Anjing Dalmatian Peliharaan Raja Mesir Kuno Lho, Ini Kata Dosen IPB

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 22 Des 2021 12:00 WIB
Dalmatian di Cruella
Foto: dok. Disney
Jakarta -

Detikers pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan anjing Dalmatian. Ya anjing ini populer setelah Walt Disney merilis film 101 Dalmatians pada tahun 1985. Film ini menceritakan petualangan anjing-anjing Dalmatian.

Anjing Dalmatian memiliki perawakan yang besar dan warna yang sangat unik yaitu putih totol hitam atau merah hati. Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Ronny Rachman Noor berdasarkan asal-usulnya ternyata anjing ini adalah anjing purba.

Tidak hanya itu, pada tahun tahun 3.700 BC atau sekitar 5.721 tahun yang lalu, anjing Dalmatian juga merupakan peliharaan Raja Mesir kuno bernama Cheops. Cheops sendiri dikenal sebagai raja pembangun piramida.

Adapun, menurut catatan sejarah, Raja Yunani kuno juga memiliki anjing Dalmatian dengan warna totol hitam dan coklat. Anjing ini digunakan raja untuk berburu babi liar.

"Di era modern yakni abad ke-16, ada sebuah puisi dari Serbia yang menggambarkan keberadaan anjing Dalmatian. Pada abad ini, anjing Dalmatian digunakan sebagai penjaga kuda dan pemiliknya karena posturnya yang sangat atletis dan memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa," kata Ronny yang dikutip dari laman IPB.

Ronny juga menjelaskan jika asal mula anjing Dalmatian juga masih diperdebatkan, namun banyak yang sepakat jika nama anjing Dalmation berasal dari salah satu provinsi di Kroasia yaitu Dalmatia.

Pola warna Dalmatian sendiri juga sangat unik dan menarik para peniliti genetik untuk mencari tahu bagaimana warna pola dan warna dapat terjadi dan diwariskan keturunannya.

"Misteri pewarisan warna ini sedikit demi sedikit mulai terkuak ketika ahli genetik menemukan bahwa pola warna Dalmatian ini dihasilkan oleh tiga gen utama, yakni Piebald, Ticking, dan Flecking, yang berinteraksi satu dengan lainnya," kata Ronny.

Berdasarkan hasil penelitian, warna totol hitam atau merah hati pada anjing Dalmatian berasal dari lokus TYRP1 yang berada di kromosom 11.

Lokus TYRP1 ini juga berfungsi untuk mengontrol produksi eumelanin yang dalam keadaan dominan akan menghasilkan eumelanin hitam dan dalam keadaan resesif akan menghasilkan warna eumelanin coklat.

"Gen lain yang juga terlibat dalam penentuan warna anjing Dalmatian adalah gen MC1R (melanocortin 1 receptor) yang jika berinteraksi dengan lokus Agouti akan menghasilkan warna phaeomelanin atau eumelanin yang menghasilkan warna merah hati," tambah Ronny.

Ronny juga menjelaskan, anjing Dalmatian juga mudah tuli. Menurut data, 17,8% anjing ini mengalami ketulian. Ketulian pada anjing Dalmatian terjadi pada salah satu telinga maupun kedua telinga.

Anjing Dalmatian juga merupakan anjing yang energik, suka bermain, dan sensitif, serta sangat setia terhadap pemiliknya. Anjing ini juga sangat menyukai anak-anak dan dikenal sebagai anjing yang cerdas.

Anjing Dalmatian cocok untuk menjadi anjing penjaga yang baik.

"Anjing Dalmatian juga dikenal memiliki ingatan yang sangat kuat sehingga jika diperlakukan dengan buruk akan diingatnya sampai puluhan tahun. Dengan harapan usianya yang mencapai 12-14 tahun, keunikan anjing Dalmatian ini semakin menarik hati banyak orang untuk memeliharanya," kata Ronny.



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia