6 Petunjuk tentang Koloni Inggris Pertama yang Hilang di Amerika Utara

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 18 Des 2021 21:05 WIB
Ilustrasi petunjuk kata
Ilustrasi kata
Jakarta -

Sekitar 115 pendatang Inggris pertama di Amerika Utara dinyatakan hilang pada 18 Agustus 1580. Lenyapnya koloni Inggris di Pulau Roanoke itu hanya menyisakan ukiran kata "CROATOAN" di pagar kayu pembatas dan kata "CRO" di pohon. Hingga kini, peneliti masih mencari petunjuk tentang koloni Inggris pertama yang hilang di Amerika Utara tersebut.

Kabar lenyapnya koloni Inggris di Roanoke saat itu dilaporkan John White, gubernur koloni Inggris pertama di Pulau Roanoke pada sejawat dan sekutu. Putri, menantu, dan cucu White termasuk salah satu dari sekitar 115 orang hilang, seperti dikutip dari Live Science.

White baru saja kembali dari pelayaran yang memakan waktu lama saat tahu keluarga dan rakyatnya hilang. Sekitar tiga tahun sebelum peristiwa tersebut, pada 27 Agustus 1587, White berlayar ke Inggris. Ia pergi demi mengumpulkan persediaan dan bala bantuan untuk koloninya yang kesulitan di benua baru.

Namun, White tidak dapat pulang pada tahun 1588. Kepulangannya tertunda oleh kedatangan armada Spanyol di perairan utara Eropa. Untuk menghadapi ancaman serangan Spanyol, pemerintah Inggris menggunakan semua kapal yang tersedia, sehingga tidak ada yang tersisa untuk White.

Dua tahun kemudian, saat White akhirnya sampai di Roanoke, tidak ada rakyat yang tersisa. Dengan petunjuk kata "CROATOAN" yang tersisa, White percaya anggota koloni pergi ke Pulau Croatoan (kini Pulau Hatteras). Karena badai, White gagal sampai ke Croatoan dan terpaksa kembali ke Inggris. White saat itu juga gagal mengumpulkan uang untuk membiayai misi penyelamatan koloninya.

Sejak itu, ilmuwan terus menggali petunjuk misteri nasib pendatang Inggris pertama di Amerika Utara. Seperti apa penelitian dan petunjuk yang ditemukan?

Petunjuk tentang Koloni Inggris Pertama yang Hilang

Hidup atau Tidak?

Pencarian orang hilang di Amerika Utara ini lebih gencar dilakukan saat pemukiman Inggris Jamestown berdiri tahun 1607 di wilayah Virginia kini. Tetapi, tidak ada orang Inggris dari koloni pertama yang ditemukan.

Beberapa catatan berbahasa Inggris mengklaim bahwa Powhatan, pemimpin penduduk asli di wilayah Virginia timur mengaku sudah menewaskan banyak pendatang. Namun, sejarawan menilai catatan ini tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Charles Ewen, direktur Laboratorium Arkeologi Phelps di East Carolina University mengatakan, secara arkeologis, belum ditemukan jejak titik kepergian dan daerah menetap baru koloni yang hilang tersebut.

Di Bawah Air

Ewen mengatakan, arkeolog semula meyakini bahwa para anggota koloni kemudian tinggal di area yang kini jadi Situs Sejarah Nasional Fort Raleigh. Namun, anggapan ini mulai diragukan. Sebab, beberapa artefak yang ditemukan di Fort Raleigh berasal dari periode setelah lenyapnya koloni tersebut.

Sementara itu, berdasarkan data National Park Service, Pulau Roanoke telah mengalami erosi berat selama 400 tahun terakhir. Karena itu, jejak kehidupan koloni Inggris tersebut kemungkinan kini berada di bawah air.

Jejak DNA Koloni

Sejumlah teori beranggapan bahwa koloni Inggris pertama ini diserang penduduk asli Amerika atau Spanyol, lalu pindah ke St. Augustine (kini Florida). Teori lain menyatakan bahwa semua anggota koloni meninggal karena kelaparan atau penyakit. Sementara beberapa teori berasumsi bahwa orang yang selamat mencoba kembali ke Inggris dengan perahu, namun gagal.

Ada juga teori yang beranggapan bahwa anggota koloni hidup bersama penduduk asli Amerika, menikah, dan memiliki anak. Dennis Blanton, profesor antropologi di James Madison University menuturkan, bukti arkeologi dan bukti genetik di masa depan bisa membantu pemecahan misteri ini.

Saat ini, ilmuwan sedang menganalisis DNAketurunan penduduk asli Amerika yang tinggal di daerah tersebut. Harapannya, ditemukan bukti perkawinan campur dengan para anggota koloni yang hilang.

Tembikar dan Koin

Tim arkeolog University of Bristol mengatakan, sejumlah temuan di Pulau Hatteras (Croatoan) menunjukkan bahwa beberapa anggota koloni berhasil sampai ke Pulau Hatteras. Untuk itu, perlu diteliti lagi apakah mereka menikah dengan orang Kroasia, penduduk asli Amerika.

Dikutip dari laman University of Bristol, tim arkeologi kampus dam masyarakat arkeologi lokal Roanoke menemukan sejumlah artefak akhir abad ke-16. Kemungkinan, artefak itu berasal dari koloni Inggris pertama di Roanoke.Sejumlah artefak tersebut di antaranya tembikar Jerman, pegangan pedang, dan koin Nuremberg yang identik dengan yang ditemukan di Pulau Roanoke.

Simbol Benteng dan Keramik

Arkeolog dari First Colony Foundation, North Carolina juga menggali dua situs X dan Y di Bertie County, tempat ditemukannya keramik Eropa abad ke-16 yang diduga milik anggota koloni Inggris pertama.

Sebuah peta abad ke-16 akhir memiliki dua simbol benteng di dekat tempat kedua situs tersebut berada. Menurut para arkeolog, koloni Inggris di Roanoke mungkin sudah tahu lokasi ini dan semula berencana membangun benteng. Simbol benteng tersbeut tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi terlihat menggunakan teknik pencitraan. Peta itu kini disimpan di British Museum, London.

Bertahan Hidup dengan Penduduk Asli

Situs X yang diteliti arkeolog terletak di samping desa penduduk asli Amerika. Peneliti menduga, penduduk asli di desa itu bisa jadi melindungi anggota koloni Inggris pertama yang selamat.

Sejarawan James Horn, Kepala Jamestown Rediscovery Foundation mengatakan, pendatang dari Inggris itu bisa jadi dilindungi orang desa Chowanoacs yang tinggal di di sepanjang tepi utara Sungai Chowan.

Sementara itu Blanton berpendapat, orang koloni Inggris pertama yang selamat mungkin berpisah dan ikut kelompok-kelompok penduduk asli Amerika yang berbeda untuk bertahan hidup.

Nah, dari banyak teori dan temuan tentang pendatang Inggris pertama yang hilang di Amerika Utara, mana yang menurut kamu paling mungkin terjadi?



Simak Video "Menilik Geliat Peneliti Inggris Lacak dan Pantau Varian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia