Pengamat Unair: Potensi Krisis Air Bersih di IKN Sangat Rendah, Asal....

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 27 Apr 2022 16:30 WIB
Apa Itu IKN Nusantara? Pengertian dan Tujuannya untuk Indonesia
Solusi ketersediaan air bersih IKN menurut pengamat Unair. Foto: Istana Negara di Ibu Kota Baru (Dok. Instagram Nyoman Nuarta)
Jakarta -

Kawasan Ibu Kota Negara Baru (IKN) diketahui mempunyai curah hujan tahunan yang sangat tinggi, yaitu 2.223 milimeter. Selain itu, air permukaan seperti, waduk, embung, dan sungai juga cukup banyak.

Menurut pengamat dari Universitas Airlangga (Unair), Nurina Fitriani, berbagai hal ini adalah potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi ketersediaan air bersih. Asalkan, dapat dikelola dengan baik.

Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair itu menyebut, potensi krisis air bersih di IKN sangat rendah ketika pengelolaannya tepat. Oleh sebab itu, dia berharap pengembangan IKN berprinsip atas tiga konsep dalam UU Nomor 3 Tahun 2022, yaitu kota hutan, kota spons, dan kota cerdas.

"Karena solusi permasalahan air ini ada pada dua dari tiga konsep pengembangan IKN, yakni kota hutan dan kota spons," ucap dosen FST itu, sebagaimana dikutip dari situs Unair pada Rabu (27/4/2022).

IKN Bisa Terapkan Kota Hutan atau Kota Spons

Nurina menjelaskan, ketersediaan air di dalam tanah tidak bisa dilepaskan dari adanya hutan, sebab hutan adalah regulator sistem hidrologi. Fungsinya tidak hanya menyimpan, melainkan juga menyaring dan membersihkan air untuk selanjutnya disimpan dalam akuifer.

"Oleh karena itu, pembangunan yang merujuk pada konsep kota hutan adalah salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan air bersih di IKN nantinya," ujar Nurina.

Dia pun berharap, wilayah IKN yang 80 persen berupa hutan itu nantinya dibiarkan tetap alami agar bisa memenuhi ketersediaan air di sana.

"Biarkan tetap alami dan terjaga, jangan dibabat kemudian dialihfungsikan untuk hutan sawit," imbuhnya.

Konsep kota spons menurutnya sesuai untuk diterapkan terhadap IKN karena curah hujan wilayah tersebut sangat tinggi. Pengertian kota spons adalah model konstruksi perkotaan untuk menjaga agar air hujan tidak langsung turun ke laut. Hal itu bisa dilakukan dengan membangun embung serta sumur resapan air.

Tak hanya itu, kota spons juga menerapkan rainwater harvesting yang artinya mengumpulkan dan menyimpan air hujan dalam skala rumah tangga. Metode ini mungkin dilakukan karena telah diaplikasikan di sejumlah negara seperti Spanyol, India, China, juga Belgia.

Air yang sudah dikumpulkan itu kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari melalui filtrasi sederhana. Filter bisa dibuat dengan bahan yang gampang ditemukan, misalnya kerikil, genteng, ijuk, pasir, batu-batuan, dan arang.

"Air penyaringan sudah bisa langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari. Namun, tidak untuk diminum secara langsung," lanjutnya saat membahas potensi sumber air IKN.



Simak Video "Jokowi Kerahkan 200 Ribu Pekerja untuk Pembangunan IKN 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia