Contoh Majas Hiperbola dan Majas Pertentangan Lainnya

Rika Pangesti - detikEdu
Jumat, 07 Jan 2022 10:00 WIB
ilustrasi ngobrol
Ilustrasi majas hiperbola. Foto: thinkstock
Jakarta -

Majas hiperbola adalah salah satu jenis majas pertentangan dengan gaya bahasa kiasan sindiran. Untuk memahaminya, simak contoh majas hiperbola berikut ini!

Dikutip dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah yang ditulis oleh Tim BIP, majas pertentangan dikategorikan menjadi beberapa jenis, yaitu majas hiperbola, majas antitesis, majas paradoks, majas litotes dan majas anakronisme.

Kelima majas tersebut umumnya menggunakan gaya bahasa yang bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya. Berikut contoh majas hiperbola, termasuk empat majas pertentangan lainnya.

Contoh Majas Hiperbola

Majas hiperbola termasuk majas yang sering digunakan untuk mengungkapkan pertentangan. Majas ini ditandai dengan pernyataan berlebihan dan melampaui kenyataan yang ada. Berikut contoh majas hiperbola:

1. Air matanya mengalir deras saat beradu pandang dengan ayah kandung yang telah sepuluh tahun meninggalkannya.

2. Hatinya pasti seperti disayat sembilu saat mendengar hinaan itu.

3. Suaranya begitu menggelegar saat menjadi personil upacara minggu lalu.

4. Usianya yang sudah renta membuat kesehatan kakek menurun, kini tubuhnya tinggal kulit dan tulang saja.

5. Mendengar kabar penipuan itu, ayahnya mengamuk dan membakar kemarahannya pada seisi rumah.

6. Tugas rumah ini benar-benar membuatku memeras otak.

Contoh Majas Pertentangan Lainnya

Majas Antitesis

Majas Antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata yang berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan. Berikut contohnya:

1. Tua atau muda boleh ikut meramaikan gerak jalan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

2. Bagi wakil Indonesia di ajang Sea Games, menang atau kalah bukan suatu masalah karena yang utama adalah pengalaman.

3. Baik buruk seseorang itu tidak bisa kita lihat dari penampilan saja.

4. Cantik atau jelek rupa seorang wanita bisa terlihat dari cara ia menggunakan hatinya.

Majas Paradoks

Majas paradoks adalah jenis majas yang mengungkapkan pernyataan mengenai dua hal yang seolah bertentangan, tetapi kadang juga ada benarnya. Berikut contoh majas paradoks:

1. Bisa saja tempat yang berbahaya adalah tempat yang paling aman.

2. Dia hanya bisa tersenyum, meski hatinya menangis saat kehilangan sahabatnya.

3. Meski dalam keramaian kota, masih saja dirinya merasa sendiri usai kehilangan anak semata wayangnya.

4. Tanpa kehadiran buah hati jelas saja di rumah tangga akan terasa sepi meski tengah merayakan kebahagiaan dengan meriah.

Majas Litotes

Majas litotes adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendahkan diri dari kenyataan yang sesungguhnya. Hal tersebut dilakukan karena menghormati lawan tutur. Berikut contohnya:

1. Beruntung sekali Pak Bupati sudi mampir ke gubuk saya.

2. Saya hanya orang desa, wajar bila merasa bangga bisa bersekolah di kota.

3. Hanya air yang bisa kami suguhkan kepada kalian.

4. Janganlah anda bertanya pada orang bodoh seperti kami.

Majas Anakronisme

Majas anakronisme adalah majas pertentangan yang ditandai dengan munculnya ketidaksesuaian antara kejadian dengan masa kejadian tersebut. Berikut contoh majas anakronisme:

1. Kalau saja prajurit perang kerajaan Majapahit memakai pistol saat berperang, mungkin sejarah akan lain seorang.

2. Mungkin saja perang Baratayudha tak berakhir demikian jika saja saat itu GPS sudah bisa digunakan.

Nah, itulah contoh majas hiperbola dan majas pertentangan lainnya. Apakah detikers pernah membuatnya?



Simak Video "Apple Bakal Bikin Siri Berbahasa Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia