Efek Doppler: Pengertian, Rumus, dan Kegunaannya

Afifah Rahmah - detikEdu
Senin, 28 Mar 2022 14:30 WIB
Petugas mengevakuasi warga yang melintasi banjir di Jalan Panjang di Kedoya Green Garden, Jakarta Barat, menggunakan Mobil pemadam kebakaran. Banjir memutus Jalan yang menghubungkan daerah Kebon Jeruk Dan Daan Mogot ini.
Bunyi sirene mobil pemadam kebakaran semakin mendekat ke arah kita, frekuensi suaranya semakin jelas. Ini bisa dijelaskan lewat efek Doppler. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Dalam kehidupan sehari-hari, contoh fenomena efek Doppler dapat kita temukan misalnya saat mendengar bunyi sirene mobil pemadam kebakaran dari kejauhan.

Semakin mendekat ke arah kita, frekuensi suaranya semakin jelas dan sebaliknya. Peristiwa ini terjadi karena adanya perbedaan frekuensi yang didengar dan dihasilkan.

Bagaimana efek Doppler terjadi, apa rumus efek Doppler? Lalu, apakah ada kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut penjelasannya.

Apa itu Efek Doppler?

Efek Doppler pertama kali dikemukakan oleh Christian Johann Doppler di tahun 1942, seperti dilansir A New Doppler Effect: Germany 2012 karya Florian Petrescu (2012).

Fisikawan asal Austria tersebut mengatakan bahwa efek Doppler adalah fenomena saat terjadi perubahan frekuensi gelombang karena adanya perpindahan sumber dan detektor/pendengar.

Frekuensi akan semakin tinggi jika detektor mendekat ke arah sumber, begitupun sebaliknya.

Dalam hal ini, efek Doppler menunjukkan perubahan panjang gelombang yang ditangkap akibat adanya gerakan relatif dari pengamat maupun sumber gelombang.

Seperti contoh suara sirene mobil pemadam kebakaran di atas, efek Doppler terjadi saat sumber suara bergerak ke arah pendengar atau sebaliknya.

Berbeda jika pendengar diam mendengar suara dari sumber suara yang diam, frekuensi suara yang kita dengan sama dengan suara yang dihasilkan sumber.

Efek Doppler dalam fisika didefinisikan sebagai peningkatan atau penurunan frekuensi pada suara, cahaya, atau gelombang lain ketika sumber dan pengamat bergerak menuju atau menjauh satu sama lain.


Rumus Efek Doppler

Rumus atau Formula Efek DopplerRumus atau Formula Efek Doppler Foto: dok detikEdu

atau

fp = [(v ± vp) / (v ± vs)] × fs

keterangan:

fp: frekuensi yang didengar oleh pendengar (Hz)

fs: frekuensi yang dikeluarkan oleh sumber suara (Hz)

v: kecepatan suara di udara (m/s)

vp: kecepatan pendengar -jika bergerak- (m/s)

vs: kecepatan sumber suara -jika bergerak- (m/s)


Tanda ± dalam rumus artinya dapat berlaku positif (-) maupun negatif (-), dengan melihat kondisi pendengar dan sumber gelombang suara. Berikut beberapa perjanjian dan ketentuan pemakaian tanda plus minus tersebut.


- vp bernilai + (positif) apabila si pendengar mendekati sumber suara

- vp bernilai - (negatif) apabila si pendengar menjauhi sumber suara

- vs bernilai + (positif) apabila sumber suara menjauhi pendengar

- vs bernilai - (negatif) jika mendekati pendengar


Kegunaan Efek Doppler

Tak hanya berlaku untuk gelombang suara, efek Doppler juga bekerja untuk semua jenis gelombang termasuk cahaya. Efek Doppler diaplikasikan pada sirene, radar, pengukuran aliran darah, komunikasi satelit, audio, pengukuran getaran, astronomi, dan lainnya.


Berikut ini beberapa contoh kegunaan efek Doppler dalam kehidupan manusia yaitu:

- Ahli meteorologi menggunakan efek Doppler untuk melacak badai

- Dokter menggunakan efek Doppler untuk mendiagnosis masalah jantung

- Polisi lalu lintas menggunakan senjata radar efek Doppler untuk memeriksa kecepatan kendaraan yang melaju

- Astronom menggunakan efek Doppler untuk melihat perubahan frekuensi gelombang elektromagnetik untuk mencari informasi tentang karakteristik bintang dan galaksi.

Efek Doppler juga bisa terjadi di kehidupan sehari-hari kita lho, detikers! Yuk sebutkan apa lagi contoh efek Doppler yang pernah kalian rasakan?



Simak Video "Konsep Multiverse dalam Sudut Pandang Agama"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia