10 Jenis-jenis Awan serta Cirinya, dari Cumulus hingga Cirrus

Afifah Rahmah - detikEdu
Rabu, 13 Apr 2022 09:00 WIB
deretan awan panca roba musim panas ke musih hujan. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
10 Jenis-jenis Awan Beserta Cirinya (Foto: dikhy sasra)
Jakarta -

Awan yang seringkali kita lihat bertebaran di langit memiliki nama dan karakter yang berbeda. Perbedaan ini didasarkan pada bentuk dan ketinggiannya di langit. Kali ini kita akan mengidentifikasi jenis-jenis awan yang perlu detikers ketahui.

Sebelum itu, kita perlu memahami proses terbentuknya awan terlebih dahulu. Dilansir laman Center For Science Education, awan terbuat dari tetesan air atau kristal es yang sangat kecil dan ringan sehingga mampu bertahan di udara.

Tapi, bagaimana bisa air dan es membentuk awan yang naik ke langit? Lalu apa yang membuat berbagai jenis awan terbentuk? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.


Proses Terbentuknya Awan

Jika kita perhatikan bersama, awan memiliki bentuk yang berbeda dan selalu berubah. Hal ini karena bentuknya disesuaikan dengan kondisi atmosfer. Proses pembentukan awan berawal dari uap air yang menguap ke udara.

Ketika di daratan terjadi penguapan dari air laut, danau, sungai atau lainnya akibat kenaikan suhu, terjadi perubahan menjadi uap air yang bergerak di udara. Saat udara naik ke atmosfer, tekanan udara berkurang dan menjadi lebih dingin daripada di daratan.

Nah proses pendinginan ini mampu membuat uap air yang berkumpul kemudian terbentuklah awan dari tetesan air kecil dan es kristal. Perlahan, air yang ada di awan pun akan menguap dan mencair sehingga bentuknya berubah.

Jenis-jenis Awan dan Ciri-cirinya

Menurut NASA, awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es yang tersuspensi di atmosfer yang terbentuk dari air yang mengembun di langit. Awan merupakan bagian penting dari cuaca dan iklim di bumi. Jadi, pengidentifikasian jenis awan ini penting untuk diketahui manusia.


A. Jenis Awan Berdasarkan Ketinggian

Dikutip dari Center For Science Education sebagian besar awan dibagi berdasarkan ketinggian awan di atas permukaan bumi yaitu awan tinggi, sedang, rendah. Berikut penjelasannya:


- Kelompok Awan Tinggi

Berada di ketinggian 5-13 km (16.000 - 43.000 kaki). Contohnya yaitu awan cirrus, cirrostratus, cirrocumulus

- Kelompok Awan Sedang

Berada di ketinggian 2-7 km (7.000 - 23.000 kaki). Contohnya yaitu awan altocumulus, altostratus

- Kelompok Awan Rendah

Berada di permukaan - 2 km (permukaan - 7.000 kaki). Contohnya yaitu awan strato cumulus, stratus, nimbostratus

- Kelompok Awan Perkembangan Vertikal

Berada di permukaan - 13 km (permukaan - 43.000 kaki). Contohnya yaitu cumulus, cumulonimbus

- Kelompok Awan yang tidak biasa

Awan yang terbentuk dengan cara yang unik dan tidak dikelompokkan berdasarkan ketinggian. Contohnya awan lenticular, kelvin-helmholtz, dan mammatus

- Awan Contrails

Berada di ketinggian 5-13 km (16.000 - 43.000 kaki). Contohnya awan contrail.


B. Jenis-jenis Awan dan Cirinya

Dari kelompok awan di atas, kita menemukan banyak nama jenis-jenis awan yang sejatinya memiliki ciri atau karakteristik berbeda satu sama lain. Berikut ini 10 jenis awan yang bisa kamu temukan.


1. Awan Cumulus

Awan cumulus adalah awan yang paling sering kamu lihat dan menjadi simbol dari semua awan. Kamu mungkin sering menggambar awan cumulus saat kecil. Warna awan ini putih, bentuknya halus seperti kembang kol, umumnya ada saat cuaca cerah.

2. Awan Stratus

Awan stratus sering terlihat seperti lembaran putih tipis yang menutupi seluruh langit. Karena sangat tipis, mereka jarang menghasilkan banyak hujan atau salju. Terkadang, di pegunungan atau perbukitan, awan ini tampak seperti kabut.

3. Awan Stratocumulus

Awan stratocumulus adalah awan abu-abu atau putih yang tidak merata yang sering memiliki penampilan seperti sarang lebah gelap. Biasanya ada di cuaca cerah, namun bisa hadir saat badai.

4. Altocumulus

Awan altocumulus memiliki beberapa lapisan putih atau abu-abu yang tidak merata, dan tampaknya terdiri dari banyak baris kecil riak halus. Mereka lebih rendah dari awan cirrus, tetapi masih cukup tinggi. Mereka terbuat dari air cair, tetapi awan ini tidak sering menghasilkan hujan.

5. Nimbostratus

Awan Nimbostratus adalah awan berwarna kelabu gelap yang tampak memudar menjadi hujan atau salju yang turun. Awan ini sangat tebal sehingga sering menghalangi sinar matahari. Biasanya ada saat cuaca mendung dengan hujan atau salju.

6. Altostratus

Awan altostratus adalah awan tingkat menengah abu-abu atau biru-abu-abu yang terdiri dari kristal es dan tetesan air. Awan ini biasanya menutupi seluruh langit menandakan hujan atau salju terus menerus.

7. Cirrus

Awan Cirrus adalah awan halus dan berbulu yang sebagian besar terbuat dari kristal es. Bentuknya yang tipis berasal dari arus angin yang memutar dan menyebarkan kristal es menjadi untaian. Awan ini hadir ketika perubahan cuaca sedang terjadi.

8. Cirrocumulus

Awan Cirrocumulus adalah awan tipis, kadang-kadang tambal sulam, seperti lembaran. Terkadang terlihat seperti penuh riak atau terbuat dari butiran kecil. Jika tinggal di daerah tropis, awan ini bisa menjadi pertanda datangnya badai.

9. Cirrostratus

Awan Cirrostratus adalah awan putih tipis yang menutupi seluruh langit seperti selubung. Awan ini sering terlihat di musim dingin dan dapat menyebabkan munculnya lingkaran cahaya di sekitar matahari atau bulan.

10. Cumulonimbus

Awan cumulonimbus hadir pada hari-hari panas ketika udara hangat dan basah naik sangat tinggi ke langit. Dari jauh, awan ini terlihat seperti gunung atau menara besar.

Dari penjelasan proses pembentukan awan di atas, sekarang kamu sudah mengenal 10 jenis-jenis awan beserta cirinya. Cobalah tengok ke langit dan sebutkan jenis awan apa yang kamu lihat saat ini, detikers?



Simak Video "Kepala BMKG Bicara Fenomena Pawang Hujan di MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia