Silaturahmi atau Silaturahim, Mana Penulisan yang Paling Tepat?

Silaturahmi atau Silaturahim, Mana Penulisan yang Paling Tepat?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 28 Des 2021 07:00 WIB
Silaturahmi lebaran
Ilustrasi silaturahmi/Silaturahim atau silaturahmi, mana yang paling tepat? (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Penulisan kata silaturahim dengan silaturahmi memang kerap diperdebatkan. Bahkan masih memunculkan tanda tanya bagi sejumlah umat muslim terkait mana penulisan yang tepat di antara keduanya.

Sebenarnya, bila ditelisik, kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama. Pertama, berasal dari kata bahasa Arab shilat dan kedua, dari kata al rahim atau al rahmi. Makna shilat dalam bahasa Arab didefinisikan sebagai sambungan, menyambung, menjalin, atau menghubungkan.

Sementara itu, kata al rahim atau al rahmi tersusun dari kata rahima - yarhamu. Kata rahima - yarhamu ini melahirkan bentuk masdar atau kata infinitif yang bermakna: 1) kasih sayang; dan 2) rasa sakit pada rahim wanita setelah melahirkan.

Silaturahmi atau silaturahim, mana yang lebih tepat?

Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, keduanya sama-sama tepat. Hanya saja, yang membedakan kedua katanya adalah konteks dalam penulisannya. Konteks yang dimaksud adalah penulisan dalam bahasa Arab dan Indonesia.

Untuk konteks penulisan bahasa Arab, kata silaturahim memiliki makna literal Arab yang paling tepat. Pasalnya, bila merujuk sejumlah hadits dari sabda Rasulullah SAW, beliau lebih banyak menggunakan kata rahim atau silaturahim dibandingkan dengan kata rahmi dari silaturahmi.

Salah satu contohnya dapat ditemukan pada hadits sebagai berikut,

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِنَّ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مُتَمَسِّكَةٌ بِاْلعَرْشِ تَكَلَّمَ بِلِسَانٍ ذَلِقٍ: "اَللَّهُمَّ صِلْ مَنْ وَصَلَنِي وَاقْطَعْ مَنْ قَطَعَنِي". فَيَقُولُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: "أَنَا الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ، وَإِنِّي شَقَقْتُ لِلرَّحِمِ مِنَ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ نَكَثَهَا نَكَثْتُهُ". [أخرجه الهيثمي]

Artinya: Diriwayatkan dari Anas, diriwayatkan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

"Sesungguhnya rahim (kekerabatan) itu adalah cabang kuat di 'Arsy berdoa dengan lisan yang tajam: "Ya Allah sambunglah orang yang menyambungku dan putuslah orang yang memutusku,"

Maka Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, "Aku adalah ar-Rahman ar-Rahim. Sungguh Aku pecahkan dari namaKu untuk rahim (kekerabatan), maka barangsiapa menyambungnya niscaya Aku menyambung orang itu, dan barangsiapa memutuskannya pasti Aku memutuskan orang itu," (HR al-Haitsami).

Sementara itu, dalam konteks penulisan bahasa Indonesia, Majelis Tarjih Muhammadiyah menyebut kata silaturahmi telah diserap dan disesuaikan ke dalam ejaan bahasa Indonesia.

"Kata 'silaturahmi' telah menjadi bahasa Indonesia, maka tidak mengapa menuliskan atau mengucapkannya sesuai dengan yang mudah bagi lisan kita," tulis Muhammadiyah.

Kata silaturahmi bahkan sudah terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang bermakna tali persahabatan (persaudaraan). Untuk itu, orang Indonesia lebih disarankan menggunakan kata silaturahmi yang makna katanya sudah dikembalikan ke dalam bahasa Indonesia.

"Karenanya, ketika seseorang mengatakan 'silaturahmi', maka dikembalikan ke makna Indonesia dan bukan secara harfiah diartikan dalam bentuk Arab. Sebab kata tersebut telah mengalami transformasi makna," bunyi penjelasan dari laman Muhammadiyah.

Kasus serupa juga ditemukan pada kata serapan dari bahasa Arab lain yakni, kitab. Bila kata kitab dikembalikan pada makna aslinya, hanya sekadar bermakna buku bacaan. Sementara itu, bagi masyarakat Indonesia, kitab lebih bermakna spesifik yang merujuk pada buku keagamaan.

Menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah, bahasa akan selalu mengalami modifikasi, terutama ketika ditransliterasikan dan diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Hal ini juga disebut hal yang wajar dalam kebahasaan dan tidak termasuk kesalahan dalam syara.



Simak Video "Minat Belajar Bahasa Korea di Dunia Makin Melejit Gegara Squid Game"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia