Masha Allah atau Masya Allah, Mana yang Benar?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 29 Apr 2022 04:00 WIB
Ilustrasi Al Quran
Foto: Dok. Shutterstock/Masha Allah atau Masya Allah, Mana yang Benar?
Jakarta -

Penggunaan kata Masha Allah atau Masya Allah kerap kali ditemukan dalam pemakaian sehari-hari. Namun, penggunaan dalam bentuk tulisannya mungkin masih dirasa membingungkan bagi sebagian umat muslim.

Masha Allah atau Masya Allah, Mana yang Benar?

Kata tersebut termasuk dalam bahasa Arab yang harus ditulis dalam bentuk transliterasi ke dalam bahasa Indonesia. Transliterasi sendiri dimaknai sebagai sebagai pengalihan huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain, seperti dikutip dari Sejarah Penulisan Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia terbitan Perpustakaan Nasional RI.

Pemerintah kemudian mengeluarkan Keputusan Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nomor 158 Tahun 1987 Nomor 0543b/U/198. Pembakuan pedoman ini disusun sedemikian rupa agar mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, penulisan kata yang tepat adalah Masya Allah bukan Masha Allah. Hal ini juga sesuai dengan penulisan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring yang menetapkan Masya Allah sebagai kata baku.Bentuk bahasa Arab dari kata Masha Allah atau Masya Allah adalah مَا شَاء اللَّهُ yang menggunakan huruf hijaiyah syin. Bila dilihat dari ketentuan transliterasi dari Kemenag dan Kemendikbud, huruf hijaiyah syin ditulis menjadi sy dalam bentuk latinnya.

"masya Allah /ma·sya Allah/ kata seru untuk menyatakan perasaan heran, sayang, dan keterkejutan (maknanya 'apa yang dikehendaki Allah')," bunyi keterangan dari KBBI, dikutip Kamis (28/4/2022).

Bicara tentang penulisannya juga memiliki kaitan erat dengan penggunaannya. Mengutip arsip pemberitaan detikcom yang menukil pernyataan Syekh Abdul Aziz bin Baz, penggunaan kata Masya Allah disyariatkan ketika seorang muslim melihat sesuatu yang membuatnya takjub.

Landasannya dari firman Allah SWT dalam surat Al Kahfi ayat 39 yang menyerukan bacaan, 'Masya Allah, la quwwata illa billah' kala memasuki kebun yang tumbuh subur. Allah SWT berfirman,

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا

Bacaan latin: Walau lā iż dakhalta jannataka qulta mā syā`allāhu lā quwwata illā billāh, in tarani ana aqalla mingka mālaw wa waladā

Artinya: "Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan "Masya Allah, la quwwata illa billah" (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu,"

Semoga penjelasan penulisan Masha Allah atau Masya Allah di atas dapat mudah dipahami ya, detikers.



Simak Video "KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia