Ramadan di Maroko, Tak Ada Tradisi Bukber di Resto dan Penjual Takjil

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Senin, 25 Apr 2022 07:00 WIB
Puasa Ramadan mahasiswa RI di Maroko.
Puasa Ramadan mahasiswa RI di Maroko. Foto: Dok Shofa Alhaq Naqiyya.
Jakarta -

Maroko merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Jika kamu ingin menjalankan puasa Ramadan di Maroko, bersiaplah untuk mendapat pengalaman unik yang hanya bisa didapatkan di sini. Shofa Alhaq Naqiyya menceritakan kisahnya.

Mahasiswa asal Indonesia yang akrab disapa Shofa ini baru pertama kali menjalankan puasa di Maroko. Meski baru menjalani tahun pertama, ia bercerita ada kebiasaan unik yang berbeda dengan Indonesia.

"Pagi-pagi rasanya seperti kota mati, dari habis subuh sampai jam 12 siang. Semua toko tutup. Jalanan sepi. Jam 12 baru toko-toko roti mulai buka, sampai sekitar jam 15 menit atau 30 menit sebelum buka, lalu kota jadi mati lagi." tuturnya pada detikEdu, Selasa (19/4/2022).

Shofa menjelaskan kalau saat waktu berbuka, semua orang akan berbuka di rumah masing-masing. Tradisi buka bersamapun tidak ada. Jika ada, hanya satu atau dua undangan saja dan kegiatan buka bersama akan dilakukan di rumah, bukan di kafe atau restoran.

"Orang Maroko sangat menghargai mengisi waktu berbukanya dengan keluarga," jelas Shofa.

Puasa Ramadan mahasiswa RI di Maroko.Puasa Ramadan mahasiswa RI di Maroko. Foto: Dok Shofa Alhaq Naqiyya.

Lanjutnya, tidak ada orang ramai berjualan untuk menu berbuka. Berbeda dengan puasa Ramadan di Indonesia yang selalu ramai jelang waktu berbuka, jalanan Maroko hanya diisi toko roti.

Hal ini membuat Shofa dan teman-teman harus puas dengan pilihan menu yang terbatas. Untuk mensiasati, Shofa dan rekannya mulai memasak makanan khas Indonesia.

"Sebagai anak kost kami lebih sering inisiatif bikin iftar sendiri, seperti piscok, pisang goreng, ubi kukus, dan semacamnya." jelas Shofa.

Kendati demikian, orang Maroko sangat peduli dengan satu sama lain. Menuju waktu berbuka, tetangga akan saling mengirimkan makanan khas Maroko untuk berbuka, seperti arira, syahma, briwat, dan salu.

"Tetangga-tetangga kami rutin mengirimkan harira terutama," ujar Shofa.

Dalam ibadah Sholat Tarawih, Shofa menjelaskan bahwa Sholat Tarawih di Maroko selalu ramai dengan jamaah.

"Semakin hari semakin padat safnya," ungkap mahasiswa jurusan Islamic Studies Université Sidi Mohamed ben Abdellah itu.

Sambungnya, imam akan membacakan surat hingga setengah juz. Namun hal ini tidak membuat jamaah lelah karena surat dibacakan dengan lantunan suara yang merdu.

Seru sekali puasa Ramadan di Maroko ya, detikers!



Simak Video "Rayan Bocah Maroko Trending di Twitter, Netizen Berduka"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia