Profil Negara ASEAN dan Pengaruh Letak Astronomisnya

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 11 Mar 2022 11:00 WIB
Presiden Jokowi meresmikan gedung Sekretariat ASEAN yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta. Jokowi menyerahkan kunci gedung kepada Sekjen ASEAN.
Presiden Jokowi meresmikan gedung Sekretariat ASEAN yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta beberapa tahun lalu (Foto: Rengga Sancaya )
Jakarta -

Association of Southeast Asia Nation atau ASEAN adalah organisasi kerjasama negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara pada bidang ekonomi, politik, budaya, dan pendidikan. Saat ini, ada 10 negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

Sejarah berdirinya ASEAN berawal pada tanggal 8 Agustus 1967. Kala itu lima Menteri Luar Negeri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura mengadakan pertemuan di gedung pertemuan, Kementerian Luar Negeri Thailand di Bangkok.

Adam Malik dari Indonesia, Narciso R. Ramos dari Filipina, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura, dan Thanat Khoman dari Thailand menandatangani sebuah dokumen. Dokumen tersebut kemudian dikenal dengan nama Deklarasi Bangkok.

Peristiwa bersejarah itu dijadikan hari berdirinya ASEAN. Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura lantas disebut sebagai negara pendiri ASEAN.

Beberapa pertimbangan pendirian ASEAN yakni negara-negara di Asia Tenggara mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan sosial, menjamin adanya perdamaian dan laju pembangunan nasional.

Selain itu, memastikan adanya stabilitas keamanan dari campur tangan luar dengan segala bentuk manifestasinya

Profil 10 Negara ASEAN

1. Indonesia

Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN baik dari segi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Negara ini memiliki beribu kota di Jakarta

2. Thailand

Thailand terletak sebelah daerah Indo-China hingga sebagian semenanjung Malaya. Secara astronomis, Thailand terletak di antara 5° hingga 21° LU dan 97° hingga 106° BT.

Secara geografis, batas wilayah negara Thailand sebelah utara adalah Myanmar dan Laos, sebelah selatan berbatasan dengan Malaysia dan Teluk Siam, sebelah timur berbatasan dengan Kamboja dan Teluk Thailand, lalu sebelah barat berbatasan dengan Myanmar serta Laut Andaman.

Dengan luas wilayah sebesar 513.120 km2, Thailand menduduki peringkat ke-51 di dunia. Menurut data tahun 2019, negara ini dihuni sekitar 69,63 juta penduduk. Negara Thailand dengan ibu kota Bangkok memiliki bentuk negara monarki konstitusional yang menganut sistem demokrasi parlementer.

3. Malaysia

Malaysia yang beribukota di Kuala Lumpur mempunyai luas wilayah 329.718 km2 yang terdiri dari wilayah Semenanjung 131.598 km2, Sarawak 124.449 km2, dan Sabah 73.620 km2.

Malaysia adalah negara federasi yang terdiri dari 13 negara bagian dan tiga wilayah persekutuan. Dengan bentuk negara seperti itu, Malaysia memiliki kepala negara yakni Yang di-Pertuan Agong dan kepala pemerintahan yaitu Perdana Menteri.

4. Singapura

Singapura awalnya merupakan koloni perdagangan Inggris tahun 1819. Lalu pada 1963 bergabung dengan Federasi Malaysia, tapi berpisah dua tahun kemudian dan menjadi negara merdeka.

Setelah merdeka, negara dengan luas 692,7 km² itu tumbuh menjadi salah satu negara paling makmur di dunia dengan jaringan perdagangan internasional yang kuat. Nama ibu kota Singapura sama seperti negaranya yakni Singapura.

5. Filipina

Filipina merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di Lingkar Pasifik Barat, negara ini terdiri dari 7.107 pulau. Negara ini pernah menjadi jajahan Kerajaan Spanyol selama hampir tiga abad. Lalu kemudian diambil alih Amerika Serikat.

Filipina memperoleh pada tanggal 4 Juli 1946 dengan nama negaranya adalah Republik Filipina. Ibu kota Filipina adalah Manila. Negara ini menggunakan bahasa Tagalog sebagai bahasa resmi.

6. Brunei Darussalam

Brunei Darussalam merupakan negara berbentuk kerajaan yang bersendikan ajaran Islam menurut golongan Ahli Sunnah Wal Jamaah. Kepala negara dan kepala pemerintahan adalah Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah.

Negara yang berada di pantai utara Pulau Kalimantan ini mengandalkan minyak dan gas sebagai komoditi ekspor. Memiliki luas 5,765 km2, dengan garis pantai sepanjang 161 km menghadap Laut Cina Selatan dan Teluk Brunei. Ibu kotanya berada di Bandar Seri Begawan.

7. Laos

Laos merupakan satu-satunya negara ASEAN yang tidak memiliki laut sehingga dijuluki sebagai "The Land Locked Country". Secara geografis, Laos di sebelah barat berbatasan dengan Thailand dan Myanmar, sebelah utara berbatasan dengan Cina dan Vietnam, sebelah timur dengan Vietnam, dan di selatan ada negara Kamboja.

Sistem pemerintahan Laos adalah Kabinet Parlementer dengan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan. Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh National Assembly (NA) untuk masa bakti 5 tahun. Sedangkan Perdana Menteri dan anggota Kabinet ditunjuk oleh Presiden atas persetujuan NA.

8. Kamboja

Kamboja merupakan salah satu negara ASEAN yang terletak di Semenanjung Indochina. Negara ini pernah jadi wilayah protektorat Prancis sejak 1863 dan kemudian merdeka pada 9 November 1953. Ibu kota Kamboja adalah Phnom Penh.

Berdasarkan konstitusi 1993, Kamboja adalah negara kerajaan yang menganut sistem demokrasi liberal, pluralisme, dan ekonomi pasar. Kepala negara dijabat oleh raja yang tidak punya kewenangan memerintah. Pemerintahan dipimpin Perdana Menteri. Kamboja menjadi anggota negara ASEAN pada 16 Desember 1998.

9. Vietnam

Negara ini dikenal dengan bendera berwarna dasar merah dengan bintang berwarna kuning. Merah melambangkan darah dan revolusi. Adapun bintang melambangkan lima elemen populasi masyarakat Vietnam yakni petani, pekerja, kaum intelek, pedagang, dan tentara yang bersatu membangun sosialisme.

Vietnam punya luas daratan 310,070 km2 dengan ibu kota Hanoi. Bentuk negaranya adalah Republik Sosialis dengan kepala pemerintahannya seorang Perdana Menteri.

10. Myanmar

Negara ini awalnya bernama Burma yang memperoleh kemerdekaan pada tanggal 4 Januari 1948. Namun, pada tahun 1989, Burma berganti nama menjadi Myanmar. Myanmar lalu masuk menjadi anggota negara ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997.


Letak Geografis Negara ASEAN


Letak wilayah ASEAN secara geografis memang cukup strategis. Dalam buku IPS kelas 8 oleh Kemendikbud, samudra yang mengapit wilayah ASEAN adalah Samudra Pasifik dan Hindia.

Sementara benua yang mengapit wilayah ASEAN adalah benua Asia dan benua Australia. Berada di tengah dua samudra dan dua benua memudahkan ASEAN untuk bekerjasama dengan negara tetangga.


Bagaimana Letak Astronomis ASEAN?

Wilayah ASEAN berada di sebelah tenggara benua Asia dan utara benua Australia. Letak astronomis ASEAN terletak pada di 28°LU-11°LS dan 93°BT-141°BT.

Keseluruhan wilayah ASEAN berada di wilayah bumi bagian timur, membentang dari lintang utara (LU) sampai lintang selatan (LS).

Dari 10 negara ASEAN, hanya Indonesia yang wilayahnya terletak di bagian utara dan bagian selatan. Sementara 9 negara lain berada di wilayah utara.


Pengaruh Letak Astronomis ASEAN

Terdapat beberapa pengaruh terkait letak ASEAN secara astronomis. Dalam Modul IPS kelas 8 oleh Yan Hanif Jawangga, dampak dan pengaruh letak astronomis ASEAN adalah:

  • Iklim

Berdekatan dengan garis khatulistiwa, membuat mayoritas negara ASEAN beriklim tropis. Akibatnya, negara-negara ASEAN hanya memiliki 2 musim saja, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

  • Curah Hujan

Letak astronomis ASEAN berdampak pada curah hujan yang turun. Wilayah ASEAN memiliki curah hujan tinggi di sebagian besar wilayahnya, sehingga banyak tumbuhnya wilayah hutan hujan tropis.

  • Kelembaban Udara

Kelembaban udara yang tinggi adalah akibat dari letak astronomis ASEAN. Hal ini disebabkan karena adanya penguapan yang tinggi.

  • Ekonomi

Letak astronomis membuat negara ASEAN memiliki iklim tropis dan sinar sepanjang tahun. Hal ini dimanfaatkan penduduk untuk bertani dan bercocok tanam, sehingga sektor ekonomi ASEAN banyak berfokus di bidang pertanian.

Sektor pertanian, terutama pertanian padi, merupakan sumber pendapatan utama bagi tiga negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, maupun Kamboja.

Data yang dihimpun dalam World Bank, menunjukkan sebesar 75-85% penduduk Kamboja bekerja pada sektor pertanian. Delta Mekong Vietnam sendiri sempat dijuluki sebagai "rice bowl" karena menjadi negara penghasil beras utama.

  • Pembagian Waktu

Akibat letak astronomis yang terakhir adalah adanya pembagian waktu. Di ASEAN pembagian waktu dibagi menjadi empat, yaitu GMT+6.5 (Myanmar),

GMT+7 (Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, WIB), GMT+8 (Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, WITA) dan GMT+9 (WIT).

Itulah profil serta pengaruh letak astronomis pada negara ASEAN. Selain kedekatan geografis, letak astronomi juga membuat negara-negara di ASEAN diuntungkan secara ekonomi.



Simak Video "Malaysia-Indonesia Sepakat Perkuat Bahasa Melayu"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia