Puasa di Negeri Rantau

Puasa Ramadan di Houston, Bergilir Bikin Menu Buka Puasa untuk Masjid

Anisa Rizki - detikEdu
Minggu, 24 Apr 2022 18:05 WIB
Berbuka puasa di Masjid Istiqlal Houston
Berbuka puasa bersama di Masjid Istiqlal Houston. Foto: IAMC
Jakarta -

Melaksanakan puasa Ramadan di negeri rantau memberikan pengalaman yang mengesankan, begitu pula dengan Hifi Widianingrum. Ia membagikan pengalamannya menjalankan bulan suci Ramadan di Houston, Texas, Amerika Serikat.

Ibu rumah tangga yang kerap disapa Hifi itu, sudah cukup lama tinggal di Houston bersama sang suami. Sekarang beliau menjadi salah satu pengurus Indonesian American Muslim Community (IAMC), organisasi non profit yang mengurus segala kegiatan di Masjid Istiqlal Houston.

Berpuasa selama 16 jam menurutnya sudah jadi makanan sehari hari, terlebih Hifi sudah menetap di Houston selama 18 tahun lamanya. Bahkan ia menuturkan, puasa kali ini tidak selama puasa biasanya yang dapat memakan waktu hingga 18 jam.

"Kita puasanya kurang lebih 14 jam, mulai menjelang jam 6 pagi. Bukanya sekitar jam 7.40 dan 8 malam. Di Amerika tuh memang sesuai season. Kalo winter bisa sama kayak di Indonesia ya 12 jam. Kalo musim panas biasanya 15 jam, tergantung musim." jelas Hifi Widianingrum saat diwawancarai DetikEdu, Jumat (15/04/2022).

Houston sendiri terkenal sebagai salah satu kota di Amerika Serikat dengan penduduk muslim yang banyak. Maka untuk mencari restoran dan makanan halal disana sangatlah mudah.

Saat momen Ramadan seperti ini, Hifi mengatakan kalau restoran-restoran disana sudah menyediakan paket buffet bagi mereka yang ingin berbuka puasa. Tidak hanya restoran, masyarakat Houston juga dapat berbuka di masjid.

"Sekarang kalau mau berbuka itu gampang, bisa ke restoran atau ke masjid. Di Masjid Istiqlal Houston ini kita menyediakan menu berbuka setiap harinya, dilaksanakannya secara budaya Indonesia seperti ada takjil." papar Hifi.

Berbuka puasa di Masjid Istiqlal HoustonBerbuka puasa di Masjid Istiqlal Houston Foto: IAMC

Ia menambahkan, kegiatan berbuka di Masjid Istiqlal Houston dilaksanakan dengan nasi box karena masih masa pandemi. Dulu sebelum pandemi, Masjid Istiqlal ini terkenal dengan the best ifthar in Houston karena selalu menyediakan menu prasmanan untuk berbuka puasa.

Lebih lanjut Hifi mengatakan, kebersamaan Indonesian American muslim disana sangatlah lekat. Uniknya, masing masing dari mereka memiliki grup untuk digilir siapa-siapa saja yang mendapatkan jadwal memasak menu berbuka puasa atau biasa mereka sebut ifthar.

Hifi juga menjelaskan suasana Ramadan di Houston sangat khidmat. Masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah bulan suci dan menghabiskan banyak kegiatan di masjid.

"Suasana puasa Ramadan disini kebersamaannya lekat banget. Orang lebih fokus karena mereka selalu pergi ke masjid. Ifthar di masjid, setelah itu dilanjutkan salat maghrib, baru disambung makan berat. Habis itu isya dan tarawih. Kalau tarawih ramai sekali." jelas Hifi.

Terkait peraturan pandemi, Hifi mengatakan disana sudah tidak ada social distancing. Hanya saja, masyarakat Houston tetap diimbau untuk mengenakan masker.

Menurut Hifi, suasana puasa Ramadan di Houston tidak berbeda jauh dengan Indonesia bahkan cenderung hampir sama. Hanya saja yang membedakan, tidak ada libur Ramadan di Amerika Serikat.

"Perbedaan saat Ramadan disini dan di Indonesia ya tidak semua orang bisa ambil cuti kerja ya. Kadang ada yang habis salat Idul Fitri langsung pulang." tuturnya.

Hifi juga menceritakan, banyak perusahaan besar disana yang mengadakan Ramadan Challenge, biasanya teman kantor yang tidak beragama Islam akan ikut berpuasa satu hari. Lalu menjelang Ramadan juga dikirimkan ucapan Ramadan Mubarak melalui email.



Simak Video "Kembali Buka, Pasar Takjil Benhil Ramai Diserbu Pembeli"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia