Kirim Anak ke Pesantren atau Sekolah Biasa? Ini Pertimbangannya

Rosmha Widiyani - detikEdu
Senin, 24 Jan 2022 15:00 WIB
anak-anak mengaji di pesantren
Ilustrasi santri, pilih pondok pesantren atau sekolah umum? Foto: Getty Images/iStockphoto/DistinctiveImages
Jakarta -

Semua orang tua tentu ingin menyediakan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak heran jika orang tua mempertimbangkan semua hal sebelum memutuskan edukasi dasar dan lanjutan bagi si buah hati.

Pertimbangan inilah yang kadang mengakibatkan orang tua terjebak dalam dilema. Misal mengirim anak ke pondok pesantren atau melanjutkan pendidikan di sekolah umum. Bagi yang sedang bingung, tulisan ini mungkin bisa membantu.

Kirim anak ke pesantren atau sekolah umum?

Dikutip dari laman HaiBunda, sekolah umum atau pesantren memberi banyak nilai positif yang berguna bagi kehidupan anak. Namun, pesantren memiliki poin plus dalam memberikan pendidikan akhlak bagi anak.

"Menuntut ilmu di sekolah biasa, madrasah, atau pesantren, mungkin terlihat sama saja. Namun, dalam mendidik akhlak anak, sebagian besar orang tua tidak ragu menitipkan anaknya ke pesantren untuk menuntut ilmu agama," ujar anggota Divisi Pembinaan Keluarga Majelis Tabligh PP 'Aisyiyah, Dr Hibana Yusuf, M Pd.

Berikut penjelasan detail terkait keuntungan mengirim anak ke pesantren untuk memperoleh pendidikan,

1. Tekun belajar agama

Pola pendidikan khas pesantren memungkinkan anak mengetahui dan mempratikkan pelajaran agama dengan lebih baik. Mulai dari bangun hingga tidur lagi, seorang anak akan memperoleh tausiah, sholat berjamaah, dan selalu dekat dengan Al Quran.

2. Membentuk akhlak berkualitas

Menurut Hibana, pola pendidikan di pesantren sangat menjaga kualitas akhlak. Tak heran jika seorang santri sangat menghormati para guru dan pihak lain yang membantu proses pendidikannya.

"Akhlak anak akan lebih terjaga karena itu yang dikuatkan dan ditekankan di pesantren. Contohnya seperti menghormati orang tua," kata Hibana.

3. Mandiri sejak dini

Seorang santri akan tinggal dan belajar di asrama selama menempuh pendidikan. Dengan pola ini, santri akan belajar mandiri dan bekerja sama dengan teman-temannya. Kondisi ini berbeda dengan kehidupan anak di rumah, yang mungkin selalu dibantu orang tua dan pengasuhnya.

4. Tak asing dengan tanggung jawab

Keuntungan lainnya adalah membantu anak belajar tanggung jawab. Hidup mandiri memungkinkan anak menanggung sendiri dampak dari keputusan dan perbuatannya. Anak tentunya tak bisa minta bantuan orang tua atau pengasuhnya, selama proses pendidikan.

Pondok pesantren atau sekolah umum sejatinya memiliki risiko dan keuntungan dalam membantu pendidikan anak. Orang tua bisa mengambil keputusan apa pun selama tidak bertentangan dengan kebaikan anak di masa depan.

Tulisan lebih lengkap terkait keuntungan mengirim anak ke pesantren bisa klik di sini. Semoga bisa membantu detikers ya.



Simak Video "Tersangka Pemerkosa di Ponpes Bandung Dikenal Pribadi yang Tertutup"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia