Apa Arti Koda dalam Teks Anekdot?

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Senin, 17 Jan 2022 18:30 WIB
Worried woman reading bad news in a newspaper sitting on a couch in the living room at home
Ilustrasi orang membaca/Apa arti koda dalam teks anekdot? Foto: iStock
Jakarta -

Cerita lucu tentu menghibur kita di kala pusing. Tapi, cerita lucu tidak hanya mengundang gelak tawa, ia juga dapat berisi pesan bermakna. Cerita tersebut dikenal dengan teks anekdot.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks anekdot adalah teks yang memaparkan cerita singkat yang menarik dan lucu dan mengesankan karena isinya berupa kritik atau sindiran terhadap kebijakan, layanan publik, perilaku penguasa, atau suatu fenomena/kejadian.

Dalam teks anekdot, terdapat lima bagian yaitu abstraksi, orientasi, kritik, reaksi, dan koda. Koda merupakan bagian penutup dan bagian terpenting dari teks anekdot. Sebab, koda memiliki fungsi sebagai penegas tentang hal yang dikritik dalam cerita.

Mari kita berlatih menganalisis teks anekdot dari teks cerita ini. ini diambil dari Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan judul 'Peringkat Korupsi Dunia.'

Peringkat Korupsi Dunia Tahun 2003 dan 2004, China ditetapkan oleh para peneliti dan para aktivis antikorupsi menjadi negara paling korup di dunia disusul kemudian Indonesia, India, Brasil, dan Peru. Tahun 2005, China masih menduduki tempat teratas dan disusul oleh India, Brasil, Peru, dan Filipina.

Atas hasil penelitian itu, ketika Konferensi Asia Afrika Amerika di Taman Mini, seorang pejabat/delegasi China menyatakan keheranannya kepada seorang pejabat Indonesia yang menemuinya bersama beberapa pejabat negara-negara itu. Delegasi China "Hai Pak Pejabat, sepertinya korupsi di Indonesia hampir menyamai di negara kami, tapi kok negara Anda bisa keluar dari lima besar, apakah sudah ada gerakan anti korupsi besar besaran di pemerintahan Anda?" Delegasi India, Brasil, Peru, dan Filipina, "Iya nih kita juga terkejut mendengar itu, bagaimana bisa?"

Dengan senyum ramah dan nada ceria sang pejabat Indonesia menjawab, "Ooo.... mudah saja, itu semua gampang diatur." Delegasi China, "Caranya bagaimana?" Pejabat Indonesia, "Caranya, siapkan uang sepantasnya dan berikan pada para peneliti itu dengan permintaan supaya negara saya diturunkan dari peringkat lima besar". Delegasi China, "Ooo.....hebat! Itu baru namanya koruptor hebat... masuk akal... hasil penelitian pun bisa dikorupsi."

Manakah yang merupakan koda?

Bagian yang merupakan koda adalah:

"Ooo.....hebat, itu baru namanya koruptor hebat... masuk akal... hasil penelitian pun bisa dikorupsi."

Kalimat ini menunjukan kritik pada praktik korupsi yang tidak mengenal tempat. Penelitian tentang negara korupsi juga bisa dimanipulasi dengan suntikan dana korupsi.

Itulah penjelasan, fungsi, dan contoh koda dalam cerita. Setelah memahami koda, siswa diharapkan dapat menulis teks anekdot dengan koda yang bermakna dan mengundang gelak tawa.



Simak Video "Mengenal Rasyid Rajasa Putra Bungsu Hatta Rajasa"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia