Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia setelah Meninggal? Ini Tahapannya

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 14 Des 2021 10:45 WIB
Ilustrasi jenazah
Apa yang terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal? Foto: Thinkstock
Jakarta -

Tubuh mengalami perubahan fisik setelah mengalami kematian. Tahapan perubahan fisik manusia setelah meninggal bisa dijelaskan dengan detail dengan sains.

Jadi, apa yang terjadi pada tubuh manusia setelah meninggal? Simak pembahasannya, ya.

Tahapan Tubuh Manusia setelah Meninggal

Pallor Mortis

Perubahan pertama yang terlihat pada tubuh terjadi pada 15- 20 menit pertama setelah kematian. Perubahan ini berupa perubahan kenampakan permukaan tubuh menjadi pucat. Perubahan ini dikenal dengan nama pallor mortis.

Pallor mortis terjadi karena darah berhenti bergerak melalui kapiler, pembuluh darah terkecil di tubuh. Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, proses ini terjadi pada semua orang, tetapi tidak secepat itu terlihat pada orang dengan kulit lebih gelap.

Suhu Tubuh Turun

Tubuh orang yang sudah meninggal akan mendingin. Suhu tubuh orang meninggal menurun sekitar 0,84 °C per jam sebagai tanda permulaan pembusukan.Ilmuwan mengibaratkan tubuh manusia yang membusuk sebagai ekosistem, karena ada bakteri dan lain-lain hidup karenanya.

Autolisis

Autolisis merupakan proses dekomposisi atau pembusukan awal. Pada "pencernaan mandiri" ini, enzim tubuh mulai mencerna membran sel yang kekurangan oksigen.Sel-sel darah yang rusak dengan cepat mengalir keluar dari pembuluh darah yang rusak.

Warna Kulit Berubah

Sel-sel darah yang tersisa di kapiler dan pembuluh darah kecil memicu perubahan warna pada permukaan kulit. Beberapa di antaranya terlihat seperti rona biru keunguan, ada juga yang bintik-bintik kemerahan.

Proses perubahan warna tubuh terjadi sekitar satu jam setelah manusia meninggal. Namun, perubahan warna biasanya butuh waktu beberapa jam lebih lama untuk tampak di kulit.

Masih Bisa Bergerak

Jangan buru-buru takut jika kamu melihat jasad manusia bergerak setelah meninggal, ya. Jadi, filamen dalam jasad manusia utamanya terdiri dari protein aktin dan miosin. Keduanya mengikat atau melepaskan satu sama lain untuk berkontraksi pada otot. Nah, kegiatan ini memungkinkan adanya gerakan tubuh yang tampak dari sebuah jasad manusia.

Rigor Mortis

Jembatan kimiawi secara bertahap terbentuk antara aktin dan miosin pada sebuah jasad. Hal ini membuat otot berkontraksi sampai jembatan kimiawi tersebut rusak. Hal ini membuat tubuh manusia yang sudah meninggal jadi kaku, yang dikenal juga dengan sebutan rigor mortis. Kekakuan ini terjadi sekitar 2-6 jam setelah kematian.

Sayangnya, rigor mortis menambah kesulitan dalam proses otopsi dan penyiapan jenazah untuk pemakaman. Sebab, tubuh makin kehilangan fleksibilitas yang dimiliki selama hidup.

Bakteri Pesta

Saat tubuh masih hidup, bakteri terkonsentrasi di usus manusia. Sebagian besar bakteri dijauhkan dari organ dalam lainnya oleh sistem kekebalan tubuh.

Namun, setelah kematian, bakteri bebas makan di seluruh tubuh.Setelah mencerna usus dan jaringan di dekatnya, bakteri akan memasuki kapiler, jantung, hingga otak untuk pesta makan. Studi ilmuwan forensik Gulnaz Javan dkk. mendapati, bakteri membutuhkan waktu 58 jam saja untuk menyebar ke hati, limpa, jantung, dan otak.

Bantuan Serangga

Tahap dekomposisi atau pembusukan baru sepenuhnya terjadi setelah beberapa hari. Larva serangga membantu bakteri memecah karbohidrat, protein, dan senyawa lain di dalam tubuh. Aktivitas ini menghasilkan gas dalam perut dan merusak kulit, sehingga mengundang serangga lain datang.

Durasi proses dekomposisi berbeda-beda. Beberapa faktor pembedanya yaitu penyebab kematian, kondisi lingkungan, hingga bahkan pakaian jenazah. Ilmuwan forensik M. Lee Goff dalam laman Medical News Today menyebut, proses pembusukan dimulai pada titik kematian dan berakhir ketika tubuh telah menjadi kerangka.


Nah, itu dia yang terjadi pada tubuh setelah manusia meninggal. Selamat belajar, detikers!



Simak Video "Catat! SIM Mati Saat Libur Lebaran Bisa Diperpanjang"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia