5 Negara Pemrakarsa Berdirinya ASEAN, Indonesia Termasuk?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 15 Mar 2022 21:00 WIB
Malaysia Desak ASEAN Tinggalkan Prinsip Tidak Campur Tangan
Ilustrasi ASEAN. Negara mana saja yang menjadi pemrakarsa berdirinya ASEAN? (DW News)
Jakarta -

ASEAN atau organisasi regional kawasan Asia Tenggara telah berdiri sejak 8 Agustus 1967. Sesuai namanya yakni Association of Southeast Asian Nations, organisasi ini dibentuk oleh sejumlah negara pemrakarsa berdirinya ASEAN dengan tujuan mewadahi kerja sama regional di kawasan tersebut.

Menurut catatan laman resmi ASEAN, setidaknya ada lima negara yang termasuk dalam deretan negara pemrakarsa berdirinya ASEAN. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Indonesia, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik
  2. Malaysia, diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak
  3. Filipina, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos
  4. Singapura, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Singapura S. Rajaratnam
  5. Thailand, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Thailand Thanat Khoman

Kelima negara itu mengadakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan sekaligus menandatangani sebuah Deklarasi ASEAN (The ASEAN Declaration) yang disebut Deklarasi Bangkok. Sebab itulah, tiap negara mengirimkan para menteri luar negerinya untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Deklarasi ASEAN berisi pembentukan asosiasi untuk kerjasama regional di antara negara Asia Tenggara. Hal itu mencakup kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknis, pendidikan dan bidang lainnya.

Deklarasi Bangkok juga memproklamirkan ASEAN sebagai representasi kehendak kolektif negara-negara Asia Tenggara. Tujuannya untuk mengikatkan diri bersama dalam persahabatan dan kerja sama melalui upaya dan pengorbanan bersama hingga mengamankan rakyat mereka untuk keturunan berkat perdamaian kebebasan dan kemakmuran.

Kenapa ASEAN Dibentuk oleh 5 Negara Pemrakarsa Tersebut?

Mulanya, ada keinginan kuat dari para negara pemrakarsa berdirinya ASEAN untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Pada era 1960-an khususnya, kawasan Asia Tenggara tengah dihadapkan pada situasi rawan konflik.

Salah satu situasi di Asia Tenggara saat itu yakni adanya perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan. Hal ini dimulai dari situasi perang dingin antara Amerika Serikat dengan Rusia yang membawa dampak stabilitas keamanan pada negara-negara di Asia Tenggara.

Jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan akan menghambat pembangunan kawasan negara tersebut. Kondisi inilah yang kemudian membuat negara-negara di Asia Tenggara merasa memerlukan sebuah wadah yang bisa melindungi mereka.

Menurut buku Mengenal ASEAN dan Negara Negaranya karya Tri Prasetyono, ASEAN berhasil terbentuk juga akibat didorong oleh persamaan para anggotanya. Berikut persamaannya:

  • Secara geografis terletak di kawasan Asia Tenggara
  • Negara-negara di kawasan Asia Tenggara pernah dijajah bangsa barat
  • Mempunyai kepentingan mencegah pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
  • Memiliki dasar kebudayaan Melayu Austronesia
  • Mempunyai kepentingan dalam menangani berbagai permasalahan di bidang politik

Usai ASEAN terbentuk pada 1967, beberapa tahun setelahnya, Brunei Darussalam masuk menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984. Kemudian disusul oleh Vietnam pada 28 Juli 1995.

Myanmar dan Laos mulai masuk bersamaan pada 23 Juli 1997. Hingga, 30 April 1999 Kamboja menjadi anggota terakhir yang masuk dalam ASEAN.

ASEAN juga disebut terbuka bagi negara di kawasan Asia Tenggara yang ingin bergabung. Asalkan, negara-negara tersebut setuju dan patuh kepada maksud, prinsip dan tujuan ASEAN.

Hingga saat ini, negara-negara ASEAN yang masih aktif adalah 5 negara pemrakarsa ASEAN dan juga Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, hingga Kamboja.



Simak Video "Teken FIR dengan Singapura, RI Diproyeksikan Kantongi Rp250 M Tiap Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/twu)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia