Pakar Inggris Sebut Bumi Terancam Bencana Besar Mengerikan, Ini Penjelasannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 18 Nov 2021 08:00 WIB
Melting glacier ice and icebergs are pictured at the east coast in, Greenland, September 4, 2021. REUTERS/Hannibal Hanschke
Foto: REUTERS/HANNIBAL HANSCHKE
Jakarta - Bencana besar mengerikan berupa banjir skala global bakal mengancam Bumi. Hal ini dikarenakan gletser atau es abadi di Greenland terus mencair dalam puluhan tahun terakhir.

Menurut Peneliti Utama Pusat Pengamatan dan Pemodelan Kutub dari Universitas Leeds Inggris Thomas Slater, jumlah es yang mencair dalam 40 tahun terakhir mencapai 3,5 triliun ton.

Bahkan, air lelehan es itu meningkat sebesar 21%. Sepertiga di antaranya dalam dekade terakhir terjadi pada dua musim, yakni tahun 2012 dan 2019.

"Seperti yang telah kita lihat dengan bagian lain dunia, Greenland juga rentan terhadap peningkatan peristiwa cuaca ekstrem," katanya dikutip dari AFP, Rabu (17/11/2021).


Pencairan ekstrem


Dalam penelitian tersebut, kali pertama ilmuwan menggunakan data dari satelit untuk mendeteksi fenomena pencairan es dari luar angkasa, yang dikenal sebagai limpasan lapisan es.

Thomas Slater mengatakan Greenland juga rentan terhadap peningkatan cuaca ekstrem. Cuaca hangat yang sering terjadi juga turut memengaruhinya.

"Seperti yang telah kita lihat dengan bagian lain dunia, Greenland juga rentan terhadap peningkatan peristiwa cuaca ekstrem," ujar Slater.

Peningkatan permukaan air laut


Sementara itu, dosen senior Ilmu Data Lingkungan di Universitas Lancaster Inggris juga mengatakan bahwa menurut data satelit, kemungkinan jumlah es yang hilang juga mengakibatkan adanya peningkatan permukaan air laut pada tahun-tahun tertentu.

"Perkiraan model menunjukkan bahwa lapisan es Greenland akan berkontribusi antara 3-23 cm terhadap kenaikan permukaan laut global pada tahun 2100," katanya.

Naiknya permukaan air laut yang disebabkan oleh pencairan es meningkatkan risiko terjadinya banjir di pesisir seluruh dunia. Paling parah bisa mengganggu ekosistem laut di Samudra Arktik yang diandalkan untuk mencari sumber makanan.

Meski muncul risiko buruk, peneliti mengungkapkan masih ada cara yang bisa dilakukan, yaitu memenuhi target untuk mengurangi emisi. Dengan mengurangi emisi, penyusutan es di Greenland bisa terjadi hingga tiga kali lipat.

Negara kepulauan tenggelam


Menurut profesor Mark Howden, wakil ketua Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim dan direktur Institut Solusi Iklim, Energi & Bencana di Universitas Nasional Australia, naiknya air laut juga berimbas ketakutan negara kepulauan di Pasifik bisa tenggelam.


Laporan dari Panel Antar pemerintah soal Perubahan Iklim (IPCC) mengatakan dunia mungkin memanas hingga 1,5 derajat celcius pada awal 2030-an dan mengancam negara-negara kepulauan di Samudera Pasifik.

"Dengan meningkatnya suhu di atas 1,5°C, masyarakat Pasifik kemungkinan besar akan mengalami dampak perubahan iklim yang semakin menghancurkan," tuturnya.

Simak Video "Tahun 2021 Disebut Peneliti Tahun Terpanas Keenam Sepanjang Sejarah"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia