Bunga Higanbana Disebut Bunga Kematian Jepang, Kenapa Ya?

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 22 Nov 2021 16:30 WIB
Kenapa bunga higanbana disebut bunga kematian di Jepang?
Kenapa bunga higanbana disebut bunga kematian di Jepang? Foto: Wikimedia Commons/Yasunari Koide
Jakarta - Meskipun berwarna merah terang dan cantik, bunga higanbana tidak pernah dijadikan buket bunga di Jepang. Alih-alih, bunga ini malah dikenal sebagai bunga kematian. Kenapa bunga higanbana disebut bunga kematian Jepang?

Bunga higanbana tumbuh sebagai bunga liar di penjuru jepang. Bunga ini juga kerap muncul di berbagai anime, salah satunya di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba sebagai bunga mitologi berwarna biru. Meskipun umum terlihat di Jepang, higanbana sebenarnya berasal dari China, Nepal, dan Korea, seperti dikutip dari Japan Times.

Higanbana aslinya juga punya jenis warna putih dan kuning, meskipun bunga yang merah lebih jamak ditemukan. Varietas betina bunga ini dibawa ke Jepang, sementara jantannya tidak, sehingga semula sengaja dikembangbiakkan dari umbi bunganya.

Bunga dari keluarga amarilis dengan nama latin Lycoris radiata ini juga disebut sebagai flower of death dan hell flower.

Asal-usul Bunga Kematian Jepang

Dunia Kematian

Arti higanbana adalah bunga Higan. Higan merupakan festival umat Buddha yang dirayakan di hari pertama musim gugur atau ekuinoks musim gugur. Hari tersebut merupakan hari libur nasional di Jepang.

Higanbana kembang di ekuinoks musim gugur atau hari pertama musim gugur, sekitar minggu terakhir September di Jepang. Bunga ini lalu gugur sekitar hari pertama musim semi. Dikutip dari Anime and Memory: Aesthetic, Cultural, and Thematic Perspectives oleh Dani Cavallaro, bunga ini simbol konsep Buddha mengenai siklus dan kemunculan kembali.

Arti higan adalah "pantai yang lain" dari sisi Sungai Sanzu, Jepang. Dalam kepercayaan rakyat setempat, orang sudah wafat harus melintasi "pantai yang lain" untuk meneruskan kehidupan setelah kematian. Bunga higanbana yang merah cerah dianggap memandu perjalanan mereka yang sudah wafat di alam selanjutnya. Karena diasosiasikan dengan kematian, meskipun cantik, bunga higanbana tidak digunakan dalam buket bunga di Jepang.

Ekuinoks dalam ajaran Buddha Nichiren dianggap sebagai simbol tidak terpisahkannya gelap dan terang, atau yin dan yang, seperti dikutip dari Religious Celebration yang disunting J. Gordon Melton. Periode ekuinoks musim gugur ini dianggap sebagai waktu ideal untuk mengadakan penghormatan atau mendoakan orang tersayang yang telah mendahului.

Racun Tikus

Dikutip dari Explore Kumamoto, bunga merah cerah ini beracun, khususnya di bagian umbi. Karena itu, petani di Jepang seperti di Kumamoto menanam bunga higanbana di area persawahan untuk menjauhkan tikus dan binatang pengincar padi lainnya. Racun tikus alami ini juga ditanam orang-orang di pedesaan Jepang untuk menghalau tikus dari rumah.

Ditanam di Sekitar Kuburan

Karena beracun, bunga higanbana juga ditanam di sekitar kuburan dan pemakaman. Keberadaan bunga higanbana di sekitar kuburan membantu di masa sebelum umum dipraktikkan di Jepang. Sebab, umbi bunganya menghalau tikus dan hewan lainnya memakan anggota keluarga yang baru dimakamkan di pekuburan. Penggunaan ini juga mempengaruhi sebutan higanbana sebagai bunga kematian.

Legenda Setempat

Sejumlah legenda di Jepang juga mengaitkan bunga higanbana dengan kematian Contoh, cerita rakyat setempat menganggap bunga higanbana yang dibawa ke dalam rumah akan membuat rumah terkena bencana kebakaran.

Simbol Berpisah

Daun bunga higanbana baru tumbuh setelah bunganya kembang dan layu. Karena bunga dan daunnya tidak pernah bertemu, orang Korea menggunakan bunga higanbana sebagai simbol dua orang yang berpisah.

Nah, itu dia alasan di balik kenapa bunga higanbana disebut bunga kematian. Bunga higanbana atau spider lily juga dijadikan daya tarik wisata di Kumamoto, Jepang. Sejumlah persawahan padi, jembatan, dan taman-taman kecil dibuka warga setempat bagi turis mancanegara yang datang. Tertarik berkunjung, detikers?

Simak Video "10 Korban Meninggal Konser Travis Scott Alami Kekurangan Oksigen"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia