi kecuali yang baik." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Adapun perumpamaan ini didasarkan pada karakter lebah yang patut menjadi teladan dalam hidup umat islam. Berikut ini karakter lebah yang menjadi perumpamaan umat islam.

Karakter Jati Diri Lebah:

1. Apa yang diminum lebah adalah yang baik-baik

Yang diminum lebah adalah saripati madu. Artinya umat Islam juga mencari nafkah dan memakan hanya yang baik dan halal.

"Silakan mencari nafkah untuk kesejahteraan hidup. Namun, harus ingat caranya harus baik dan halal," ucapnya dalam detikKultum detikcom, Minggu (1/5/2022)

2. Apa yang dikeluarkan lebah juga yang baik-baik

Karakter lebah yang menjadi jati diri umat muslim selanjutnya adalah dengan melihat madu sebagai hal yang dikeluarkan lebah.

Dalam perumpamaan ini artinya jika orang islam yang dimakan baik maka yang dikeluarkan baik. Minimal satu adalah tutur kata.

"Orang yang baik agamanya, tutur katanya lembut dan menyenangkan orang lain. Apa yang didengar orang pasti menyenangkan. Tidak ada orang muslim sejati yang memaki, apalagi menghasut dan memecah belah umat,' jelas Ustaz Das'ad Latif.

"Orang yang baik agamanya, akhlaknya baik, tutur kata dan perilakunya pun baik," imbuhnya.

Selain tutur kata, hal yang dikeluarkan salah satunya juga perilaku. Hal ini berkaitan dengan ungkapan bahwa puncak dari semua ilmu adalah adab.

Bahkan Rasulullah SAW pernah ditanya: "Ya Muhammad untuk apa kau hadir di muka bumi ini?"


Lalu Rasulullah menjawab, "li utammima makarimal akhlaq" yakni untuk memperbaiki akhlak manusia.

"Maka saya heran kalau ada orang mengaku ahli agama/tokoh agama tapi tutur katanya jelek. Perilaku kepada orang tidak bagus dan kelakuannya merugikan orang yang ada di sekelilingnya," tuturnya.

"Sesungguhnya ia bagian orang-orang yang tidak sempurna keagamaannya. Karena agama hadir untuk memperbaiki akhlak manusia," sambungnya.

Ustaz Das'ad Latif menegaskan bahwa lebah itu yang dia makan dan yang dikeluarkan adalah baik. Semua manfaat dan begitulah semestinya orang Islam.

3. Di mana lebah hinggap tidak ada ranting yang patah

Saat lebah hinggap di pepohonan, maka tidak akan ada pohon yang rusak. Artinya umat Islam pantang menjadi biang kerok, pengganggu dan sampah masyarakat.


"Umat Islam yang baik kehadirannya menyenangkan orang lain, dirindukan orang lain. Jangan sampai kehadiran kita jadi momok bagi orang lain, ketiadaan kita menjadi rahmat bagi orang sekeliling kita. Sungguh bencana besar," papar Ustaz Das'ad Latif.

Maka dari itu, pribadi dan jati diri seorang muslim di mana saja berada, harus menjadi rahmat bagi orang lain atau yang dikenal dengan Rahmatan lil alamin.

4. Jangan coba-coba ganggu

Karakter lebah selanjutnya adalah pantang untuk diganggu. Bahkan sekalipun sudah menyelam, dia tetap ditunggu.

Dalam hal ini, artinya umat muslim prinsipnya tidaklah mencari musuh tapi ketemu musuh pantang mundur. Tidak menjadi biang kerok, tapi kalau diganggu, umat muslim akan mati membela agamanya.

Ustaz Das'ad Latif turut mengajak umat Islam semua untuk menjadi pribadi baik yang seperti karakter tawon.

"Mari wujudkan seperti yang disampaikan Rasulullah "مَثَل المؤمن مَثَل النحلة" yang berarti perumpamaan orang islam itu seperti lebah, yang dia makan baik-baik, yang dikeluarkan baik-baik, tidak menjadi sampah masyarakat, dan pengganggu lingkungan serta jangan coba-coba diganggu karena ketika terganggu dia akan membela dengan segala harkat dan martabat," ajaknya.

Yuk tonton DetikKultum Ustaz Das'ad Latif: Jati Diri Muslim Seperti Lebah DI SINI.

(faz/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia