Kisah Dosen Unesa Jadi Relawan di Polandia Bantu Warga Ukraina

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 06 Mar 2022 20:00 WIB
dosen Unesa yang menjadi relawan di Polandia
Dosen Unesa yang menjadi relawan di Polandia. Foto: Unesa
Jakarta -

Konflik Rusia Ukraina memanas sejak tanggal 22 Februari 2022. Jutaan penduduk Ukraina mengungsi ke berbagai negara perbatasan, seperti Polandia. Menurut laporan dari Agence France Presse (AFP), Kementerian dalam Negeri Polandia melaporkan sebanyak 500 ribu penduduk Ukraina mengungsi ke Polandia.

Banyaknya pengungsi Ukraina ke Polandia, pemerintah Polandia lalu membuat posko penerimaan dan menyediakan kebutuhan pokok. Banyak warga Polandia yang menjadi relawan termasuk dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Khofidotur Rofiah. Ia tengah menempuh program doktor di Department Pedagogical University of Cracow, Polandia.

Menurut Fia semenjak kedatangan gelombang pengungsi ke Polandia, secara cepat melalui media sosial warga di sana mengumpulkan semua kebutuhan seperti makanan, pakaian, baju, selimut, perlengkapan mandi, mainan anak-anak, obat-obatan, dan lain sebagainya.

"Alhamdulilah saya dapat kesempatan untuk membantu mengumpulkan, menyeleksi, mengemas dan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok kepada para pengungsi," cerita Fia yang dilansir dari laman Unesa.

Cerita di Pengungsian

Ini bukan kali pertamanya Fia menjadi seorang relawan. Sejak menjadi mahasiswa ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan pada Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Unesa.

Fia juga menceritakan konflik antara kedua negara tersebut sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan penduduk. Menurutnya dampaknya tidak hanya pada di negara yang berkonflik saja melainkan juga pada negara sekitarnya.

"Warga Polandia saja khawatir dan takut, apalagi warga Ukraina dan Rusia, tentu secara psikologis sangat terguncang," cerita Fia.

Di pengungsian, ada beberapa kategori, kategorinya yaitu bertujuan untuk menyelamatkan diri keluarga, kerabat, atau temannya. Ada juga yang mengungsi karena tidak memiliki keluarga atau teman.

"Jadi di pusat atau posko penerimaan, pemerintah siapkan pusat informasi, nanti mereka yang ada keluarganya diarahkan ke daerah tujuan, bahkan disiapkan akomodasi," terang Fia.

Adapun, pengungsi yang tidak memiliki keluarga sudah disiapkan akomodasi dan kebutuhan pokok di pusat pengungsian dan pemerintah juga menjamin hak-hak mereka.

"Namanya perang menyangkut keselamatan tentu takut dan tertekan. Kasihan sama yang rentan-rentan, orang tua, ibu-ibu dan anak-anak. Saya gak kebayang ada di posisi mereka. Semoga segera mungkin konflik usai, Ukraina dan Rusia segera berdamai," terang Fia.



Simak Video "Relawan Asing Tiba di Polandia, Tawarkan Makanan ke Warga Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia