3 Alasan Pembangunan Piramida Firaun Mesir Disetop, karena Mudah Dijarah?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 21 Jan 2022 17:30 WIB
Misteri Piramida
Ilustrasi piramida di Mesir. Kenapa pembangunan piramida Firaun Mesir diberhentikan? (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Tradisi memakamkan Firaun di bawah piramida bagi peradaban Mesir Kuno, sudah berjalan selama lebih dari 1.000 tahun. Bila sudah mengakar selama itu, kenapa pembangunan piramida Firaun berhenti ya?

Sebetulnya, bangunan piramida dalam peradaban Mesir Kuno memiliki makna tersendiri. Makna yang dikandungnya adalah kekuasaan, kemakmuran, dan kepercayaan yang dianut para pemimpin Mesir kuno tersebut.

Tradisi pembangunan piramida sudah berlangsung sejak masa pemerintahan King Djoser (2630 - 2611 SM) hingga masa pemerintahan King Ahmose I (1550-1525 SM). Namun, setelah masa kekuasaan Ahmose, para Firaun lalu dikubur di lembah Valley of the Kings dekat Thebes, ibu kota Mesir kuno (kini Luxor).

Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pemberhentian tradisi memakamkan di bawah Piramida. Berikut penjelasannya dari sejumlah pakar.

3 Alasan Piramida Firaun Mesir Berhenti Dibangun

1. Piramida mudah dijarah

Firaun berhenti membangun piramida karena alasan keamanan. Hal ini diungkap oleh Dosen Egyptology, Harvard University Peter Der Manuelian yang menyebut, piramida lebih mudah dijarah dibandingkan dengan makam lainnya.

"Ada banyak teori, tetapi karena piramida mudah dijarah, menyembunyikan pemakaman bangsawan di lembah yang jauh, dimasukkan ke dalam batu, dengan penjagaan pekuburan ketat, memegang peran penting," kata Peter, dikutip dari Live Science.

Di sisi lain, Dosen Egyptology, University of Bristol, Aidan Dodson menambahkan, salah satu fakta di sejumlah piramida terakhir yang dibangun. Ternyata, masyarakat kerajaan saat itu juga sudah tidak membangun kamar pemakaman di sana.

Dohson mengambil contoh makam milik Ahmose I. King Ahmose I dimakamkan di kamar pemakaman di bawah gurun saja, sekitar 500 meter dari piramida.

2. Topografi lembah dianggap lebih cocok

Topografi alam lembah Valley of the Kings dianggap cocok bagi pemakaman bangsawan. Ahli Egyptology dari Charles University, Ceko Miroslav Barta menyebut, puncak lembah yang dinamakan el-Qurn (Gurn) juga dianggap mirip dengan piramida.

Bagi Firaun Mesir, piramida seharusnya menjadi tempat penting kenaikan dan transformasi ke kehidupan setelah kematian. Namun, kenyataan dari topografi tempat piramida dibangun yang berlokasi di Luxor justru sebaliknya.

Tempat tersebut justru dianggap terlalu jauh, banyak tanjakan, dan turunan.

3. Kepercayaan berubah

Perubahan kepercayaan disebut menjadi alasan terakhir yang turut memengaruhi Firaun untuk membangun piramida. Meskipun demikian, praktik pemakaman di bawah piramida masih dilakukan oleh sejumlah orang kaya di peradaban Mesir kuno sekitar 3.300 tahun yang lalu.

Ditambah lagi, sekitar 1.700 tahun yang lalu, penguasa Nubia (kini Sudan) masih membangun piramida yang ditujukan untuk pemakaman bangsawan hingga orang kaya.



Simak Video "Produk UMKM yang Pasti Laris di Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia