Ciri-ciri Lagu Daerah Lengkap dengan Judul dan Asalnya

Kholida Qothrunnada - detikEdu
Selasa, 07 Des 2021 09:30 WIB
Sejumlah anak jalanan bersama Gerakan Cinta Pancasila menggelar acara untuk memperingati hari lahirnya Pancasila, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Kegiatan untuk memperingati hari lahirnya Pancasila tersebut diisi dengan kegiatan menyanyi, membaca puisi serta melukis.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Lagu daerah adalah sebuah lagu yang menjadi identitas atau khas dari daerah tertentu.

Kekayaan ragam budaya Indonesia dengan berbagai macam musik beserta alat-alatnya, mampu menciptakan setiap musik tradisional di setiap daerahnya.

Secara umum, musik tradisional diartikan sebagai seni budaya yang lahir secara turun temurun, dan berkembang pada daerah tertentu.

Hal ini menandai bahwa lagu di daerah diciptakan dari adat istiadat daerah tersebut, yang keberadaan, keberlangsungan, serta kemajuan musik tradisional pun sangat dipengaruhi oleh masyarakat pendukungnya.

Lagu-lagu daerah juga memiliki nilai moral dan budi pekerti yang sangat berguna, untuk dijadikan sebagai pegangan hidup bagi seluruh anak bangsa untuk sebuah tahapan ideal dalam pembentukan karakter.

Dikutip dari e-modul Seni Budaya Kemdikbud karya Damar Aji S, menuliskan bahwa musik tradisi Indonesia mampu menggambarkan ekspresi perasaan, aspirasi pemikiran, maupun hal psikologis yang masih bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat mengikuti perkembangan jaman.

Lagu daerah sering juga disebut sebagai lagu rakyat atau lagu tradisional. Setiap lagu daerah di Nusantara pasti memiliki keunikannya tersendiri, baik itu dari segi keindahan, kekhasan melodi, instrumen, lirik, dan harmoninya.

Ciri-ciri Lagu Daerah

Ciri utama lagu daerah adalah musiknya yang tergolong sederhana. Yoyok RM dan Siswandi dalam buku Pendidikan Seni Budaya Kelas VIII SMO, menyebutkan ciri-ciri lagu daerah sebagai berikut.

Ciri-ciri lagu daerah:
- Lirik atau syair lagunya berbahasa daerah. Misalnya menggunakan bahasa Sunda jika lagunya berasal dari daerah Jawa Barat.
- Diwariskan secara turun-temurun dari generasi kegenerasi selanjutnya.
- Alunan melodi dan iramanya bersifat sederhana, dengan menunjukkan ciri khas kedaerahan.
- Memiliki tema dan visi yang sesuai dengan adat istiadat di daerah tertentu.
- Akan lebih indah apabila dibawakan dengan menggunakan iringan instrumen alat-alat musik sederhana khas daerahnya.
- Ide musik baik vokal maupun cara memainkan peralatannya, diwariskan secara langsung dan tidak tertulis, yang kemudian dihafalkan.

Fungsi Musik Daerah

Lagu daerah yang dimainkan baik secara individu atau bersama-sama dengan iringan musik tradisi, bukan saja sebagai ajang permainan dan ajang kumpul waga masyarakatnya saja, tetapi di dalamnya juga memiliki makna filosofi akan arti luhur dari hubungan sosial antar masyarakatnya.

Fungsi musik daerah di kalangan masyarakat, adalah sebagai berikut:
- Sebagai upacara adat (titual) dan kagamaan.
- Media bermain dan hiburan
- Sarana komunikasi.
- Sarana pengungkapan dan ekspresi diri.
- Sarana ekonomi.
- Pengiring tarian.


Contoh Lagu Daerah

Dikutip dari buku "Kumpulan Lagu Daerah Nusantara Terpopuler" yang disusun oleh Sarah Ismullah dan Ibrahim Ismullah, berikut adalah contoh 34 lagu daerah yang berasal dari setiap provinsi yang ada di Indonesia:

1. Bungong Jeumpa (Aceh)
2. Butet (Sumatera Utara)
3. Mak Inang (Sumatera Barat)
4. Soleram (Riau)
5. Dendeng Nelayan (Kepulauan Riau)
6. Dodoi Di Dodoi (Jambi)
7. Jibeak Awieo (Bengkulu)
8. Dek Sangke (Sumatera Selatan)
9. Yo Miak (Kepulauan Bangka Belitung)
10. Lipang Lipang Dang (Lampung)
11. Jere Bu Guru (Banten)
12. Kicir-kicir (DKI Jakarta)
13. Manuk Dadali (Jawa Barat)
14. Suwe Ora Jamu (Jawa Tengah)
15. Tanduk Majeng (Jawa Timur)
16. Pitik Tukung (DIY Yogyakarta)
17. Janger (Bali)
18. Cempake (Nusa Tenggara Barat)
19. Tutu Koda (Nusa Tenggara Timur)
20. Cik-cik Periok (Kalimantan Barat)
21. Naluya (Kalimantan Tengah)
22. Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan)
23. Bebelin (Kalimantan Utara)
24. Indung-indung (Kalimantan Timur)
25. O Ina Ni keke (Sulawesi Utara)
26. Dabu-dabu (Gorontalo)
27. Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)
28. Namalai Tongan Dani (Sulawesi Barat)
29. Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
30. Wangku Wario (Sulawesi Tenggara)
31. Borero (Maluku Utara)
32. Ayo Mama (Maluku)
33. Satu Tungku Tiga Batu (Papua Barat)
34. Yamko Rambe Yamko (Papua)

Sebagai penerus bangsa yang cinta tanah air, jangan lupa melestarikan, menghargai, dan mengapresiasi lagu daerah detikers!



Simak Video "Balenggang Patah-Patah, Menikmati Hiburan Musik Daerah Manado Sulawesi Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia