Hari Tanpa Bayangan 2022: Jadwal, Cara Mengamati, dan Penyebab Terjadinya

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 20 Feb 2022 19:00 WIB
Warga Kota Bandung penasaran menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan pada Selasa (11/10/2021). Sejumlah warga pun antusias keluar rumah dengan membawa botol minuman dan kertas untuk memastikan fenomena yang terjadi dua tahun sekali ini.
Hari tanpa bayangan 2022: jadwal, cara mengamati, dan penyebabnya. Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

Hari tanpa bayangan akan kembali terjadi di Indonesia. Berbagai daerah mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia akan mengalami hal ini pada pertengahan bulan Februari sampai April 2022.

Hari tanpa bayangan adalah fenomena di mana saat matahari melintasi berbagai wilayah di bumi, posisinya adalah 90 derajat. Akibat posisi tersebut, tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda tegak tak berongga di tengah hari.

Buat yang penasaran dan ingin melihat fenomena ini, berikut beberapa hal yang harus diketahui

A. Cara mengamati Hari Tanpa Bayangan 2022

Mengutip dari laman Edukasi Sains dan Antariksa LAPAN, berikut ini beberapa tips yang bisa digunakan untuk melihat fenomena hari tanpa bayangan:

1. Siapkan benda tegak, misalnya tongkat, botol minum, dan lain sebagainya

2. Letakkan di atas permukaan rata

3. Amati bayangannya di waktu yang sudah ditentukan

4. Abadikan fenomena ini dengan potret foto atau rekaman video

5. Apabila cuaca berawan, maka fenomena ini bisa dilihat paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan. Karena di luar lima menit, bayangan matahari sudah akan muncul kembal.

B. Jadwal Hari Tanpa Bayangan 2022

C. Penyebab Hari Tanpa Bayangan 2022

Dikatakan dalam laman LAPAN, hari tanpa bayangan dalam istilah astronomi adalah kulminasi. Hal ini terjadi karena perspektif cahaya yang diakibatkan garis balik utara dan selatan, berada pada bujur yang sama.

Di samping itu, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, fenomena tersebut terjadi karena nilai deklinasi matahari memiliki variasi -11 sampai +6 derajat. Hal ini terjadi pada minggu keempat bulan Februari sampai minggu pertama bulan April.

Apa yang dimaksud dengan deklinasi matahari adalah sudut apit antara lintasan semu harian matahari dengan proyeksi ekuator bumi di bola langit (ekuator langit). Oleh karena nilai deklinasi matahari sama seperti lintang geografis Indonesia (6 derajat LU dan 11 derajat LS), maka matahari di posisi tepat di atas kepala saat tengah hari.

Pada waktu inilah bayangan tidak terbentuk oleh benda tegak yang tidak memiliki rongga. Sehingga, fenomena ini disebut sebagai hari tanpa bayangan.



Simak Video "Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Umat Muslim Bisa Cek Arah Kiblat"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia