Alasan Kelelawar Vampir Menghisap Darah, Tidak Seperti Jenis Lainnya

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 27 Mar 2022 20:00 WIB
Desmodus rotundus in a limestone cave. Kelawar penghisap darah hewan ternak di Amerika Tengah
Alasan kelelawar vampir menghisap darah. Foto: (Getty Images/iStockphoto/Gabriel Mendes)
Jakarta -

Kelelawar vampir adalah satu-satunya mamalia yang menghisap darah. Para ahli menduga, beberapa perubahan genetik menyebabkan hal ini.

Kelelawar-kelelawar tersebut telah mengembangkan sejumlah adaptasi fisiologis dan perilaku untuk hanya mengonsumsi darah. Gaya hidup seperti ini disebut sanguivora.

Mengapa Kelelawar Vampir Mengonsumsi Darah, Bukan Buah-buahan?

Meski gambaran genetiknya masih samar, tetapi hilangnya 13 gen dapat mendorong perilaku ini, demikian menurut laporan Science Advances, seperti dikutip dari Science News. Pakar genom dari Senckenberg Society for Nature Research, Frankfurt, Michael Hiller mengatakan hilangnya gen dalam tahap evolusi bisa menimbulkan strategi adaptasi.

Hiller dan tim mengumpulkan buku instruksi genetik kelelawar vampir umum (Desmodus rotundus) dan membandingkannya dengan 26 spesies lain, termasuk enam dari keluarga kelelawar vampir yang sama. Mereka kemudian mencari gen D. rotundus yang sepenuhnya hilang atau sudah tidak aktif akibat mutasi.

Dari ketigabelas gen yang hilang, tiga di antaranya pernah ada dalam kelelawar vampir. Tiga gen tersebut berkaitan dengan reseptor rasa manis dan pahit di hewan lain. Artinya, kelelawar jenis ini bisa jadi telah mengalami penurunan kemampuan indra perasa.

Beberapa gen hilang di antaranya mempunyai fungsi meningkatkan kadar insulin dan mengubah gula yang dicerna menjadi bentuk yang bisa disimpan. Dengan kadar gula darah kelelawar vampir yang rendah, sistem pemrosesan dan penyimpanan ini mungkin kurang aktif dan gen terkaitnya tidak begitu berguna lagi.

Gen lain yang juga hilang adalah yang berkaitan dengan produksi asam lambung, seperti ditemukan di mamalia lain. Gen tersebut membantu memecah makanan padat dan mungkin sudah hilang saat perut hewan ini berevolusi untuk cenderung menyimpan dan menyerap cairan.

Fakta menarik lainnya, para kelelawar penghisap darah ini ternyata berbagi darah yang dimuntahkan temannya. Ini akibat dari sifat mereka yang rentan lapar.

Meski begitu, kebiasaan tersebut dilakukan bersama sesama kelelawar vampir yang sebelumnya juga berbagi darah dengan mereka. Mereka mempunyai budaya saling memberi makan dengan sesama kawanannya.



Simak Video "Berkunjung ke Kampung Kelelawar di Maros Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia