Ternyata Ini Penyebab Anak Jaksel Berbahasa Campuran Inggris-Indonesia

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 18 Mar 2022 17:30 WIB
Vintage toned image of two young, Asian women, walking together, chatting, near Siam station on Bangkok Sukhumvit line. They’re wearing casual street style clothing, enjoying an afternoon together, texting on their cellphones.
Foto: Getty Images/lechatnoir/Ternyata Ini Penyebab Anak Jaksel Berbahasa Campuran Inggris-Indonesia
Jakarta -

Jakarta Selatan atau Jaksel seringkali menjadi sumber obrolan yang menarik di masyarakat terutama kalangan muda terkait budaya, orang-orangnya, outfit, makanan, hingga bahasa yang sering digunakan.

Dalam hal ini, bahasa menjadi yang paling sering disorot dan melekat dengan Jaksel karena adanya pencampuran bahasa Inggris-Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Sebut saja kata "which is", "literally", hingga "deep talk" yang kerap dicampur dengan bahasa Indonesia.

Sama halnya dengan di daerah lain, bahasa Jaksel tidak hanya menjadi alat komunikasi, tapi juga representasi culture. Alhasil, secara tidak langsung bahasa juga dapat mencerminkan pendidikan, ekonomi, sampai pergaulan anak muda.

Itulah mengapa kemudian muncul terminologi bahasa gaul atau bahasa ala anak Jaksel. Secara sederhana, bahasa gaul ini adalah bahasa yang dipakai sehari-hari oleh kalangan anak muda.

Lantas sebenarnya apa sih yang menyebabkan fenomena percampuran bahasa ini banyak terjadi di wilayah Jaksel? Berikut ini penyebabnya dikutip dari akun instagram resmi LPDP RI.


4 Penyebab Bahasa 'Gaul' Jaksel Bisa Muncul


1. Wilayah Jaksel Didominasi Usia Produktif

Menurut data demografis Kota Administrasi Jakarta Selatan, jumlah penduduk tertinggi di sana adalah golongan usia produktif dan usia sekolah.

Pada rentang usia ini, penduduk cenderung melek teknologi dan masuk pada rata-rata pengguna internet.

Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung, mengapa informasi dari Jaksel mudah menyebar ke berbagai daerah melalui berbagai macam media, terutama media digital.


2. Dikelilingi Instansi Pendidikan Taraf Internasional

Secara geografis wilayah Jaksel juga banyak dikelilingi oleh Instansi Pendidikan bertaraf Internasional yang mayoritasnya memiliki guru native speakers.

Hal ini menjadi faktor pendukung yang kuat bagi orang-orang Jaksel sering mencampur kosa kata bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan lawan bicaranya.


3. Faktor Hierarki

Sementara itu, menurut pengamat sosial dan Dosen Universitas Indonesia Devie Rahmawati, fenomena pencampuran Bahasa Inggris dan Indonesia di Jaksel juga didasari oleh beberapa hal hierarkis seperti:


- Menunjukkan status sosial

- Pendidikan

- Kehormatan


4. Banyak Dihuni Kelas Ekonomi Tinggi

Tidak bisa dipungkiri, wilayah Jaksel yang banyak dihuni oleh kelompok kelas ekonomi tinggi membuat bahasa campuran ini dianggap memiliki status sosial tinggi.

Meskipun ada faktor hierarkis yang mendorong popularitas, fenomena pencampuran Bahasa ini dinilai bukanlah suatu hal yang buruk.

Hal ini karena ada sisi positif di mana masyarakat Indonesia mulai ada keberanian untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris.

Hal ini juga pernah terjadi di luar negeri di mana keluarga campuran di Amerika Serikat yang memiliki keturunan Spanyol memiliki bahasa yang disebut 'Spanglish'.

Jadi, itulah beberapa penyebab bahasa gaul Jaksel bisa muncul. Apakah detikers juga menggunakan bahasa Jaksel?



Simak Video "Kamus Jaksel, Literally Sebuah Keresahan?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia