Lebaran 2022: Arti, Makna, dan Sejarah hingga Identik dengan Idul Fitri

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 27 Apr 2022 17:00 WIB
Hari raya malay muslim family in traditional clothing bonding family reunion on Hari Raya Aidilfitri / Eid-Ul-Fitr celebration in living room
Ilustrasi. Seperi apa sejarah dan asal usul kata Lebaran? (Getty Images/Edwin Tan)
Jakarta -

Lebaran 2022 akan kembali dirayakan masyarakat muslim Indonesia usai melakukan puasa Ramadan. Di Indonesia, Lebaran merujuk pada hari raya Idul Fitri yang bermakna kembali suci usai berpuasa menahan semua nafsu dan saling memaafkan.

Tradisi menyebut Hari Raya Idul Fitri sebagai Lebaran terasa sudah mengakar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebetulnya, seperti apa sejarah kata Lebaran tersebut dan apa kaitannya dengan Idul Fitri?

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Endang Aminudin Aziz, kata Lebaran sebetulnya sudah dituturkan sejak dulu. Namun, penggunaannya tidak hanya terbatas pada masyarakat muslim

"Kata Lebaran selanjutnya mengalami penyempitan hingga merujuk pada selesai puasa Ramadan selama 29-30 hari yang dirayakan dengan Idul Fitri," kata Prof Endang saat dihubungi, Rabu (27/4/2022).

Prof Endang juga menyebut, ada banyak versi mengenai asal usul dari kata Lebaran yang kembali dirayakan pada Lebaran 2022. Termasuk dari salah satu bahasa yang berkembang di Jawa yaitu, bahasa Kawi yang artinya selesai atau tuntas.

Makna tersebut memiliki kaitannya dengan kebiasaan orang Hindu usai melakukan Upawasa. Tradisi upawasa ininmerupakan akar kata puasa dalam bahasa Indonesia yang telah mengalami perubahan morfologis.

"Upawasa dikaitkan dengan menahan lapar haus sesuai tradisi Hindu. Di Islam ada kebiasaan serupa yang disebut shaum atau puasa," terang Prof Endang.

Dalam tradisi Hindu, Upawasa diakhiri dengan sebuah perayaan sebagai simbol menyelesaikan tugas atau niat dalam melakukan tradisi tersebut. Hal inilah yang kemudian disebut dengan Lebaran.

Di samping itu, kata Prof Endang, asal usul kata Lebaran juga berasal dari bahasa daerah lain. Seperti, asal kata dari bahasa Jawa Kuno yang artinya tuntas atau tidak ada tuntutan.

"Dari bahasa Sunda yang artinya selesai. Ada juga lebur yang artinya hancur. Merujuk pada hancurnya dosa-dosa setelah puasa," terang dia.

Meskipun banyak pendapat mengenai asal usul katanya, satu hal yang pasti bahwa kata Lebaran mengusung makna telah selesainya tuntutan dari agama atau kepercayaan masyarakat. Maksud ketuntasan di sini adalah ketuntasan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Mengutip Muhammad Sholeh dalam Etos Diaspora Muslim Indonesia, kata Lebaran juga dapat menjadi sebuah harapan agar hati dan pikiran umat muslim diberi keluasan maupun kelimpah ruahan untuk membuka pintu maaf. Setidaknya kata Lebaran menyimbolkan 4 penguraian maknanya yakni:

1. Lebaran bermakna selesai atau atau terbukanya ampunan.

2. Lebaran bermakna luberan, dalam hal ini berarti meluber atau melimpah yang merupakan simbol ajaran bersedekah untuk orang yang membutuhkan dengan berzakat.

3. Lebaran juga diartikan dengan leburan. Maknanya, melebur kesalahan dengan saling memaafkan atas segala kesalahan.

4. Lebaran bermakna laburan sebagai simbol manusia untuk selalu menjaga kesucian dan kebersihan.



Simak Video "Wapres Minta Mudik Tak Serempak: Nanti Bertumpuk di Jalan"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia