6 Tanda Kiamat Kubra Versi Ulama, Ada Binatang Aneh Berwajah Manusia

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 20 Jan 2022 06:00 WIB
kiamat
Ilustrasi kiamat kubra, apa saja tanda-tandanya menurut ulama? (Foto: NASA)
Jakarta -

Tanda-tanda kiamat kubra merupakan tanda yang lebih dekat lagi dengan awal terjadinya proses kehancuran sesungguhnya, yakni kehancuran alam semesta ini. Sejumlah tandanya sudah dijelaskan dalam Al Quran, hadist, hingga ijma'.

Ulama Fiqih aliran Mazhab Syafi'i, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pernah mengulas secara rinci tentang peristiwa tanda-tanda kiamat kubra secara beruruan. Hal ini terabadikan dalam buku yang berjudul Teologi Al Banjari yang ditulis oleh Khairil Anwar.

Proses terjadinya kehancuran alam semesta secara berurutan menurut ulama Al Banjari dapat disimak pada penjelasan berikut.

Tanda-tanda Kiamat Kubra Menurut Ulama Fiqih Al Banjari

1. Kemunculan Imam Mahdi

Saat mendekati hari akhir kelak, semua umat muslim berada di bawah pimpinan Imam Mahdi. Ia hidup selama 7 atau 8 tahun lamanya sebagaimana diriwayatkan dalam salah satu hadits Rasulullah SAW, ia bersabda,

يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يَسْقِيهِ اللَّهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ الْأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِي الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الْأُمَّةُ، يَعِيشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا، يَعْنِي حِجَجًا

Artinya: "Imam Mahdi akan keluar di akhir umatku. Allah akan menurunkan hujan, akan menumbuhkan tanaman di muka bumi, harta akan dibagi secara merata. Binatang ternak akan semakin banyak, begitu juga umat akan bertambah besar. Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun." (HR Al Hakim).

Pasukan Imam Mahdi ini nantinya akan terkepung oleh pasukan Dajjal di dalam Bayt al Maqdis. Di sinilah, Imam Mahdi berdoa kepada Allah SWT untuk memohon pertolongan.

2. Munculnya Dajjal

Kemunculan Dajjal menurut Al Banjari dalam keterangan hadits, disetarakan sebagai penipu, orang yang suka menunjukkan peristiwa luar biasa dengan tangannya, dan nabi palsu yang menyesatkan manusia. Bahkan, Dajjal ini mengaku dirinya sebagai Tuhan semesta alam.

Kabar kemunculan Dajjal sebagai tanda kiamat disebut dalam sabda Rasulullah SAW,

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya: "Tidak ada satu pun mahluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal." (HR Muslim).

Setelah berhasil mengajak banyak manusia untuk menjadi pengikutnya, Dajjal dan pasukannya pun mengepung pasukan muslim Imam Mahdi. Namun keterangan hadits menyebut, Dajjal akhirnya berhasil dikalahkan setelah Imam Mahdi mendapat bantuan dari Nabi Isa untuk membunuhnya.

Al Banjari menjelaskan, hingga saat ini Dajjal masih terbelenggu dengan 70 rantai di Yaman. Tidak diketahui pasti kapan dan siapa yang merantainya. Namun, yang pasti adalah rantai tersebut akan terbuka atas izin Allah SWT pada suatu saat nanti.

3. Turunnya Nabi Isa AS

Atas jawaban Allah SWT untuk doa yang dipanjatkan oleh Imam Mahdi, Nabi Isa AS pun turun ke bumi untuk membantunya. Hal ini diungkap dalam surat An Nisa ayat 159 yang berbunyi,

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Artinya: "Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka."

Menurut Al Banjari, Nabi ISA akan turun dari langit keempat bersama dengan 70 ribu malaikat. Melalui informasi dari hadits, Nabi Isa dan para malaikat turun untuk membunuh Dajjal untuk menciptakan keamanan di bumi, sekaligus menjadi pemimpin yang menghidupkan kembali syariat Nabi Muhammad SAW di tengah masyarakat.

4. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj

Setelah Dajjal terbunuh pada peristiwa sebelumnya, bumi kembali menjadi tempat yang aman dan sentosa hingga muncul Ya'juj dan Ma'juj atau kelompok perusak bumi sebagai tanda-tanda kiamat selanjutnya. Hal ini dijelaskan dalam surat Al Anbiya ayat 96,

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

Artinya: "Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."

Menurut Al Banjari, Ya'juj dan Ma'juj akan datang mengepung Nabi Isa, Imam Mahdi, dan umat muslim lainnya yang berada di Bukit Thur. Namun, atas izin Allah SWT, Nabi Isa dan Imam Mahdi dapat mengalahkan pasukan Ya'juj dan Ma'juj tersebut.

5. Kehancuran Kakbah

Setelah Ya'juj dan Ma'juj terkalahkan, rangkaian selanjutnya adalah kemunculan tentara Habasyah. Tentara Habasyah ini adalah seorang yang berbangsa Habsyi dan memiliki dua kaki yang kecil. Mereka memiliki misi untuk meruntuhkan Kakbah.

Mengutip kitab 'Ajaib al-Malakut, Al Banjari menceritakan tentara Habasyi muncul untuk meruntuhkan Kakbah agar umat muslim tidak dapat lagi menunaikan ibadah haji. Hal itu sesuai dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri RA,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يُحَجَّ البَيْتُ

Artinya: "Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Kakbah ini tidak lagi didatangi orang untuk menunaikan ibadah haji." (HR Hakim dan Abu Ya'la).

Pada peristiwa melawan tentara Habasyi di Bait al Maqdis inilah, Nabi Isa diceritakan wafat. Dengan wafatnya Nabi Isa, tentara Habasyi akhirnya dapat meruntuhkan Kakbah. Namun, kebenaran dari peristiwa ini masih menjadi rahasia Allah SWT yang tidak dapat diketahui oleh siapa pun hingga waktunya tiba.

6. Matahari terbit dari Barat dan munculnya binatang melata

Setelah runtuhnya Kakbah, Al Banjari menyebut di sinilah waktu kehancuran dan ketidakseimbangan alam dimulai. Hingga timbul kejadian luar biasa yakni matahari terbit dari arah barat dan keluarnya binatang melata (dabbah al ardl) yang dapat berbicara dengan manusia.

Dari Abdullah bin Amr, dia berkata, dia hapal sabda Rasulullah yang menyebutkan,

"Sesungguhnya pertanda yang pertama-tama muncul (menjelang Kiamat) ialah terbitnya matahari dari Barat dan munculnya binatang melata menemui manusia pada waktu Dhuha. Mana saja dari keduanya yang lebih dulu terjadi, maka tidak lama sesudah itu yang lainnya pun segera terjadi." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Al Banjari mengatakan, semua tobat dari hambaNya tidak akan diterima lagi setelah matahari muncul dari arah Barat. Kemudian, kemunculan binatang melata ini diyakini akan dimulai dari Masjidil Haram.

Terkait bentuk binatang melata, Al Banjari menyebutkan fenomena tidak biasa di mana binatang tersebut memiliki wajah menyerupai laki-laki, bermata babi, bertelinga gajah, bertanduk seperti kambing, berleher burung, dan berdada harimau.

Bahkan, mereka dapat berbicara dengan manusia seperti yang diungkap dalam surat An Naml ayat 82,

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

Artinya: "Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa (dabbah) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."

Banyak hikmah yang bisa dipetik setelah memahami tanda-tanda kiamat kubra di atas. Salah satunya mendorong diri untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya demi kehidupan di akhirat.



Simak Video "Penampakan Bungker 'Anti-Kiamat' yang Super Mewah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia