Cerita Muslim Islandia Puasa Ramadhan 22 Jam, Sahurnya Cukup Yoghurt

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Sabtu, 29 Jan 2022 10:00 WIB
Burning silver vintage Moroccan, Arabic lantern. White gypsophila, babys breath flowers on marble table background, muslim holiday Ramadan Kareem greeting card, invitation. Empty copy space.
Ilustrasi Ramadhan. Cerita seorang muslim Islandia yang berpuasa selama 22 jam. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tabitazn)
Jakarta -

Perbedaan lamanya siang dan malam di berbagai belahan dunia mengakibatkan salah seorang muslim di Islandia ini harus menjalankan puasa Ramadhan selama 22 jam. Seperti apa kisahnya menjalani puasa di negara dengan waktu terlama di dunia ini?

Sulaman, seorang muslim yang tinggal di Islandia tersebut, merupakan warga asli dari Pakistan yang pindah ke Islandia sejak tahun 2013 lalu. Sejak saat itulah, ia juga mulai mengikuti segala aturan yang berlaku di sana, termasuk dengan waktu pelaksanaan puasanya.

Di Islandia, matahari baru mulai terbenam pada pukul 11 malam. Tidak lama dari itu, pada sekitar pukul 4 pagi, matahari sudah mulai terbit lagi yang menjadi penanda bahwa puasa sudah kembali dimulai.

Mengutip video dokumenter dari BBC yang dilihat detikEdu pada Jumat (28/1/2022), Sulaman mengaku dirinya hampir berpuasa selama 22 jam setiap hari. Hal ini dilakukan Sulaman saat mengamalkan ibadah puasa Ramadhan tahun 2018.

"Saya berpuasa hampir 22 jam karena Islam mengajarkan waktu puasa mulai dari sebelum fajar hingga matahari terbenam," ungkap Sulaman.

Dengan durasi puasa yang panjang itu pula, Sulaman terlihat hanya menyantap sahur dengan semangkuk yoghurt dan isian buah. Santapan sahur yang menjadi modalnya menjalani hari-hari sebelum waktu berbuka puasa tiba.

"Sahur dengan yoghurt dan buah, dia (Sulaman) tidak makan apapun hingga matahari terbenam pada larut malam (waktu buka puasa)," tulis BBC.

Sulaman mengungkapkan, kondisi ini tidak membuatnya keberatan sama sekali. Bahkan, kata Sulaman, berpuasa hampir seharian seakan telah menjadi bagian dari rutinitasnya.

"Ini (berpuasa 22 jam) sangat mudah karena itu (puasa) adalah keyakinan agama saya. Keyakinan saya inilah yang terus mendorong saya," kata dia.

"Ini (berpuasa 22 jam) sangat mudah dan menjadi terasa alami (terbiasa). (Hingga) itu menjadi bagian dari hari dan rutinitasmu," imbuhnya lagi.

Sebagai negara yang jarang terpapar sinar matahari setiap harinya ini, Islandia lantas membawa dampak bagi 1.000 muslim lebih di sana. Muslim di Islandia hanya memiliki waktu sekitar 2 jam saja untuk menikmati makan dan minum di malam harinya.

Memaksimalkan waktu berbuka yang ada, Sulaman pun memulai sahurnya pada pukul 2 pagi. Kemudian 5 jam setelahnya, Sulaman kembali memulai hari dan beraktivitas seperti biasa untuk bertolak mencari nafkah.

Waktu Sahur dan Buka Puasa

Fenomena muslim di Islandia tersebut mengajak kita mengulas balik tentang waktu pelaksanaan puasa sesuai ajaran Rasulullah SAW. Dalam salah satu haditsnya, beliau dengan gamblang menjelaskan bahwa waktu berbuka adalah maghrib atau saat awal tenggelamnya matahari.

Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

Artinya: "Jika malam telah datang dari sini dan siang telah tertutup dari sini, serta matahari terbenam, itulah waktu berbuka bagi yan berpuasa," (HR Bukhari).

Sebaliknya, pelaksanaan batas waktu sahur tertulis dalam surat Al Baqarah ayat 187. Dikatakan bahwa waktu sahur dan berniat puasa dilakukan hingga terbitnya fajar.

Allah SWT berfirman,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ

Artinya: "...Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam...,"



Simak Video "Cara Buka Puasa yang Baik Agar Perut Tak Kaget"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia