Studi: Nyamuk Paling Suka Orang Berbaju Merah, Oranye, atau Hitam

Kristina - detikEdu
Senin, 07 Feb 2022 20:30 WIB
Nyamuk Florida: 750 juta serangga yang direkayasa genetika akan dilepas untuk mengurangi penyakit
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Sebuah studi terbaru berhasil mengungkap warna kesukaan nyamuk. Spesies ini ternyata lebih tertarik pada orang yang mengenakan pakaian merah, oranye, atau hitam.

Temuan yang diterbitkan dalam Nature Communications ini menjelaskan mengapa nyamuk menyerang beberapa orang dan menghindari yang lainnya. Nampaknya, ada warna-warna tertentu yang berpengaruh terhadap respons isyarat visual nyamuk.

Para peneliti melacak perilaku nyamuk Aedes aegypti betina di ruang uji ketika terkena isyarat visual dan aroma. Seperti semua spesies nyamuk, hanya betina yang minum darah. Gigitan A. aegypti dapat menularkan demam berdarah, demam kuning, chikungunya dan Zika.

Dalam eksperimen ini, para peneliti juga menyemprotkan bau tertentu. Pola seperti titik berwarna atau tangan manusia yang lezat juga dihadirkan.

Tanpa rangsangan wewangian, serangga sebagian besar mengabaikan tanda di bagian bawah ruangan, terlepas dari warnanya. Setelah menyemprotkan CO2, mereka tidak memperhatikan apakah itu hijau, biru atau ungu. Tapi, mereka langsung menuju titik ketika itu merah, oranye, hitam atau cyan.

Penulis senior Prof Jeffrey Riffell, dari University of Washington, mengatakan bahwa nyamuk menggunakan bau untuk membantu mereka membedakan apa yang ada di dekatnya.

"Nyamuk tampaknya menggunakan bau untuk membantu mereka membedakan apa yang ada di dekatnya, seperti inang untuk menggigit," ucap Riffell seperti dikutip dari Independent, Senin (7/2/2022).

Riffell melanjutkan, ketika mereka mencium senyawa tertentu, seperti CO2 dari napas kita, aroma itu merangsang mata untuk memindai warna tertentu dan pola visual lainnya. Itulah sebabnya serangga terbang menuju warna tertentu begitu mereka mencium bau CO2 dari manusia.

Studi ini menunjukkan bahwa nyamuk lebih memilih warna merah, oranye, hitam dan aqua seperti cyan, dan menghindari warna bernuansa lain seperti hijau, ungu, biru dan putih.

Di samping itu, peneliti juga menemukan isyarat lain dari kulit manusia. Menurutnya, kulit manusia, terlepas dari pigmentasi keseluruhan, memancarkan 'sinyal' merah-oranye yang kuat ke mata nyamuk.

"Dalam penelitian ini, kami menemukan isyarat keempat: warna merah, yang tidak hanya dapat ditemukan di pakaian Anda, tetapi juga ditemukan di kulit setiap orang," ucapnya.

Para peneliti tidak tahu apakah nyamuk merasakan warna dengan cara yang sama. Tapi kebanyakan nyamuk yang disukai adalah oranye, merah dan hitam, sesuai dengan panjang gelombang cahaya yang lebih panjang. Sementara kulit manusia juga mengeluarkan sinyal panjang gelombang dalam kisaran merah-oranye.

Riffel mengatakan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan bagaimana isyarat visual dan bau lainnya, seperti sekresi kulit dalam membantu nyamuk menargetkan inang potensial dari jarak dekat.



Simak Video "Wow! Ini Wujud 1 Juta Bangkai Nyamuk"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia