Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua, Bacaan Singkat Sesuai Sunnah

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 28 Apr 2022 03:00 WIB
Warga melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukarame, Jumat (1/4/2022) pagi.
Ilustrasi ziarah kubur, bagaimana bacaan doa ziarah kubur untuk orang tua sesuai sunnah? (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Doa ziarah kubur singkat dapat dinukil dari sejumlah keterangan hadits. Meski tidak ada kekhususan tertentu, namun bacaan doa yang diajarkan Rasulullah SAW dapat diaplikasikan saat berziarah ke makam orang tua.

Mendoakan ahli kubur ini pun sebetulnya pernah dicontohkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Beliau menganjurkan sahabatnya untuk mendoakan sang ahli kubur agar diberi ampunan,

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

Artinya: "Mintakan ampun untuk saudara kalian semua danmintakanlah agar dia kokoh karena dia sekarang sedang ditanya," (HR Abu Daud, al Hakim, dan alBaghawi).

Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq menjelaskan, dalil tersebut juga berlaku bagi peziarah untuk melafalkan doa ziarah kubur. Ini bacaan doa ziarah kubur sesuai sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya seperti diriwayatkan dari Buraidah.

Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Tata Caranya

A. Doa ziarah kubur singkat untuk orang tua dan artinya

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Bacaan latin: Assalamu 'alaikum ahlad diyaari minal mu 'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa alloohu bikum laahiquun, nas 'alullooha lanaa wa lakumul 'aafiyah

Artinya: "Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian semua," (HR Muslim).

Tidak hanya membaca doa ziarah kubur untuk orang tua, peziarah juga dapat mengamalkan tata cara ziarah kubur sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

B. Tata cara ziarah kubur untuk orang tua

1. Mengucapkan salam pada ahli kubur

Mengutip buku Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfianiata, peziarah disunnahkan mengucap salam kepada ahli kubur. Salam ini hendaknya dibaca dengan menghadap pada arah wajah ahli kubur.

2. Membaca istigfar

3. Membaca doa dan surat pendek

Menurut keterangan hadits, Rasulullah pernah menziarahi kuburan sahabatnya dan memohon ampunan untuk mereka. Dibolehkan untuk mengangkat tangan ketika membaca doa ziarah kubur dan disarankan untuk menghadap kiblat.

Kemudian diiringi dengan membaca surat pendek seperti, surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas. Dengan membaca surat pendek, orang yang hadir diharapkan mendapat pahala. Sementara bagi almarhum diharapkan akan mendapat rahmat.

4. Tidak memakai sandal di kuburan

Saat berziarah disunnahkan untuk tidak memakai alas kaki saat berjalan di atas kuburan. Hal ini bertujuan untuk menghormati penghuni kuburan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، أَلْقِ سِبْتِيَّتَكَ! فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلَ اللهِ، خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

Artinya: "Wahai orang yang memakai sandal, celaka engkau, lepaslah sandalmu! Lalu orang itu melihat dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya," (HR Abu Daud).

Pengecualian untuk tanah kuburan yang bersifat panas, basah, dan sebagainya. Ada ketentuan keringanan untuk memakai sandal.

5. Tidak duduk dan berjalan di atas kuburan

Saat melakukan ziarah kubur, Rasulullah SAW melarang peziarah untuk menduduki atau menginjak pusara kuburan. Beliau bersabda:

لأنْ يَجْلِسَ أحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ، فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Artinya: "Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim).

6. Boleh menangis selama tidak berlebihan

Menangis saat melakukan ziarah kubur diperbolehkan karena Rasulullah SAW pun pernah menangis ketika melakukan ziarah kubur ibunya. Namun, hendaknya tidak berlebihan hingga meratap, meraung-raung, atau menangis hingga merobek baju sendiri.

7. Menyiram air di atas kuburan

Kegiatan menyiram air di atas pusara kuburan saat berziarah diperbolehkan. Berdasarkan salah satu hadits yang berbunyi:

أن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) رش على قبر ابراهيم ابنه ووضع عليه حصباء

Artinya: "Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya." (HR Abu Daud).

Amalan ziarah kubur juga memiliki keutamaan bagi sang ahli kubur. Menurut Rasulullah SAW dalam hadits yang dikisahkan Aisyah RA, ahli kubur yang diziarahi akan merasa senang bila kerabatnya duduk hingga kerabatnya meninggalkan kuburan.

Untuk itulah, membaca doa ziarah kubur singkat untuk orang tua sesuai sunnah juga merupakan salah satu bagian agar amalan baik tersebut dapat membawa keutamaan bagi sang ahli kubur.



Simak Video "Polisi India Tembak Mati 2 Pedemo soal Pelecehan Nabi Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia