ADVERTISEMENT

Surah Al Ikhlas Ayat 1-4 Arab, Latin dan Artinya Tentang Keesaan Allah SWT

Lusiana Mustinda - detikEdu
Selasa, 08 Mar 2022 19:00 WIB
Ilustrasi Al Quran
Surah Al Ikhlas yang memiliki makna tentang keesaan Allah SWT. Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Surah Al-Ikhlas artinya memurnikan keesaan Allah. Surah ini termasuk dalam golongan surah-surah Makiyyah yang diturunkan setelah surah An-Nas.

Terdiri dari 4 ayat, melansir dalam buku 'Samudera Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas: Tafsir Ibnu Katsir' oleh Imam Ibnu Katsir, Imam Jalaluddin Al-Mahally & As-Suyuthi, Allah SWT menurunkan firman-Nya kepada Rasul-Nya agar umatnya mengetahui hanya Dialah Allah Yang Maha Esa.

Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa. Esa artinya tunggal atau satu. Karena itulah Allah tidak memiliki orang tua dan anak. Allah adalah Tuhan tempat kita meminta segala sesuatu. Allah adalah Tuhan yang Maha Pencipta dan manusia adalah makhluk ciptaan-Nya.

Berikut bacaan surat Al-Ikhlas lengkap dengan Arab, latin dan artinya:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Arab-latin: qul huwallāhu aḥad
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Arab-latin: allāhuṣ-ṣamad
Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Arab-latin: lam yalid wa lam yụlad
Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Arab-latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Dalam tafsir Kemenag dijelaskan bahwa pada ayat ini Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad menjawab pertanyaan kaum musyrik yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan Allah SWT tidak terbilang dalam nama, sifat dan ketuhanan-Nya.

Allah juga tempat meminta segala sesuatu. Dia Maha Pencipta, Mahakaya, dan Mahakuasa. Dia tidak memerlukan yang lain, sedangkan semua makhluk bergantung kepada-Nya.

"Dia tidak beranak, tidak ada yang sejenis dengan Allah sehingga bisa menikah dengan-Nya dan melahirkan anak dan Dia tidak pula diperanakkan karena Dia kekal dan tidak bermula. Sesatlah orang Yahudi yang meyakini 'Uzair sebagai putra Allah, orang Nasrani yang menyakini Nabi Isa sebagai putra Allah, dan orang musyrik Arab yang meyakini malaikat sebagai putri Allah," tulis tafsir Kemenag.

Dan di ayat terakhir Tafsir Kemenag menyebutkan bahwa Allah tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia, baik dari segi zat, sifat, maupun tindakan-Nya.

Dr. Halimatussa'diyah, S.Ag., M.Pd. I dalam bukunya "Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Multikultural" menyebutkan dalil mengenai keutamaan surah Al Ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: "Dari Abu Said Al-Khudriy R.A, ia berkata: Nabi SAW bersabda kepada para sahabatnya: "Apakah kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-Quran dalam semalam?" Maka mereka merasa berat dan berkata:"Siapakah di antara kami yang mampu melakukan itu, wahai Rasulullah?" Jawa beliau: "Ayat Allahu Al-Waahid Ash-Shamad (Surah Al Ikhlas maksudnya), adalah sepertiga Al-Quran." (Hadits Al-Bukhari).



Simak Video "KuTips: Tips Betah Baca Al-Qur'an Biar Khatam Pas Ramadan!"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia