ADVERTISEMENT

Doa Lailatul Qadar Lafal Arab-Latin Lengkap Beserta Artinya

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 29 Apr 2022 13:45 WIB
One day One Hadits Doa malam Lailatul Qadar
Bacaan Doa Lailatul Qadar Arab-Latin dan Arti. Foto: Zaki A/detikcom
Jakarta -

Doa lailatul qadar dibaca pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Rasulullah pun melalui hadisnya menganjurkan umatnya untuk memanjatkan doa, sebab berdoa pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan kepada Allah SWT dapat menghadirkan pengampunan dosa pada masa sebelumnya dan yang akan datang.

Inilah bunyi hadis tersebut:

Hadits doa lailatul qadar sesuai sunnahHadits doa lailatul qadar sesuai sunnah Foto: Buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH Sulaeman Bin Muhammad Bahri

Artinya: "Barang siapa yang pada malam lailatul qadar mengerjakan ibadah dan berdoa dengan penuh keimanan yang dipersembahkan semata-mata untuk Allah, akan diampuni dari segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang," (HR Ahmad dan Thabrani).

Pada malam lailatul qadar, para malaikat turun ke Bumi untuk mengatur berbagai urusan. Mengenai hal ini juga termaktub dalam surat Al Qadar ayat 3 sampai 5, yaitu:

(3) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
(4) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
(5) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Dengan sebab demikian, malam lailatul qadar menjadi momentum mustajab untuk memanjatkan doa. Imam As Syaukain dalam Kitab Tuhfatud Dzakirin, seperti dikutip dari Induk Doa dan Dzikir oleh Nasrullah turut mengutarakan hal ini.

Doa Lailatul Qadar

Rasulullah SAW pernah mengajarkan bacaan doa lailatul qadar yang di dalamnya berisi permohonan keselamatan dunia dan akhirat.

Doa tersebut kemudian diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah dalam Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi. Dalam hadisnya, Aisyah RA mengucapkan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: "Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?" Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, "Ucapkanlah, Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku),'" (HR Tirmidzi)

Lafal Doa Lailatul Qadar dalam Arab dan Latin

Merujuk pada hadis di atas, maka potongan doa lailatul qadar berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."

Sebagaimana ditafsirkan Kementerian Agama, dalam ayat ketiga surat Al Qadar, Allah SWT menjelaskan bahwa malam lailatul qadar memancarkan cahaya hidayah yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia. Melaksanakan ibadah pada malam seribu bulan ini mempunyai keutamaan akan kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik.

Selain membaca doa lailatul qadar, umat muslim juga bisa melakukan iktikaf di masjid dan mendirikan ibadah salat. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 125 mengenai iktikaf, yang berbunyi:

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud."

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya:

"Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh iman dan muhasabah, dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Ahmad/Tabrani)

Arif M. Riswanto dalam Mukjizat Lailatul Qadar menafsirkan hadis di atas sebagai anjuran menjalankan salat. Tafsirannya diperkuat oleh Said ibn Al-Mussayab yang berkata, "Barang siapa yang shalat isya pada Lailatul Qadar, berarti dia telah mendapatkan bagiannya."

Para ulama Mazhab Syafi'i pun menganjurkan memperbanyak amalan lain seperti membaca Al Quran dan berzikir pada waktu dan tempat yang dimuliakan.

Dalam Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi tertulis, "Disunnahkan ketika menjumpai lailatul qadar untuk memperbanyak berdoa dengan doa di atas, dan disunnahkan memperbanyak membaca Al-Qur'an, zikir-zikir, dan doa-doa yang disunnahkan dalam syar'i."

Melalui pengamalan doa lailatul qadar dan berbagai ibadah lainnya, semoga malam-malam terakhir kita di bulan Ramadan ini membawa keberkahan. Aamiin.



Simak Video "Cara Menggapai Lailatul Qadr"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/faz)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia