Udang sampai Kepiting Bisa Rasakan Emosi, Begini Penjelasannya

Nikita Rosa Damayanti Waluyo - detikEdu
Sabtu, 26 Mar 2022 13:20 WIB
Fosil gurita
Hewan invertebrata bisa merasakan emosi. Foto: K. Whalen/Christopher Whalen
Jakarta -

Orang kadang menilai, hewan invertebrata seperti gurita, kepiting, lobster dan udang karang seperti bukan makhluk hidup karena tidak dapat merasakan sakit. Akan tetapi, penelitian telah mengungkapkan hal lain.

"Sebuah laporan London School of Economics (LSE) yang ditugaskan pemerintah Inggris menemukan ada bukti yang cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa krustasea dekapoda (kepiting dan lobster) dan moluska cephalopoda (gurita) adalah makhluk hidup," kata Profesor Universitas York dan filsuf Kristin Andrews, dilansir dari laman Science Daily, Jumat (25/3/2022).

Dilansir dari laman Science Daily, penelitian pada mamalia, ikan, dan invertebrata seperti gurita dan kepiting menunjukkan, hewan-hewan ini memiliki kecenderungan menghindari rasa sakit dan lokasi berbahaya.

Peneliti juga menemukan adanya tanda-tanda empati pada beberapa hewan seperti sapi yang menjadi tertekan saat melihat anak mereka digigit.

"Jika mereka tidak lagi dianggap kebal terhadap rasa sakit yang dirasakan, pengalaman invertebrata perlu menjadi bagian dari lanskap moral spesies kita," jelas Ketua Riset York di Animal Minds tersebut.

Kebijakan dan Etika terhadap Hewan

Dibantu Profesor Frans de Waal, direktur Living Links Center di Universitas Emory, Andrews ikut menulis artikel yang membahas tentang emosi hewan. Ia menilai, jika hewan memiliki emosi, maka perlu dibuat kebijakan seputar hewan dan etika terhadap mereka.

Harapannya, sesama makhluk hidup bisa hidup berdampingan dengan harmonis.

"Rasa sakit hanyalah salah satu emosi yang relevan secara moral. Invertebrata seperti gurita mungkin mengalami emosi lain seperti rasa ingin tahu dalam eksplorasi, kasih sayang, atau kegembiraan dalam mengantisipasi reward di masa depan," katanya.

Menimbang penelitian terkait invertebrata yang terbatas, Andrew berpendapat, ilmuwan dan ahli etika perlu berkolaborasi.

"Kami tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup saat ini untuk mengetahui secara pasti perlakuan yang tepat terhadap spesies tertentu. Untuk menentukannya, kami membutuhkan kerja sama yang lebih besar antara ilmuwan dan ahli etika," jelas Andrews.

Ia menegaskan, sudah saatnya manusia menganggap bahwa hewan invertebrata juga memiliki emosi.



Simak Video "Beda Pandangan PBNU dan MUI soal Hukum Kurban Hewan Terjangkit PMK "
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia