Mengenal Majas Ironi dan Majas Sindiran Lainnya

Rika Pangesti - detikEdu
Selasa, 25 Jan 2022 17:45 WIB
Two female friends sitting in a sidewalk cafe. They are whispering and gossiping.
Foto: Getty Images/skynesher
Jakarta -

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu. Ada beberapa macam majas sindiran, salah satunya adalah majas ironi.

Majas ironi adalah majas yang digunakan untuk menyindir dengan mengatakan hal yang sebaliknya, misalnya, "Bagus sekali tulisanmu, sampai aku tidak bisa membacanya." Hal tersebut dapat diartikan bahwa tulisannya tidak bagus sampai tidak bisa dibaca.

Selain ironi, majas sindiran lainnya adalah sinisme dan sarkasme. Mengutip dari buku Top No. 1 SKL UN SMA IPA 2017 yang disusun oleh Tim Guru Indonesia, majas sinisme adalah gaya bahasa yang menyatakan sindiran secara langsung. Sedangkan, majas sarkasme adalah majas yang berupa ejekan atau sindiran dengan kata-kata yang kasar.

Kalimat bermajas biasanya memiliki ciri-ciri yakni melukiskan sesuatu dengan cara menyamakan dengan hal yang lain, misalnya benda mati seolah-olah bisa berbuat seperti manusia.

Contoh Majas Ironi, Sinisme, dan Sarkasme

Supaya memahami dengan lebih jelas, berikut contoh-contoh majas sindiran baik majas ironi, sinisme, maupun sarkasme yang dilansir dari buku Sukses UN Bahasa Indonesia karya Rika Lestari:

1. Majas Ironi

  • Indah sekali rapormu, penuh dihiasi warna merah.
  • Apalah artinya aku, hanya anak bawang yang tidak mengerti apa-apa.
  • Cepat sekali kau datang, hingga acaranya telah selesai.
  • Adikku anak yang rajin, jam makan siang ia baru bangun dari tidurnya.
  • Wangi sekali kamu, sehingga aku harus tahan nafas.

2. Majas Sinisme

  • Muak aku melihatmu terus berdiri di depan.
  • Tak berkata pun, aku sudah bosan mendengarmu.
  • Rasanya ingin kupatahkan tanganmu, kalau kejadian ini terus terulang.
  • Perbuatanmu sungguh sangat memalukan keluarga.
  • Rambut kamu kasar sekali seperti sapu ijuk.

3. Majas Sarkasme

  • Pecahkan saja gelasnya, biar mengaduh sampai gaduh.
  • Mulutmu seperti burung yang hanya bisa berkicau.
  • Seperti gajah saja, kau tidak melihat aku ada di belakangmu?
  • Jangan bermimpi kau bisa bersekolah disini, kau hanya orang miskin.
  • Sejak dulu mulutmu memang berbisa seperti ular.
  • Dasar pemalas, sejak pagi kerjaanmu hanya di kasur saja seperti.
  • Lambat sekali kamu berjalan seperti siput.

Nah, itulah pengertian dan contoh-contoh dari majas ironi dan sindiran lainnya. Majas mana yang sering kamu dengar, detikers?



Simak Video "Novelis Abdulrazak Gurnah Raih Nobel Sastra 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia