10 Penemuan Kuno dari Asia yang Digunakan hingga Sekarang, Apa Itu?

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 24 Nov 2021 12:30 WIB
Handmade soap
Foto: Getty Images/iStockphoto/ddukang
Jakarta - Berbagai penemuan kuno dari Benua Asia mempunyai peran signifikan terhadap sejarah dan peradaban manusia. Bahkan, banyak di antaranya yang tetap digunakan di zaman modern sekarang ini.

Mulai dari alat transportasi, bahan pakaian, bahan perabotan, hingga yang berhubungan dengan tulis-menulis. Berikut ini detikedu merangkum beberapa penemuan asal Asia yang masih digunakan hingga sekarang, melansir dari ensiklopedia ThoughtCo.

10 Penemuan Kuno Asal Asia yang Bermanfaat sampai Sekarang

1. Kain Sutra

Legenda di China mengatakan, Permaisuri Lei Tsu adalah orang yang pertama kali menemukan kain sutra. Dia menemukannya sekitar 4.000 sebelum Masehi saat kepompong ulat sutra jatuh ke dalam teh panasnya.

Ketika sang permaisuri mengeluarkan kepompong tersebut, dia melihat kepompong terurai jadi filamen panjang dan halus. Ketimbang membuangnya, dia memutar seratnya menjadi benang. Hal ini mungkin saja hanya legenda, tetapi di tahun 3.200 SM, para petani di China membudidayakan ulat sutra dan pohon murbei.

2. Bahasa Tulis

Pada zaman dahulu, orang-orang di dunia memiliki kendala untuk menerjemahkan suara ke dalam bentuk tulisan. Sehingga, para nenek moyang dari Mesopotamia, China, dan Mesoamerika membuat berbagai solusi berbeda untuk permasalahan ini.

Kemungkinan, orang-orang yang pertama kali menulis adalah bangsa Sumeria di Irak kuno. Mereka menemukan sistem penulisan berbasis suku kata pada 3000 sebelum Masehi.

Sistem penulisan yang mereka buat ini sama dengan tulisan China modern. Setiap karakter dalam bahasa Sumeria mewakili suku kata atau ide yang dikombinasikan dengan yang lain agar bisa membentuk kata-kata utuh.

3. Kaca

Seorang sejarawan Romawi, Pliny mengatakan orang-orang Phoenisian membuat kaca pada 3.000 SM, yakni saat para pelaut menyalakan api di pantai berpasir di area pantai Suriah. Saat itu, para pelaut itu tidak punya batu untuk meletakkan panci, jadi mereka memakai balok potasium nitrat atau saltpeter untuk menyangga.

Saat keesokan harinya para pelaut ini terbangun, api menyatukan silikon dari pasir dengan soda dari saltpeter, serta membentuk kaca.

Orang-orang Phoenisian kemungkinan mengetahui zat yang dihasilkan api masak mereka. Sebab, zat kaca yang terbentuk secara alami ditemukan di tempat di mana petir menyambar pasir serta batu obsidian vulkanik. Sementara, bejana kaca utuh yang ditemukan dari Mesir, berasal dari tahun 1.450 SM.

4. Sabun

Masih dari kawasan Irak, sekitar tahun 2.800 sebelum Masehi, orang-orang Babilonia menemukan pembersih efektif yang terbuat dari lemak hewani dan abu kayu. Kedua bahan ini kemudian direbus secara bersama dalam silinder tanah liat. Inilah cara orang Babilonia menghasilkan sabun batangan pertama di dunia.

5. Tinta

Sebelum orang zaman dahulu menemukan tinta, mereka menulis di atas batu atau menekan prangko berukir di atas tablet tanah liat. Selanjutnya, para nenek moyang di China dan Mesir diperkirakan menemukan tinta yang terbuat dari kombinasi antara jelaga dan lem halus secara hampir bersamaan, yaitu sekitar 2.500 SM.

Dengan adanya penemuan ini, para juru tulis mampu membuat kata-kata atau gambar di atas permukaan kulit binatang yang diawetkan, papirus, hingga akhirnya kertas.

6. Payung

Catatan pertama penggunaan payung adalah dari ukiran di Mesopotamia di tahun 2.400 SM. Pada saat itu, kain dibentangkan di atas bingkai kayu dan pada awalnya hanya dipakai oleh para bangsawan untuk menghindari sengatan matahari di gurun. Ide bagus ini akhirnya digunakan oleh para pelayan di Roma sampai India untuk menaungi bangsawan.

7. Saluran Irigasi

Petani di Sumeria dan China mulai membangun saluran irigasi sekitar tahun 2.400 SM. Parit-parit dan gerbangnya mengarahkan air sungai ke ladang untuk kemudian dialirkan ke tanaman.

Sayang sekali, tanah di Sumeria sempat menjadi dasar laut. Irigasi terus-menerus mendorong garam purba ke permukaan, sehingga mengasinkan tanah dan merusak lahan pertanian.

Selain itu, bulan sabit subur juga pernah menggagalkan panen di kisaran 1.700 SM. Meski demikian, sistem saluran irigasi masih dipakai sebagai saluran air, pipa ledeng, bendungan, ataupun pengairan.

8. Map

Peta pertama di dunia diketahui dibuat di masa pemerintahan Sargon dari Akkad, yang memerintah di Mesopotamia (kini Irak) pada 2.300 SM. Peta tersebut menggambarkan Irak utara.

9. Dayung

Orang-orang Mesir menyusuri Sungai Nil 5.000 tahun lalu menggunakan dayung dan para pelaut Phoenician mengambil ide mereka. Namun, pelaut-pelaut itu juga menambah daya ungkit dengan memasang tumpuan di sisi perahu dan menyelipkan dayung di dalamnya.

Saat dahulu perahu layar menjadi yang paling menonjol, orang-orang juga menggunakan perahu kecil berdayung untuk menuju kapal mereka.

10. Layang-layang

Ada legenda China yang mengatakan, seorang petani mengikat tali ke topi jeraminya agar topinya itu tidak terbang saat badai angin. Inilah asal-usul layang-layang menurut legenda tersebut.

Tetapi asal-usul sebenarnya adalah, orang-orang China sudah menerbangkan layang-layang selama ribuan tahun. Layang-layang pertama kemungkinan besar dibuat dari sutra dan direntangkan di atas bingkai bambu. Dan bisa jadi mereka juga membuatnya dari daun besar maupun kulit binatang.

Selain sebagai mainan, layang-layang dahulu juga difungsikan sebagai pembawa pesan militer atau umpan memancing.

Itulah sejumlah penemuan dari Benua Asia yang masih digunakan sampai sekarang. Bagaimana menurut detikers?

Simak Video "Ini Dia Artefak dari Peradaban Sumeria di Irak"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia