Siapa Sosok Herawati Diah yang Muncul di Google Doodle?

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 03 Apr 2022 10:15 WIB
Jakarta -

Hari ini, Minggu (3/4/2022) Google Doodle menampilkan sosok Herawati Diah. Apakah detikers mengetahui siapa sosok Herawati Diah?

Herawati Diah adalah tokoh pers Indonesia yang turut mewarnai dunia jurnalistik di Indonesia. Google Doodle menampilkan sosoknya untuk memperingati hari ulang tahunnya, 105 tahun yang lalu.

Herawati Diah bernama asli Siti Latifah Herawati Diah. Ia adalah istri dari tokoh pers Indonesia yang menjadi mantan menteri luar negeri Indonesia B.M Diah.

A. Profil Herawati Diah

Mengutip dari laman CNN Indonesia, Herawati Diah lahir di Belitung, 3 April 1917. Orang tuanya bernama Latip dan Siti Alimah.

Semasa sekolah, Herawati Diah mengenyam pendidikannya di Europeeche Lagere School di Salemba, Batavia. Lalu Herawati melanjutkan pendidikannya ke Jepang.

Saat berkuliah, Herawati belajar di Amerika Serikat. Ia mengambil jurusan pendidikan sosiologi dan ilmu jurnalistik di Barnard College yang berafiliasi dengan Universitas Colombia, New York.

Pada tahun 1942, Herawati pulang ke Indonesia. Herawati bekerja sebagai wartawan lepas di kantor berita United Press International (UPI). Herawati kemudian menjadi penyiar di radio Hosokyoku.

Saat menjadi penyiar, Herawati bertemu dengan B.M Diah. Mereka berdua lalu menggerakkan Harian Merdeka. Mereka juga mendirikan surat kabar berbahasa Inggris, Indonesian Observer pada tahun 1954.

Herawati Diah menorehkan beragam prestasi salah satunya Lifetime Achievement atau Prestasi Sepanjang Hayat dari PWI Pusat.

Herawati memiliki hobi bermain bridge. Ia bermain bridge dua kali seminggu. Bahkan di usia senjanya ia mengikuti turnamen bridge.

Hewrawati tutup usia Di Rumah Sakit Medistra, Jakarta karena sudah sepuh dan mengalami pengentalan darah pada 30 September 2016. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, di samping makam suaminya, B.M. Diah.

B. Media Keluarga Herawati Diah

Herawati Diah patut dikenang sebagai sosok jurnalis perempuan yang berjasa atas media di Indonesia. Saat itu tak mudah menemukan pers perempuan yang peduli dengan gerakan perempuan, ketika Indonesia telah merdeka selama 25 tahun.

Melansir dari buku Seabad Pers Perempuan Bahasa Ibu, Bahasa Bangsa karya Devi Kusumastuti P, dkk pada tahun 70an, ada perubahan yang terjadi dalam tubuh pers perempuan Indonesia. Orientasi kemunculan media-media baru juga mengarah ke Barat.

Keluarga Herawati Diah lalu mendirikan majalah Keluarga yang memiliki motoo "untuk ibuk, bapak, dan anak". Majalah ini didirikan oleh ibu dari Herawati Diah yaitu S.A. Latip.

Ide penerbitan majalah ini diawali pada tahun 1938. Awalnya mereka menerbitkan majalah perempuan bulanan yang diberi nama Doenia Wanita. Kemudian ide tersebut dimantapkan dengan kelahiran penerbitan Keluarga pada tanggal 1 Desember 1952.

Majalah ini diterbitkan setiap pada tanggal 1 awal bulan. Setelah itu keluarga Herawati mendirikan Yayasan Keluarga pada tanggal 30 September 1954.

Awak media Keluarga diketuai oleh Herwati Diah yang dibantu oleh ibunya, Siti Kardinah Suparmin, Tini Soekardono, S.K Abdurachman, Retnowati Sudjono, serta Rukmini Soedirdjo.

Nah itulah sepenggal kisah Herawati Diah, sosok yang muncul di Google Doodle hari ini.

(atj/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia