Mutiara Ramadan Nasaruddin Umar: Sufi & Ahli Agama pun Bisa Terpedaya Iblis

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 14 Apr 2022 19:45 WIB
Jakarta -

Umumnya, persepsi masyarakat terhadap sosok dengan persona yang memiliki spiritualitas atau ahli spiritual dianggap sebagai orang yang tidak mudah terperangkap oleh godaan iblis atau setan. Lantas, apakah benar demikian?

Prof Nasaruddin Umar melalui Mutiara Ramadan detikcom mengungkapkan jawabannya. Menurutnya, justru yang terjadi adalah sebaliknya yakni, orang dengan spiritualitas tinggi memiliki kecenderungan godaan iblis yang semakin berat pula.

"Para sufi dan ahli agama pun bisa terpedaya. Jangankan itu, Nabi Adam pun juga terpedaya oleh iblis. Tidak ada orang yang bebas iblis. Semakin tinggi martabat spiritual seseorang maka semakin kelas berat Iblis yang menggodanya," kata Prof Nasaruddin Umar dalam Mutiara Ramadan yang tayang pada Kamis (14/4/2022).

Berkenaan hal ini, Imam Besar Masjid Istiqlal ini kemudian mengisahkan seorang perempuan yang hendak berguru dengan seorang kiai pada zaman nabi. Perempuan tersebut pun meminta izin pada pihak sang kiai untuk ikut serta dalam pengajiannya.

Sang kiai itu pun bertanya, kata Prof Nasaruddin, mengenai asal usul dari perempuan tersebut. Hingga diketahui, ternyata perempuan itu adalah sosok orang yang dikenal sebagai perempuan nakal dan kerap menjadi buah bibir di kalangan masyarakat sekitar.

Prof Nasaruddin Umar pun melanjutkan kisahnya, sang kiai yang mendengar hal itu lantas menolak keras keinginan dari perempuan yang hendak berguru padanya itu. "Jangan (biarkan perempuan itu) menghampiri pengajian kita, kita kan orang-orang bersih semua," kata dia menirukan gaya bicara sang kiai.

Berdasarkan penuturan Prof Nasaruddin, Rasulullah SAW pun mengatakan bahwa ternyata perempuan yang hendak berguru tersebut adalah penghuni surga. Sebaliknya, sosok yang ternyata mengaku menjadi kiai itu adalah penghuni neraka.

Menurut mantan Wakil Menteri Agama pertama ini, kisah tersebut menjadi contoh adanya ego spiritual dalam diri seseorang. Ego spiritual inilah yang kemudian merupakan bukti keterpedayaan seorang ahli spiritual.

"Jadi kalau ada orang mengaku-ngaku sebagai wali, orang suci, atau merasa paling tinggi (spiritualitasnya). Itulah contoh orang yang terpedaya," terang dia.

Sebaliknya, ahli spiritual sejati adalah mereka yang justru tidak terlalu banyak dikenal seperti Nabi Khidir. "Ahli spiritual yang sejati tidak ingin populer atau terkenal. Semakin ahli tentang spiritualitas seseorang maka semakin (orang tersebut) takut terhadap popularitas," jelas Prof Nasaruddin Umar.

Untuk itulah, tokoh muslim ini mengingatkan umat muslim untuk tidak menyombongkan tingkat keimanan dan spiritual diri sendiri. Sebab, hal itu bukanlah jaminan agar seseorang terbebas dari godaan iblis.

Selengkapnya tonton Mutiara Ramadan Prof Nasaruddin Umar: Ahli Spiritual yang Terpedaya DI SINI.

(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia